jurnalistik.co.id – Setelah absen pada 2026, Glastonbury Festival memastikan tiket untuk penyelenggaraan tahun depan akan mulai dijual pada Oktober. Weekend pass ditetapkan seharga £408, termasuk biaya pemesanan £5 per tiket—naik £29,50 dibanding tahun 2025.
Kepastian ini diumumkan menjelang rangkaian agenda penjualan yang biasanya berlangsung sangat cepat. Dalam beberapa tahun terakhir, tiket Glastonbury kerap terjual habis dalam waktu kurang dari satu jam, dengan ribuan penggemar berebut antrean daring sejak momen penjualan dimulai.
Panitia Glastonbury belum mengungkap nama para penampil utama untuk edisi berikutnya. Namun, rumor sudah beredar luas, menyebut sejumlah nama seperti Harry Styles dan Fontaines D.C., hingga Taylor Swift dan Stevie Wonder.
Dalam unggahan di akun Instagram resmi Glastonbury, penyelenggara menjelaskan bahwa penjualan dibagi menjadi dua tahap: untuk paket dengan transport coach dan untuk tiket masuk umum. Informasi jadwal itu menjadi acuan utama bagi calon penonton yang telah memenuhi ketentuan pendaftaran.
Jadwal penjualan tiket Oktober
Tiket weekend dengan layanan coach akan mulai dijual pada Kamis, 1 Oktober pukul 18:00 BST. Bagi mereka yang memilih opsi ini, waktu akses daring akan dibuka sesuai jam yang ditetapkan panitia.
Sementara itu, tiket masuk umum mulai tersedia dua hari setelahnya. Penjualan general admission dijadwalkan pada Minggu, 4 Oktober pukul 09:00 BST.
Penetapan jam penjualan tersebut menjadi penanda penting bagi penggemar yang selama ini mengikuti pola antrean online Glastonbury. Sistem pembelian biasanya menuntut kesiapan pengguna untuk masuk dan melakukan proses saat waktu yang ditentukan benar-benar dimulai.
Pendaftaran dan antrean otomatis
Glastonbury juga menegaskan kembali kampanye berkelanjutan untuk menekan praktik calo. Untuk bisa menghadiri festival, calon penonton diwajibkan mendaftar terlebih dahulu. Mereka dapat mengecek status pendaftaran melalui situs resmi Glastonbury.
Di sejumlah tahun terakhir, festival menerapkan sistem antre otomatis pada hari penjualan. Melalui mekanisme ini, penggemar perlu berada online sebelum penjualan dibuka, serta menggunakan nomor registrasi yang valid sesuai ketentuan.
Berita Terkait
Langkah-langkah tersebut dirancang agar proses pembelian berlangsung lebih tertib. Di sisi lain, panitia juga berharap penerapan registrasi awal dapat mengurangi pembelian massal yang biasanya menjadi sumber masalah calo.
Jejak edisi terakhir dan respons rumor
Glastonbury Festival terakhir kali berlangsung pada 2025. Pada edisi tersebut, Olivia Rodrigo, The 1975, dan Neil Young menjadi headline yang membawa perhatian besar dari penonton.
Tahun berikutnya tidak digelar karena adanya jeda pada 2026. Setelah masa jeda itu, festival kini kembali dengan pengumuman jadwal penjualan yang sekaligus memberi gambaran soal komposisi kebijakan harga dan mekanisme akses.
Di tengah ketidakpastian lineup, rumor mengenai nama penampil utama terus muncul. Emily Eavis selaku penyelenggara baru-baru ini membantah isu bahwa Madonna akan tampil sebagai bagian dari headliner tahun depan.
Emily Eavis menyatakan penolakan itu dalam wawancara: “No, it’s definitely not Madonna, I’ll tell you that,” ujarnya. Ia menambahkan, “But we have got three [other] headliners and we’re very excited about it – it’s all coming together really well,”
Ketika ditanya kemungkinan Taylor Swift tampil, Eavis merespons dengan tawa. Ia menyebut ia tidak ingin membahas barisan penampil lebih jauh dalam konteks diskusi saat ini.
Hingga saat ini, panitia memilih untuk menahan daftar penampil utama. Meski demikian, kombinasi antara pengumuman tanggal penjualan dan sikap Eavis terhadap rumor membuat publik semakin menunggu pengungkapan resmi menjelang waktu festival.
Dengan harga weekend yang ditetapkan menjadi rekor baru di £408—termasuk biaya booking £5 per tiket—Glastonbury kembali menunjukkan standar kompetitif yang cenderung memicu antrean panjang. Bagi calon penonton, persiapan terhadap pendaftaran dan kesiapan akses pada jam penjualan menjadi faktor penentu.
Seiring mendekatnya tanggal 1 Oktober dan 4 Oktober, penggemar yang sudah memenuhi registrasi diimbau memastikan akses berjalan lancar pada waktu yang telah ditetapkan. Mengingat kecenderungan penjualan yang biasanya berlangsung sangat singkat, perubahan kecil pada kesiapan perangkat maupun koneksi dapat memengaruhi peluang mendapatkan tiket.
Panitia pun menegaskan bahwa aturan penjualan serta sistem antre otomatis tetap menjadi bagian dari proses. Untuk calon penonton, ketentuan pendaftaran lebih awal dan ketepatan waktu saat penjualan dimulai akan menentukan langkah berikutnya menuju Glastonbury Festival pada tahun depan.












