Hukum & Kriminal

Timothy Miller (76) didakwa menutupi identitas dalam protes anti-migran di Portsmouth

×

Timothy Miller (76) didakwa menutupi identitas dalam protes anti-migran di Portsmouth

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Man charged with concealing identity at Portsmouth protest

jurnalistik.co.id – Seorang pria telah didakwa terkait upaya menutupi identitasnya saat berlangsung protes anti-migran di Portsmouth. Langkah penegakan hukum ini muncul setelah polisi menyampaikan peringatan bahwa peserta yang memakai masker atau penutup yang menyamarkan identitas dapat ditangkap.

Pada Sabtu, ratusan demonstran anti-migran bergerak di pusat kota. Di waktu yang sama, kelompok-kelompok yang mengusung narasi anti-rasisme juga melakukan aksi dan menuju area Guildhall Square.

Menurut keterangan Hampshire Police, pendakwaan tersebut menyasar penggunaan barang untuk menyembunyikan identitas pada saat aksi berlangsung. Polisi menyatakan bahwa Timothy Miller, 76, yang berdomisili di Sherwood Avenue, Hedge End, telah didakwa atas pelanggaran tersebut.

Timothy Miller dijadwalkan menghadap Portsmouth magistrates pada Senin. Sementara itu, proses penanganan perkara lain juga berjalan bersamaan pada rangkaian aksi yang sama.

Dari pihak yang berbeda, David McNally, 33, warga Winchester Road, Portsmouth, didakwa atas dua tuduhan: menghalangi jalan raya dan upaya kerusakan kriminal. Ia dijadwalkan hadir di pengadilan pada 29 Oktober.

Hampshire Police sebelumnya menyampaikan bahwa mulai Jumat, aparat akan memakai kewenangan baru berdasarkan Crime and Policing Act. Tujuannya adalah mencegah para demonstran memakai penutup wajah yang membuat identitas sulit dikenali.

Dalam pelaksanaan aksi, polisi memastikan kedua kelompok demonstran tidak saling berhadapan. Ketika massa dari dua kubu tiba di Guildhall Square, penempatan dan pemisahan dilakukan agar situasi tetap terkendali.

Rangkaian protes di pusat kota pada Sabtu tidak berdiri sendiri. Aksi tersebut menyusul kerusuhan yang terjadi pada 6 September, ketika polisi dikerahkan ke Eastney Marina karena ratusan demonstran memblokir jalan.

Saat insiden 6 September berlangsung, demonstran berupaya menghentikan keberangkatan bus (coaches) yang membawa 120 migran. Para migran tersebut disebut telah menyeberang melintasi Channel menggunakan perahu karet.

Polisi juga mengaitkan penindakan terbaru dengan peristiwa di Eastney Marina. Seorang pria berusia 16 tahun dari Waterlooville ditangkap pada protes Sabtu dengan dugaan terlibat dalam tindak kerusuhan yang bersifat kekerasan.

Penangkapan terhadap remaja itu dilakukan sehubungan dengan peristiwa di Eastney Marina. Ia kemudian dilepas dengan jaminan hingga 12 Desember.

Langkah hukum terhadap peserta aksi

Selain Timothy Miller dan David McNally, ada pula perkembangan hukum terhadap Del Leon Somerville. Ia berusia 42 tahun dan berdomisili di Paulsgrove.

Del Leon Somerville muncul di Portsmouth Magistrates Court pada Sabtu. Ia didakwa melakukan kerusuhan yang bersifat kekerasan serta menyerang seorang petugas polisi pada saat aksi di Eastney.

Dalam proses tersebut, Del Leon Somerville ditahan. Ia direncanakan menjalani persidangan lanjutan di Portsmouth Crown Court pada 16 September.

Dengan demikian, rangkaian aksi di Portsmouth pada Sabtu menghasilkan beberapa dakwaan yang berbeda. Mulai dari dakwaan terkait penyamaran identitas, gangguan terhadap penggunaan jalan raya, hingga tuduhan kerusuhan kekerasan dan penyerangan terhadap aparat.

Ke depan, penjadwalan sidang untuk tiap terdakwa menjadi perhatian utama. Timothy Miller akan menghadapi proses di Portsmouth magistrates pada Senin, sedangkan David McNally dijadwalkan pada 29 Oktober.

Sementara itu, remaja 16 tahun yang ditangkap akan berada dalam status jaminan sampai 12 Desember, dan Del Leon Somerville akan menunggu agenda persidangan lanjutan di Crown Court pada 16 September.

Rangkaian penanganan ini juga memperlihatkan bagaimana aparat menghubungkan berbagai insiden dalam satu rentang waktu. Peristiwa di Eastney Marina pada 6 September menjadi rujukan, sebelum akhirnya perhatian bergeser ke protes lanjutan yang berlangsung Sabtu di pusat Portsmouth.

Menurut keterangan polisi, fokus langkah tersebut tidak hanya pada proses hukum terhadap individu yang didakwa, tetapi juga pada pengelolaan jalannya demonstrasi agar tetap terkendali. Pemisahan massa di Guildhall Square dilakukan sembari penegak hukum mengingatkan penerapan kewenangan baru untuk mencegah penutupan wajah yang menyulitkan identifikasi.