Bisnis & Ekonomi

Purbaya Yudhi Sadewa: Target Pendapatan Bunga LPEI Bisa Diturunkan Asalkan Efektif

×

Purbaya Yudhi Sadewa: Target Pendapatan Bunga LPEI Bisa Diturunkan Asalkan Efektif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Purbaya Buka Peluang Pangkas Target Pendapatan Bunga LPEI - Market

jurnalistik.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka kemungkinan untuk menyesuaikan target pendapatan bunga PT Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), selama penurunan itu tetap dinilai efektif dalam menjawab kebutuhan pelaku usaha.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat Indonesia Eximbank Export Connect di Jakarta beberapa waktu lalu. Ia menekankan bahwa lembaga pembiayaan ekspor perlu mendengar kondisi riil di lapangan, terutama ketika pelaku usaha menganggap biaya pembiayaan masih menjadi hambatan.

Purbaya menilai, sejumlah sektor industri yang sebelumnya unggul kini menghadapi tekanan yang lebih berat akibat dinamika global. Ia menyebut industri tekstil, furnitur, hingga bidang lain yang beririsan dengan ekosistem ekspor, termasuk sepatu dan baja, mengalami desakan dari perubahan pasar global.

Karena itu, ia menyampaikan rencana untuk membantu sektor-sektor yang sedang terdesak agar mampu mendorong kinerja bisnisnya kembali. Menurutnya, pendekatan yang bisa ditempuh salah satunya adalah penawaran skema pembiayaan yang lebih terjangkau agar pelaku usaha dapat bergerak dan memaksimalkan peluang ekspor.

Dalam keterangannya yang dikutip dari pernyataan tertulis LPEI, Purbaya menyebut perlunya dialog langsung dengan industri terkait. “Apakah bisa kita bantu, karena mereka menyatakan saat ini sulit mendapatkan pinjaman. Sebagai lembaga pembiayaan ekspor, coba bicara dengan industri, tekstil, furniture dan lain lain, dan coba tawarkan bunga pembiayaan yang murah,” ujar Purbaya pada acara tersebut.

Poin berikutnya yang disoroti Purbaya adalah parameter kinerja yang digunakan LPEI, khususnya terkait pendapatan bunga. Ia menyatakan bahwa bila target dinilai masih “ketinggian”, maka penyesuaian dapat dipertimbangkan agar tujuan pembiayaan tidak berhenti pada angka, melainkan benar-benar terasa oleh pelaku usaha.

“Bila masih ketinggian juga, nanti saya lihat, apakah KPI pendapatan bunga LPEI perlu diturunkan, tidak perlu tinggi tapi efektif menjawab harapan pelaku usaha. Kan saya yang menentukan parameter kinerjanya,” lanjut Purbaya.

Efektivitas sebagai tolok ukur KPI

Pernyataan Purbaya itu sekaligus menempatkan efektivitas sebagai dasar pertimbangan dalam menetapkan KPI. Dengan kata lain, target tidak hanya dilihat dari kemampuan mencetak pendapatan bunga, tetapi juga dari sejauh mana pembiayaan benar-benar membantu industri yang tengah menghadapi tekanan.

Dalam konteks ini, penyesuaian target pendapatan bunga yang dibuka Purbaya diposisikan sebagai respon atas keluhan pelaku usaha terkait sulitnya memperoleh pinjaman. Harapannya, skema bunga yang lebih rendah dapat memudahkan industri untuk menjaga kelangsungan usaha sekaligus mempertahankan daya saing saat berhadapan dengan persaingan yang semakin ketat di pasar global.

Meski demikian, perubahan kebijakan KPI pada lembaga pembiayaan tetap tidak dilepaskan dari mandat kelembagaan. Direktur Eksekutif LPEI, Sukatmo Padmosukarso, menanggapi pernyataan tersebut dengan menegaskan posisi LPEI dalam ekosistem kebijakan pemerintah.

Sukatmo menyatakan LPEI dibentuk dengan mandat menunjang kebijakan pemerintah dalam mendorong ekspor nasional. Sebagai policy bank sekaligus Special Mission Vehicle (SMV) pemerintah, LPEI, menurutnya, berperan melengkapi ekosistem pembiayaan ekspor agar pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar baru.

Dalam keterangannya, Sukatmo menekankan bahwa fungsi pembiayaan ekspor tidak hanya menyasar ketersediaan dana, tetapi juga mendukung tujuan yang lebih luas, yakni memperkuat posisi pelaku usaha pada aktivitas ekspor. Peran tersebut mencakup upaya membuka akses ke peluang pasar yang lebih luas bagi eksportir, sekaligus membantu menghadapi tantangan yang muncul di tengah perubahan lanskap perdagangan internasional.

Dengan demikian, pernyataan Purbaya mengenai peluang penurunan target pendapatan bunga LPEI bertemu pada isu inti yang sama: pembiayaan perlu berjalan selaras dengan kebutuhan pelaku usaha, sementara mandat kelembagaan tetap harus terjaga. Di sisi lain, penilaian atas KPI yang menekankan efektivitas menjadi sinyal bahwa target kinerja di LPEI diharapkan tidak berhenti sebagai angka, tetapi berujung pada dampak nyata bagi sektor-sektor yang sedang mengalami tekanan.