jurnalistik.co.id – LeBron James telah mengumumkan bahwa ia akan bergabung dengan Philadelphia 76ers pada musim depan. Pemain berusia 41 tahun itu menyebut langkah ini sebagai kontraknya yang terakhir di NBA.
James meninggalkan Los Angeles Lakers setelah delapan tahun, tepatnya bulan lalu. Ia datang dengan status sebagai pencetak poin terbanyak dalam sejarah liga, serta memegang rekam jejak prestasi yang membuat setiap perpindahan klub menjadi perhatian utama.
Menurut kabar yang sempat beredar, beberapa tim lain juga disebut-sebut menjadi opsi bagi James. Cleveland Cavaliers, Golden State Warriors, Minnesota Timberwolves, dan Miami Heat disebut ikut masuk dalam daftar rumor pada periode yang sama.
Lewat unggahan di X, James menyampaikan alasan ketertarikannya pada 76ers. âI believe I can help make the Philadelphia 76ers a championship team and I am so excited to energise a new fanbase and start this incredible journey one last time,â kata James.
Jika benar ini menjadi kontrak terakhirnya, 76ers akan menjadi bab penutup yang ditulis James di kancah NBA dengan penentuan yang sudah ia bangun selama bertahun-tahun. Ia juga pernah mencicipi meraih gelar juara bersama semua tim yang sebelumnya ia bela, yakni Miami Heat, Cleveland Cavaliers, dan Los Angeles Lakers.
Di Miami, NBA juga sempat mencatat insiden yang berhubungan dengan masa depan James. Tim Heat sebelumnya keliru memposting tautan untuk sebuah âintroductory press conferenceâ bagi James, dan seorang juru bicara Heat menyatakan kepada Reuters bahwa video tersebut diunggah karena kesalahan staf yang sedang menyiapkan skenario kemungkinan James kembali.
Kembalinya wacana James ke Heat memang bukan hal asing, sebab ia pernah berada di tim tersebut dalam rentang 2010 hingga 2014. Di periode itu, Miami menempatkan James sebagai salah satu figur utama yang ikut membentuk wajah kompetitif mereka.
Di antara Heat dan Lakers, James juga memiliki dua fase bersama Cleveland Cavaliers. Cavaliers mendrafnya pada 2003, dan klub tersebut juga berada di dekat kampung halamannya, Akron, Ohioâsebuah keterikatan yang kemudian James soroti kembali.
James menegaskan kedekatan emosionalnya pada dua wilayah tersebut lewat pernyataan di X. âMiami I’ll forever love and Northeast Ohio will always [be] home,â tambah James.
Berita Terkait
Prestasi James bersama Cavaliers juga tercatat sebagai tonggak penting dalam kariernya. Ia membantu Cleveland menjadi juara NBA pada 2016, sebelum kemudian bergabung dengan Lakers pada 2018 dan dua tahun setelahnya meraih gelar NBA lagi.
Dalam profil penghargaan, James tercatat sebagai penerima NBA Most Valuable Player sebanyak empat kali. Semua gelar MVP tersebut diraihnya dalam rentang 2009 hingga 2013, dan ia juga menjadi All-Star selama 22 musim terakhir secara beruntun.
Di sisi lain, ada pula catatan bahwa James pernah dinobatkan sebagai NBA Finals’ Most Valuable Player sebanyak empat kali ketika timnya memenangkan gelar NBA. Pencapaian itu menunjukkan konsistensi dirinya saat panggung paling menentukan sedang berlangsung.
Lantas, apa yang membuat James ingin tetap bermain meski sempat memberi sinyal bahwa kariernya mendekati akhir? Setelah musim terakhir, ia mengatakan cukup yakin âI [had] played my last game,â namun kemudian ia menyadari ia masih mencintai permainan dan merasa masih memiliki sesuatu untuk diberikan.
ESPN melaporkan bahwa James menandatangani kontrak dua tahun dengan opsi pemain untuk tahun kedua. Nilai kontrak tersebut disebut sebesar $8m (ÂŁ6m), sementara rata-rata gajinya bersama Lakers pada musim terakhir tercatat $50.7m (ÂŁ38m).
Dalam penjelasannya, James juga menegaskan orientasi yang ia bawa ke fase berikutnya. âI’m not going for money. I’m not going for family. What am I really playing for at this point? I still want to sacrifice. I still want to work. I still want to grind. I still want to compete, to win and to have a chance at the feeling of winning another championship.â
Di luar keputusan pribadi James, konteks tim yang ia pilih turut menjadi sorotan. Philadelphia 76ers mencapai semifinal konferensi pada playoff musim lalu, namun perjalanan mereka berakhir setelah kalah dari New York Knicks yang kemudian menjadi juara pada akhirnya.
Sejak saat itu, 76ers juga sudah bergerak di bursa transfer dengan mengamankan tambahan kekuatan lewat Jaylen Brown dari Boston Celtics. Kepindahan Brown dilakukan sebagai pertukaran untuk Paul George serta sejumlah pilihan draf masa depan.
Dengan pengumuman resmi James, 76ers kini memiliki satu fokus besar untuk membangun lagi momentum. Bagi James, musim depan menjadi perjalanan terakhir yang ia gambarkan akan ia jalani dengan tujuan membantu klub itu menjadi tim juara.








