Internasional

Ukraina Serang Terminal Minyak Utama di St Petersburg, Rusia

×

Ukraina Serang Terminal Minyak Utama di St Petersburg, Rusia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ukraine hits major oil terminal in Russia's St Petersburg

jurnalistik.co.id – Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan Ukraina menyerang infrastruktur minyak di St Petersburg, Rusia, yang menurutnya berperan dalam menghasilkan pendapatan bagi perang Rusia.

Dalam unggahan di media sosial, Zelensky mengatakan pasukan pertahanan Ukraina menargetkan fasilitas minyak pelabuhan yang “menghasilkan pendapatan untuk perang Rusia”.

Ia juga menyebut serangan pada malam hari itu mengenai “sasaran militer penting” di Kronstadt, sebuah pangkalan angkatan laut yang berjarak dekat dengan kota tersebut.

Gubernur St Petersburg, Aleksandr Beglov, melaporkan kota sedang menghadapi serangan drone “besar-besaran” dan mengakui terminal minyak menjadi salah satu yang terkena.

Beglov mengatakan tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut.

BBC kemudian memverifikasi bahwa terminal minyak di St Petersburg memang mengalami serangan.

Menurut militer Ukraina, lokasi itu digambarkan sebagai salah satu terminal terbesar di Rusia, dengan kapasitas produksi 12,5 juta ton produk minyak per tahun.

Terkait dampak, Zelensky menyampaikan bahwa target di St Petersburg dan wilayah sekitarnya berada sekitar 850 km dari perbatasan Ukraina.

Namun, rincian kerusakan tidak langsung jelas. Zelensky juga menampilkan video yang memperlihatkan sebuah drone menuju sasaran dan kemudian muncul kolom asap hitam besar dari area yang diserang.

Dalam penjelasan terpisah, militer Ukraina turut menyebut pangkalan penting armada Baltik Rusia di Kronstadt turut menjadi sasaran.

Rusia belum memberikan komentar publik atas klaim tersebut.

Beglov menuturkan, dalam rentang serangan itu sebanyak 72 drone Ukraina ditembak jatuh di atas St Petersburg dan kawasan Leningrad yang lebih luas.

Ia meminta warga tetap berada di dalam rumah sampai ancaman drone mereda, serta memperingatkan layanan internet seluler bisa terganggu.

St Petersburg adalah rumah bagi lebih dari lima juta penduduk.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina dikatakan telah meningkatkan serangan drone jarak jauh terhadap infrastruktur energi penting di Rusia, yang berdampak pada kekurangan bahan bakar di sejumlah wilayah.

Gambaran situasi di Donetsk: Kostyantynivka

Di perkembangan lain pada hari yang sama, militer Ukraina membantah bahwa kota Kostyantynivka kini berada di bawah kendali penuh Rusia.

Juru bicara militer, Mayor Andriy Kovalyov, mengatakan kepada BBC bahwa “Kostyantynivka tetap berada di bawah kendali Pasukan Pertahanan Ukraina”.

Ia mengakui adanya “kasus penyusupan” oleh kelompok kecil infanteri yang bergerak jauh masuk ke formasi pertempuran pasukan Ukraina.

Meski demikian, Kovalyov menegaskan kelompok-kelompok itu sedang diidentifikasi dan dihancurkan.

Pernyataan Kovalyov muncul sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kendali Rusia atas Kostyantynivka telah ditetapkan pada bulan Juni.

Putin tidak menyertakan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Lalu, Zelensky menulis di Telegram bahwa jika Kostyantynivka sekarang berada di bawah kendali Rusia, maka Putin kemungkinan tidak akan menghadapi masalah untuk menemuinya dan menemukan solusi diplomatik guna mengakhiri perang.

Namun, Zelensky menambahkan, Putin “tidak akan menyeberangi garis depan”, dan menurutnya “kebenarannya berbeda” dari pernyataan Putin.

Kostyantynivka termasuk salah satu kota yang sangat diperkotakan pertahanannya dalam “sabuk benteng” Ukraina di wilayah Donetsk, yang sebagian besar kini diduduki Rusia.

Putin meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022, sementara Moskow saat ini mengendalikan sekitar 20% wilayah Ukraina.

Dalam rangkaian pernyataan yang disampaikan setelah klaim penargetan tersebut, Zelensky menekankan bahwa serangan di St Petersburg dan area sekitarnya menargetkan sasaran yang dinilai berhubungan dengan operasi militer Rusia, termasuk fasilitas yang disebut berkontribusi pada pendapatan perang. BBC kemudian menyebut terminal minyak di kota itu benar mengalami serangan, namun rincian kerusakan yang terjadi tidak segera terkonfirmasi secara rinci.

Di saat yang sama, Gubernur St Petersburg, Aleksandr Beglov, menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa. Ia juga mengatakan sebanyak 72 drone Ukraina ditembak jatuh di atas St Petersburg dan wilayah Leningrad yang lebih luas, sembari meminta warga tetap berada di dalam rumah hingga situasi ancaman mereda. Beglov turut mengingatkan bahwa gangguan terhadap layanan internet seluler mungkin terjadi selama periode tersebut.

Pada bagian lain, militer Ukraina membantah adanya klaim bahwa Kostyantynivka sudah berada di bawah kendali penuh Rusia. Mayor Andriy Kovalyov menyatakan kota itu tetap berada dalam kendali Pasukan Pertahanan Ukraina, sekaligus mengakui adanya “kasus penyusupan” oleh kelompok kecil infanteri yang bergerak jauh ke formasi, yang kemudian—menurutnya—diidentifikasi dan dihancurkan.