jurnalistik.co.id – Seorang pria berusia 62 tahun telah ditangkap sebagai tersangka pembunuhan terkait hilangnya Donna Keogh pada 1998. Penangkapan ini merupakan kasus kedua yang dilakukan dalam penyelidikan dugaan pembunuhan remaja tersebut yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Donna Keogh diketahui terakhir kali terlihat di Middlesbrough pada 28 April 1998. Sepanjang tahun yang sama, ia juga disebut pernah melakukan perjalanan ke Leeds.
Dalam penilaian pihak penyidik, ada keyakinan kuat bahwa Donna Keogh tidak meninggal secara wajar setelah ia menghilang. Detektif menyatakan bahwa ia “strongly suspected” telah dibunuh segera setelah ia menghilang.
Penangkapan baru dilakukan di wilayah Manchester. Cleveland Police melaporkan bahwa pria berusia 62 tahun itu ditangkap dan akan menjalani pemeriksaan di tahanan kepolisian.
Peristiwa ini muncul setelah penangkapan yang lebih dahulu dilakukan lebih awal tahun ini. Saat itu, aparat menangkap seorang pria berusia 64 tahun dari area Leeds, juga dengan dugaan keterlibatan dalam pembunuhan terkait hilangnya Donna Keogh.
Pada saat penangkapan sebelumnya, pria 64 tahun tersebut berada dalam status jaminan (bail) sambil penyelidikan terus berjalan. Cleveland Police menyampaikan bahwa ia tetap menunggu proses pemeriksaan dengan skema jaminan selama investigasi berlangsung.
Meski penyelidikan sudah lama dilakukan, hingga kini jasad Donna Keogh tidak pernah ditemukan. Kondisi tersebut membuat keluarga memiliki waktu panjang untuk menunggu kejelasan yang tidak kunjung datang.
Deputi petugas penyelidik senior, Det Insp Evan Kirtley, menyampaikan bahwa keluarga Donna Keogh menghadapi masa penantian yang sangat berat hampir selama 30 tahun. Ia menyebut “unbearable uncertainty” sebagai gambaran situasi yang mereka alami.
Det Insp Evan Kirtley juga mengutip harapannya agar informasi penting bisa akhirnya membantu keluarga memperoleh ketenangan. Pernyataannya berbunyi: “Somebody out there knows what happened and could tell us, in order to give the family some comfort and peace, after all this time.”
Berita Terkait
- Identitas Bripda Novandri yang Hilang Usai Operasi Narkoba Terungkap, Ditemukan Meninggal di Sungai Katingan
- Penyerangan Pekerja Perusahaan Sawit di Riau: Anggota DPRD Dilaporkan, Polisi Siapkan Penetapan Tersangka
- Kejari Jayawijaya Tetapkan Tersangka Berinisial TMM dalam Dugaan Korupsi Jalan Lingkar Kantor Bupati, Kerugian Negara Rp 7,3 Miliar
Kronologi penelusuran terbaru
Dalam beberapa bulan terakhir, penyidik yang menangani hilangnya Donna Keogh sekaligus menyelidiki dugaan pembunuhannya melakukan sejumlah pemeriksaan di area Leeds. Fokus investigasi itu diarahkan untuk menelusuri petunjuk-petunjuk yang masih relevan dengan kasus.
Penangkapan pria berusia 62 tahun tersebut dilakukan pada Jumat pagi. Cleveland Police menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak menggunakan informasi yang dikumpulkan dalam tahapan penyelidikan, termasuk rangkaian pemeriksaan yang dilakukan di Leeds.
Dengan adanya penangkapan kedua ini, penyelidikan terus bertumpu pada dugaan bahwa Donna Keogh menjadi korban pembunuhan segera setelah ia menghilang. Sementara itu, pihak kepolisian menempatkan pemeriksaan tersangka dalam tahanan sebagai langkah lanjutan untuk menguji detail keterkaitan dengan kasus.
Bagi keluarga Donna Keogh, penantian selama puluhan tahun tetap menjadi latar paling sulit dari perkara ini. Ketiadaan jasad dan tidak adanya jawaban final membuat setiap perkembangan penyelidikan menjadi sorotan, termasuk ketika ada penangkapan baru yang menambah rangkaian proses hukum.
Seiring pemeriksaan berjalan, penyidik berharap ada pihak yang selama ini menyimpan informasi untuk akhirnya menyampaikannya. Pernyataan Det Insp Evan Kirtley menekankan bahwa seseorang “Somebody out there knows what happened,” dan informasi tersebut dapat memberi “comfort and peace” bagi keluarga setelah waktu yang sangat panjang.
Sejak penghilangan Donna Keogh pada April 1998, arah penyelidikan tetap berputar pada kemungkinan bahwa hilangnya korban bukan peristiwa yang berjalan wajar. Karena jasad tidak pernah ditemukan, proses penegakan hukum menjadi semakin bergantung pada akumulasi informasi dari berbagai tahap yang pernah dilakukan.
Penangkapan yang melibatkan dua tersangka dari wilayah berbeda menunjukkan bahwa penyelidikan tidak berhenti pada satu titik lokasi. Pemeriksaan di Leeds disebut menjadi bagian dari upaya menelusuri jejak yang dianggap masih relevan, termasuk meninjau detail yang berkaitan dengan pergerakan Donna Keogh pada masa yang sama.
Dalam kacamata penyidik, langkah penahanan setelah penangkapan memungkinkan penelusuran lanjutan terhadap keterkaitan dugaan pembunuhan dengan peristiwa penghilangan tersebut. Bagi keluarga, setiap kemajuan hukum tetap dinilai berarti karena dapat membuka peluang klarifikasi akhir, sekaligus menjawab keresahan yang berlangsung nyaris tiga dekade.












