jurnalistik.co.id – Nama Johan Manzambi belakangan menjadi sorotan setelah tampil gemilang saat Timnas Swiss mengalahkan Bosnia dan Herzegovina pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026.
Gelandang berusia 20 tahun itu langsung memberi dampak ketika masuk sebagai pemain pengganti. Hanya membutuhkan waktu dua menit untuk mengubah jalannya pertandingan.
Super-sub yang langsung mengubah laga
Manzambi mencetak dua gol dan membawa Swiss meraih kemenangan 4-1 di Los Angeles Stadium pada Jumat (19/6/2026) dini hari WIB. Dalam pertandingan yang sama, ia juga dinobatkan sebagai man of the match.
Penampilan tersebut bukan sekadar mengantar kemenangan. Hasil itu membantu Swiss melangkah lebih dekat ke fase gugur sekaligus menegaskan peran Manzambi di momen-momen menentukan.
Di sisi lain, catatan Manzambi turut menempatkannya masuk dalam daftar pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026. Hingga pertandingan kedua fase grup, ia telah mengoleksi dua gol.
Jumlah gol Manzambi menyamai torehan sejumlah penyerang top dunia seperti Harry Kane (Inggris), Erling Haaland (Norwegia), Kylian Mbappe (Perancis), dan Kai Havertz (Jerman). Pencapaian itu terasa semakin spesial karena kedua golnya tercipta hanya dalam 58 menit bermain.
Dalam kelompok pemain yang sama-sama mengoleksi dua gol, total menit 58 itu tercatat sebagai yang paling sedikit. Dengan kata lain, Manzambi menjadi salah satu yang paling efisien dalam durasi bermainnya saat mencatatkan gol.
Pemain termuda Swiss di Piala Dunia 2026
Di antara nama-nama skuad Swiss, Manzambi disebut sebagai pemain termuda dalam Piala Dunia 2026. Ia lahir di Jenewa pada 14 Oktober 2005, sehingga kini baru berusia 20 tahun.
Ia berasal dari keluarga dengan darah Angola dan Republik Demokratik Kongo. Meski lahir di Swiss, perjalanan sepak bolanya berkembang di Jerman bersama klub Bundesliga, SC Freiburg.
Setelah menembus tim utama pada 2024, karier Manzambi berkembang pesat. Dalam dua musim pertamanya bersama Freiburg, ia membukukan sembilan gol dan tujuh assist.
Performa tersebut juga membantu Freiburg mencapai final Liga Europa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Pencapaian itu datang lewat rangkaian pertandingan penting, termasuk momen di babak semifinal.
Ketika menghadapi Braga pada semifinal Liga Europa, Manzambi mencetak gol penting yang membantu Freiburg melangkah ke partai final. Kontribusi itu menjadi salah satu penanda kualitasnya di panggung kompetisi Eropa.
Atas performa impresif sepanjang musim, Manzambi kemudian dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Swiss 2025. Ia juga meraih penghargaan Discovery of the Season di Liga Europa.
Gelandang box-to-box dengan naluri menyerang
Manzambi dikenal bukan sekadar sebagai pencetak gol. Ia disebut memiliki naluri menyerang yang kuat sekaligus kemampuan bertugas secara menyeluruh di lapangan.
Dalam peran gelandang box-to-box, ia mampu membantu pertahanan dan pada saat yang sama membangun serangan. Karakter permainan seperti itu membuat kontribusinya terasa berlapis, baik saat memulihkan permainan maupun ketika Swiss sedang mencoba menciptakan peluang.
Gabungan antara usia yang masih sangat muda, efisiensi mencetak gol, serta konsistensi peran di berbagai fase permainan membuat Manzambi cepat menarik perhatian di Piala Dunia 2026. Dari laga-laga awal grup hingga penampilan di Grup B, namanya terus menguat sebagai salah satu figur yang memberi efek instan bagi tim.
Dengan catatan dua gol hingga pertandingan kedua fase grup, serta durasi 58 menit untuk mencetaknya, Johan Manzambi kini berada dalam sorotan daftar top skor sementara. Ia membawa Swiss bukan hanya pada hasil pertandingan, tetapi juga pada momentum yang membuat fase berikutnya semakin terbuka.












