Teknologi

Sony Jelaskan Penghentian Produksi Disc Game PlayStation per Januari 2028, Lin Tao sebut digitalisasi jadi alasan

×

Sony Jelaskan Penghentian Produksi Disc Game PlayStation per Januari 2028, Lin Tao sebut digitalisasi jadi alasan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sony Soal Penghentian Produksi Disc: Era Digital Tak Terelakkan - Teknologi

jurnalistik.co.id – Sony memberikan respons atas gelombang kritik terkait rencananya menghentikan produksi cakram (disc) fisik untuk gim PlayStation mulai Januari 2028. Dalam penjelasan resminya, perusahaan menegaskan keputusan ini lahir dari pertimbangan jangka panjang yang sejalan dengan perubahan perilaku pasar menuju distribusi digital.

Chief Financial Officer (CFO) Sony, Lin Tao, menyebut keputusan tersebut sudah dipikirkan jauh sebelum diumumkan kepada publik. Ia juga menekankan bahwa rencana penghentian disc akan dijalankan secara bertahap dan hati-hati.

Lin Tao menjelaskan bahwa alasan utama yang mendorong langkah ini adalah digitalisasi konten yang terus berkembang, bukan sekadar perubahan strategi jangka pendek. Menurut dia, pergeseran cara konsumen mengakses permainan ikut menentukan arah industri.

“Kami mengumumkan bahwa mulai Januari 2028 kami tidak lagi memproduksi game disc, sehingga kami menyampaikannya sekitar satu setengah tahun lebih awal. Ada berbagai alasan kami mengambil keputusan ini, tetapi yang terbesar adalah digitalisasi konten yang terus berkembang,” kata Tao dikutip dari videogameschronicle, Senin (3/8/2026).

Dalam pandangannya, transformasi digital tidak berhenti pada ekosistem PlayStation saja. Digitalisasi, kata Tao, juga menjadi fenomena yang meluas di seluruh industri konten.

Keputusan diambil lewat kajian matang

Lin Tao menambahkan bahwa perusahaan menghabiskan banyak waktu untuk memeriksa berbagai pertimbangan sebelum sampai pada kesimpulan. Ia menegaskan proses pengambilan keputusan dilakukan dengan cara yang sistematis hingga perusahaan yakin langkah yang dipilih adalah yang paling tepat.

Ia juga menegaskan rencana penghentian produksi disc fisik tidak akan dilakukan secara mendadak. Perusahaan, menurut Tao, akan melanjutkan kebijakan itu secara bertahap dan terukur.

“Ketika memikirkan masa depan, kami menghabiskan banyak waktu untuk mempertimbangkan keputusan ini secara hati-hati hingga akhirnya sampai pada kesimpulan tersebut. Kami akan melanjutkan langkah ini secara bertahap dan hati-hati,” ujarnya.

Dengan demikian, Sony memposisikan penghentian produksi disc sebagai konsekuensi dari arus yang sedang berlangsung di industri hiburan. Perusahaan menilai tren digital tidak hanya memengaruhi format distribusi, tetapi juga membentuk cara pengguna berinteraksi dengan konten gim di masa depan.

Respons Sony ini sekaligus menjadi penegasan terhadap kritik yang muncul setelah rencana penghentian disc fisik diumumkan. Lewat penjelasan CFO Lin Tao, perusahaan mencoba mengarahkan diskusi pada konteks perubahan industri yang dinilai sulit dibendung, sembari menyatakan pelaksanaan kebijakan akan mengikuti pendekatan bertahap dan hati-hati.

Dalam klarifikasi tersebut, Sony berupaya menempatkan rencana penghentian cakram fisik bukan sebagai respons sesaat terhadap tekanan publik, melainkan sebagai konsekuensi dari arah perubahan yang lebih besar. Perusahaan menekankan bahwa pilihan ini dipandang sebagai langkah lanjutan dari transformasi yang sedang berlangsung, sejalan dengan bagaimana pasar dan pengguna semakin bergeser ke pola distribusi digital.

Lin Tao juga menggambarkan bahwa perusahaan melihat digitalisasi sebagai faktor yang memengaruhi ekosistem hiburan secara luas. Menurutnya, perkembangan digital tidak hanya mengubah cara permainan didistribusikan, tetapi turut membentuk kebiasaan saat pengguna mengakses, menikmati, dan berinteraksi dengan konten. Karena itu, digitalisasi menjadi alasan yang dinilai paling dominan di balik keputusan Sony terkait format fisik.

Untuk menjawab kekhawatiran soal implementasi, Sony menyatakan kebijakan itu akan dijalankan secara bertahap dan terukur, bukan dihentikan secara mendadak. Langkah bertahap ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari pendekatan hati-hati yang sudah dipersiapkan sejak jauh sebelum pengumuman. Dengan kerangka waktu yang lebih panjang, perusahaan menilai proses transisi bisa dikelola lebih jelas dan bertanggung jawab.