Peristiwa

Kabur dari “dinding” api: Turis ceritakan pelarian saat kebakaran hutan di Prancis

×

Kabur dari “dinding” api: Turis ceritakan pelarian saat kebakaran hutan di Prancis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Fleeing a wall of flames: Tourists describe France wildfires escape

jurnalistik.co.id – Liburan yang awalnya terasa tenang di Prancis berubah menjadi rangkaian evakuasi darurat ketika kebakaran hutan meluas di wilayah selatan-barat negara itu. Sejumlah wisatawan menceritakan kepada BBC bagaimana peringatan mendadak datang di tengah malam, bagaimana mereka harus mengemudi di jalan yang tinggal satu jalur keluar, hingga pemandangan kepulan asap yang membuat situasi tampak seperti “tembok api”.

Kebakaran hutan besar di Prancis bagian selatan-barat dan di Spanyol bagian tengah telah memindahkan lebih dari 220.000 orang. Militer Prancis dikerahkan untuk membantu upaya penanganan, sementara pemerintah Spanyol menetapkan keadaan darurat nasional. Angin dan panas yang terus berlanjut disebut masih membantu menyebarkan api, dan beberapa wisatawan melaporkan aroma asap yang menyengat seperti suasana “perapian besar” bahkan dari luar area yang terdampak.

Meski situasi di lapangan berat, penerbangan menuju Bordeaux dan Madrid—kota terdekat dari wilayah yang terkena kebakaran—dilaporkan saat itu belum mengalami gangguan. Pada Sabtu, seorang menteri luar negeri Prancis menyebut kebakaran sebagai “tragedi”, tetapi juga meminta wisatawan untuk tidak langsung membatalkan rencana perjalanan mereka.

Peringatan evakuasi pada malam hari

Zac Morrison, turis asal London berusia 21 tahun, berada di Cap Ferret pada Kamis, sebuah semenanjung populer yang diselimuti pepohonan pinus sekitar 40 mil atau 65 km arah selatan-barat Bordeaux. Ia berlibur bersama 10 anggota keluarganya. Morrison mengaku terbangun oleh dua pesan singkat yang masuk pada pukul 04:00 dan 06:00 waktu setempat, yang memerintahkan mereka untuk melakukan evakuasi “dengan segala cara”.

Menurut Morrison, aparat keamanan, termasuk gendarmerie (militer Prancis), bergerak dari rumah ke rumah. Ia menggambarkannya seperti situasi yang “terasa seperti di film”, karena mereka harus menyiapkan semua barang hanya dalam waktu singkat. Setelah menjalani proses yang menurutnya “terorganisasi dengan baik” untuk membersihkan seluruh semenanjung, ia menerima empat peringatan evakuasi berbeda dari otoritas.

Peringatan terbaru datang pada pukul 17:00 hari Jumat. Morrison menjelaskan bahwa setelah mereka berpindah dari satu titik kebakaran, mereka justru kembali berada di jalur yang sama-sama terdampak saat api berpindah arah. Keluarganya akhirnya berlindung di sebuah pantai dekat Arcachon, sebelum seorang kerabat membantu dengan tempat tinggal sementara.

Anaknya, Nate, yang masih berusia 11 tahun, masih berusaha menata kembali apa yang dilihatnya. Morrison menambahkan bahwa beberapa orang sempat tidur di sekolah atau gudang, sementara di pantai terlihat banyak keluarga yang menunggu keputusan berikutnya. Saat itu, keluarga Morrison juga menunggu arahan apakah mereka dapat melanjutkan liburan hingga pertengahan Agustus.

Ia mengungkapkan, meski sempat turun hujan pada malam hari, kabar yang terdengar adalah listrik berpotensi dipadamkan di semenanjung tersebut. Morrison juga mengatakan ia mendengar adanya rumah yang terbakar hanya dalam waktu satu jam, sebuah kondisi yang membuatnya merasa takut, namun ia menilai warga di lokasi seperti “mulai terbiasa” menghadapi situasi tersebut.

Dari Cap Ferret hingga jarak dekat api

David Morton, seorang kepala sekolah (headteacher) dari Gloucestershire, mengaku menikmati sebagian besar liburannya di Cap Ferret bersama istrinya dan dua putra remaja. Ia menceritakan bahwa kombinasi pinus yang sangat kering seperti “bahan bakar” dan panas yang ekstrem membuat keadaan berbalik pada hari kelima. Morrison mengatakan pada Jumat pagi, mereka dibangunkan oleh gawai yang “berkedip dan berbunyi” terus-menerus.

Pesan yang ia terima menyatakan mereka harus segera mengevakuasi diri dan mengemudi di satu-satunya jalan keluar dari semenanjung Cap Ferret. Morton menyebut mereka seperti “membuang semuanya” ke dalam koper, lalu dalam waktu sekitar 15 menit sudah berada di mobil sewaan. Ia juga mengatakan mereka sempat berada dalam jarak sekitar 500 meter dari api utama.

Menurut Morton, tinggi nyala api lebih besar dibanding pohon pinus dewasa di hutan: ia menyebut api menjulang setinggi lima atau enam lantai. Baginya, pada saat itu sudah jelas kebakaran adalah peristiwa yang tidak terkendali. Keluarga Morton kemudian tinggal sementara bersama teman hingga keberangkatan penerbangan mereka dari Bordeaux pada hari Sabtu.

Asap tebal, jalan ditutup, dan pilihan bertahan di rumah

Rebecca Papin, warga keturunan Prancis-Amerika yang sedang mengunjungi rumah liburannya di komune Biscarrosse—dekat semenanjung Cap Ferret—mengatakan ia melihat kepulan asap yang besar pada Kamis. Hanya tiga jam kemudian, ketika ia kembali ke rumah pada malam hari, ia melihat pesawat pengangkut air (water planes) yang menjatuhkan air, helikopter pemadam kebakaran, serta jarak yang tampak seperti “tembok api” dari kejauhan.

Papin menilai lokasi rumahnya memang cukup jauh dari pusat kebakaran, namun ia bisa melihat situasi itu dengan jelas dari lantai atas rumahnya. Ia mengatakan otoritas tampak “kewalahan” saat berupaya memadamkan api, dan tidak mengeluarkan perintah evakuasi. Karena itu, ia memilih tidur bersama anak-anak kecilnya dengan penyumbat telinga, sehingga ia tidak mendengar suara evakuasi yang terjadi pada malam hari.

Pada pagi harinya, Papin menyatakan bahwa ia hampir tidak menemukan siapa pun di kota, karena kota sudah dievakuasi sementara ia masih berada di tempat itu. Ia menambahkan bahwa jalan-jalan utama ditutup karena terbakar, dan polisi pada Jumat pukul 07:30 menyarankan agar ia tetap berada di rumah dan tidak keluar dengan alasan apa pun. Ia juga menggambarkan abu yang jatuh dari langit seperti salju.

Di tempat lain, beberapa keluarga asal Inggris melaporkan mereka memindahkan lokasi liburan mereka sejauh 100 mil ke bagian lain di Prancis. Mark Dorey, warga Leeds, mengambil keputusan serupa setelah dievakuasi dari sebuah perkemahan (campsite) dekat Parentis-en-Born. Bersama istri dan tiga anaknya, ia mengemudi menuju Dordogne.

Dorey menceritakan momen yang ia anggap mengejutkan: mereka sedang menonton pertunjukan penghormatan untuk Queen di bar perkemahan. Setelah lagu Bohemian Rhapsody, seseorang menghentikan mereka dan menyampaikan bahwa mereka harus segera dievakuasi sekitar pukul 22:00. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Dordogne, Dorey menghabiskan satu malam bersama ratusan orang evakuan lain di sebuah gymnasium.

Ia mengatakan merasa beruntung karena merasa aman dan dirawat, tetapi ia mulai mempertimbangkan liburan “lebih dekat ke rumah” pada tahun depan. Sementara itu, dari sisi catatan lain di lapangan, BBC South mencatat pengalaman Joanna Kent, yang berada di semenanjung Cap Ferret pada awal pekan. Kent mengingat bahwa area perkemahan menjadi kosong setelah dua rombongan polisi datang dengan dua unit kendaraan, memberi wisatawan waktu sekitar 30 menit untuk segera pergi.

Respon otoritas dan panduan perjalanan

Meski api masih berlanjut, pemerintah Inggris saat itu belum menyarankan untuk menahan perjalanan ke Prancis atau Spanyol. Éléonore Caroit, menteri kemitraan internasional Prancis, menyampaikan imbauan pada Sabtu bahwa terdapat area yang sepenuhnya aman, sementara fenomena serupa juga terjadi di Spanyol dan negara lain. Ia menyebut dirinya berada di Paris dan “tidak ada yang terjadi”, serta menyatakan sebagian besar wilayah lainnya berada dalam kondisi baik, sehingga wisatawan diminta tetap datang ke Prancis dan tidak membatalkan rencana.

Namun, ia juga mengingatkan agar setiap orang memperhatikan informasi terkini terkait kondisi yang mungkin terjadi di lokasi mereka berada. Di Madrid, kebakaran berada di wilayah yang lebih luas di luar pusat kota, dan otoritas berupaya mencegah api dari berbagai titik menyatu. Meski demikian, kebakaran sudah menyebabkan penutupan fasilitas untuk Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang berjarak sekitar 37 mil atau 65 km arah barat Madrid.

Presiden regional Madrid, Isabel Díaz Ayuso, menggambarkan kebakaran di sana sebagai “kebakaran terburuk dalam sejarah wilayah tersebut”. Di tengah situasi yang belum stabil, cerita para wisatawan ini menggambarkan bagaimana keputusan cepat, arahan keamanan, dan perpindahan lokasi dalam hitungan jam menjadi penentu keselamatan saat kebakaran hutan meluas melintasi dua negara.