Olahraga

Eddie Hearn: Henry Pollock Diperkirakan Minta £1 Juta per Tahun untuk Bertahan di Northampton Saints

×

Eddie Hearn: Henry Pollock Diperkirakan Minta £1 Juta per Tahun untuk Bertahan di Northampton Saints

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Henry Pollock: Northampton star set to demand £1m-a-year to stay with Saints

jurnalistik.co.id – Agen Eddie Hearn menilai Henry Pollock kemungkinan akan meminta kenaikan besar untuk bisa bertahan di Northampton Saints, yang musim ini bermain di Franklin’s Gardens.

Menurut Hearn, angka yang dimaksud berada di kisaran nilai tujuh digit per tahun, dengan proyeksi sekitar £1 juta per musim agar Pollock mau melanjutkan kontraknya.

Hearn menyampaikan pandangannya itu setelah bertemu Pollock bulan lalu saat sang agen berada di Monaco. Ia menyebut Pollock termasuk pemain bernilai tinggi, terutama bila dilihat dari perkembangan beberapa tahun ke depan.

“He’s certainly a seven-figure player,” kata Hearn, seraya mengaitkannya dengan arah perkembangan rugby serta nilai yang, menurutnya, akan terus meningkat dalam waktu dekat.

“The way rugby’s going and what Pollock is doing, his value over the next couple of years will skyrocket, and I think the value of rugby will.”

Saat ini, kesepakatan Pollock dengan Saints—yang ditandatangani pada Desember 2024—dilaporkan bernilai sekitar £150.000 per tahun, dan kontraknya baru berakhir pada musim panas 2027.

Sejak menyetujui kontrak tersebut, Pollock tercatat telah menjalani sejumlah tonggak penting. Ia membuat debut bersama tim nasional Inggris, ikut tur dengan British and Irish Lions, serta menjadi bagian kunci tim Northampton yang mencapai final Champions Cup dan kemudian meraih gelar Premiership pada Juni.

Hearn juga menyoroti karakter Pollock di lapangan. Ia menggambarkan gaya bermain Pollock yang penuh energi, suka menghadapi situasi duel, sekaligus merayakan try dengan rutinitas yang sudah dipersiapkan.

Namun, kemampuan Northampton untuk memenuhi tuntutan gaji tersebut diperkirakan mendapat tantangan dari aturan keuangan liga. Ada batas gaji total £6,4 juta, sementara tiap tim hanya diperbolehkan memiliki satu pemain marquee yang gajinya tidak dihitung dalam pagu.

Dalam konteks itu, fly-half Fin Smith disebut-sebut sedang menempati slot marquee di skuad Saints. Selain itu, Tommy Freeman yang diberitakan telah menandatangani perpanjangan kontrak bernilai menguntungkan juga berpotensi menjadi pihak yang mengajukan klaim serupa, begitu pula scrum-half Alex Mitchell.

Northampton sendiri sempat gagal mencapai kesepakatan dengan kapten mereka, George Furbank, untuk kontrak baru pada musim lalu. Furbank pada akhirnya pindah ke Harlequins, langkah yang memberi ruang bagi klub untuk menyusun kembali komposisi gaji di bawah batasan salary cap.

Rilis laporan terbaru terkait salary cap yang memuat rincian pengeluaran untuk musim 2024-25 menunjukkan bahwa Saints tidak mencapai plafon £6,4 juta. Di sisi lain, belanja gaji terlihat lebih tinggi pada Bath, Leicester, Sale, Harlequins, dan Saracens.

Laporan tersebut juga memperlihatkan pendapatan Pollock yang, menurut ringkasan statistik, masih berada di bawah rata-rata untuk posisi maupun pengalaman uji coba internasionalnya. Untuk back row, rata-rata pendapatan yang disebut berada di angka sekitar £192.000, sedangkan pemain dengan rentang 11 hingga 20 caps rata-ratanya diperkirakan sekitar £224.000.

Hearn turut membandingkan situasi tersebut dengan contoh klub yang memiliki pemain dengan bayaran sangat tinggi. Bath fly-half Finn Russell, salah satu klien Hearn, diyakini menjadi penerima bayaran terbesar di kompetisi dalam kesepakatan bernilai sekitar £1 juta per tahun, meski tidak banyak klub yang punya ruang finansial dan struktur gaji untuk menampung figur dengan tarif setinggi itu.

Nah, Newcastle Red Bulls menjadi salah satu pengecualian setelah kepemilikan mereka diambil alih oleh raksasa minuman energi asal Austria. Bristol juga disebut berpeluang menyesuaikan, karena memiliki penekanan besar pada aspek “marketability” pemain, termasuk melalui rekrutmen Louis Rees-Zammit, Ellie Kildunne, dan Ilona Maher dalam beberapa musim terakhir.

Dalam arah negosiasi, Hearn menegaskan bahwa Pollock tidak berniat mempertimbangkan opsi bermain di luar negeri. Ia mengaitkannya dengan kebijakan Inggris yang saat ini hanya memanggil pemain yang berbasis di dalam negeri, sehingga langkah itu dinilai berpotensi menghambat karier internasional Pollock.

Ia juga menyebut Pollock ingin bertahan di Northampton dalam kondisi ideal. Hearn kemudian menambahkan penilaian yang lebih luas, bukan sekadar nilai kontrak, tetapi dampaknya terhadap komersial klub.

“Henry Pollock drives season ticket sales,” tulis Hearn dalam keterangan yang ia sampaikan kepada Daily Telegraph. Ia melanjutkan dengan kalimat, “Henry Pollock puts bums on the seats. Henry Pollock drives viewership on TNT or wherever it’s going to be. Henry Pollock sells shirts, right? That’s the difference.”

“So you can actually put an economic value over having Henry Pollock on the team, and that has to be recognised, regardless of the want from Henry.”

“He cannot stay at this club on the money that he’s on.”

Hearn menambahkan bahwa Pollock juga tertarik untuk tampil di cabang rugby sevens bersama Great Britain pada Olimpiade Los Angeles 2028. Ia menyinggung Antoine Dupont yang sukses beralih ke format tersebut menjelang Paris 2024, ikut membantu Prancis meraih emas pertamanya sekaligus meningkatkan profil pemain secara besar.

Menurut informasi dalam laporan ini, program sevens penuh waktu Inggris Raya dipotong pada tahun lalu. Baik tim putra maupun putri kemudian tersingkir dari kompetisi level teratas internasional pada musim panas ini.

Meski masih ada jalur kualifikasi menuju Olimpiade, kurangnya paparan terhadap kompetisi elite dinilai jauh dari ideal untuk persiapan. Dalam konteks itulah, keputusan masa depan Pollock di Northampton dinilai menjadi bagian penting dari rencana jangka panjangnya.