Internasional

Uji Australia: vaksin MenB tak mencegah gonore pada pria berisiko

×

Uji Australia: vaksin MenB tak mencegah gonore pada pria berisiko

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: MenB vaccine offers men no protection from gonorrhoea, study says

jurnalistik.co.id – Vaksin MenB yang selama ini diberikan kepada pria berisiko menular seksual ternyata tidak menunjukkan perlindungan terhadap gonore, menurut hasil uji coba besar di Australia. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan baru tentang arah program pencegahan gonore di Inggris.

Penelitian yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine itu menilai efektivitas vaksin 4CMenB pada kelompok pria yang berhubungan seks dengan pria (MSM). Studi ini diberi nama GoGoVax dan dilakukan oleh tim dari University of New South Wales di Sydney.

Hasil uji coba: angka infeksi tetap mirip

GoGoVax memantau 587 pria selama dua tahun. Setengah peserta menerima vaksin MenB, sementara setengah lainnya mendapat plasebo.

Ketika periode pengamatan berakhir, tingkat infeksi gonore baru dinilai tidak berbeda secara berarti antara kedua kelompok. Pada kelompok yang menerima vaksin, tercatat 291 infeksi baru, sedangkan pada kelompok plasebo 285 infeksi baru.

Para penulis laporan menyatakan temuan mereka sejalan dengan dua studi lain. Secara gabungan, mereka menyebut hasil itu memberikan “strong evidence that the MenB vaccine is not effective for gonorrhea prevention”.

Gonore sendiri adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui kontak seksual. Infeksi ini dapat menimbulkan nyeri, keluaran yang tidak biasa, serta peradangan pada alat kelamin, meski pada sebagian kasus seseorang tidak menunjukkan gejala.

Mengapa vaksin MenB diuji untuk gonore?

Vaksin MenB, secara resmi bernama 4CMenB, pada awalnya dirancang untuk mencegah meningitis B pada bayi. Namun, bakteri penyebab meningitis B memiliki kekerabatan yang dekat dengan bakteri penyebab gonore.

Karena hubungan biologis tersebut, beberapa studi sebelumnya sempat memberi sinyal bahwa vaksin dapat membantu menekan gonore pada kelompok yang berisiko. Di Inggris, vaksin MenB mulai ditawarkan kepada gay dan biseksual MSM tahun lalu, setelah laporan awal menunjukkan penurunan infeksi gonore sebesar 38% pada mereka yang divaksinasi.

Sikap UKHSA: belum ada perubahan rekomendasi

Meski uji coba Australia menunjukkan tidak ada manfaat pencegahan gonore, UK Health Security Agency (UKHSA) menyatakan belum melakukan perubahan rekomendasi secara segera. Lembaga tersebut menegaskan bahwa studi mereka sendiri akan memberikan “more robust data”.

Direktur program kesehatan masyarakat UKHSA, Dr Mary Ramsay, mengatakan pentingnya menilai berbagai sumber bukti. Pernyataannya adalah: “important to consider a range of evidence”.

Ia juga menyebut data implementasi program di lapangan sedang berjalan dan akan menjadi bahan evaluasi berikutnya. Dr Ramsay menyatakan, “Over 30,000 people in England have started this course of vaccination, and this will provide more robust data on vaccine impact and effectiveness. These findings will be published in due course.”

Dari sisi epidemiologi, kasus gonore di Inggris disebut masih berada pada level tertinggi dalam catatan dibanding 10 tahun sebelumnya. Di Inggris, angka tertinggi tercatat 82,592 pada 2022, lalu turun menjadi 63,943 pada 2025. Namun, angka tersebut tetap dua kali lipat dibanding level pada 2015.

Menurut European Centre for Disease Prevention and Control, kelompok yang paling tidak seimbang terdampaknya adalah pria yang berhubungan seks dengan pria. Kondisi ini membuat setiap strategi pencegahan, termasuk imunisasi, menjadi sorotan kebijakan kesehatan.

Reaksi para pakar: hasil mengecewakan, tapi pencarian tidak berhenti

Dr Odile Harrison, associate professor di University of Oxford, Population Health Infectious Disease Epidemiology Unit, menilai hasilnya “disappointing” namun tidak boleh dianggap sebagai akhir dari upaya menemukan vaksin. Ia mengatakan: “Gonorrhoea remains a major global public health threat, particularly with the continued emergence of antimicrobial resistance, and an effective vaccine remains a high priority,”.

Pandangan itu menempatkan gonore sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang serius, terutama seiring terus munculnya resistensi antimikroba. Artinya, kebutuhan terhadap pencegahan yang efektif tetap tinggi.

Desakan peninjauan program dari organisasi kesehatan

Taku Mukiwa, head of health programmes di Terrence Higgins Trust, menyebut hasil uji coba ini juga “disappointing”. Ia berpendapat bahwa Joint Committee on Vaccination and Immunisation (JCVI) perlu mempertimbangkan ulang program vaksin.

Menurut Mukiwa, kebijakan harus mengikuti perubahan bukti yang ada. Ia mengatakan, “If the evidence has changed, the approach has to change too.”

Ia menekankan bahwa tingkat gonore di Inggris masih sangat tinggi dan kondisi tersebut terutama terjadi pada gay dan biseksual MSM. Mukiwa menambahkan, “Rates of gonorrhoea in the UK are sky high and this is particularly true among gay and bisexual men, and we’re seeing more antibiotic resistant strains of the infection.”

Di saat yang sama, ia menegaskan bahwa pencegahan berbasis perilaku tetap menjadi fondasi. Pernyataannya adalah, “What we do know for sure is that condoms and regular testing remain the cornerstones for preventing and stopping onward transmission of STIs, and we must continue to work to bring down the stubbornly high rates of STIs in this country”,.

Dengan demikian, temuan GoGoVax memberi sinyal kuat bahwa vaksin MenB tidak dapat diandalkan sebagai strategi pencegahan gonore pada pria berisiko tertentu. Sementara itu, UKHSA mengisyaratkan penguatan data dari evaluasi program yang sedang berlangsung di Inggris, dan hasil lanjutan akan diumumkan pada waktu yang ditentukan.