Olahraga

Guardiola Tolak Pinangan Latih Timnas Italia, FIGC Isyaratkan Opsi Kandidat Lain

×

Guardiola Tolak Pinangan Latih Timnas Italia, FIGC Isyaratkan Opsi Kandidat Lain

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pep Guardiola Tolak Tawaran Latih Italia, FIGC Buka Kans Nama Lain

jurnalistik.co.id – Pep Guardiola dikabarkan menolak tawaran untuk menjadi pelatih Timnas Italia. Keputusan tersebut dikonfirmasi oleh seorang sumber yang mengetahui proses pembicaraan, setelah berdiskusi dengan FIGC dan melibatkan sejumlah pihak terkait di Italia.

Kabar penolakan Guardiola ini kemudian turut memperkuat laporan media di Negeri Azzurri. Menurut informasi yang diterima Reuters, pembahasan itu terjadi setelah Guardiola sempat berdiskusi dengan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengenai peluang menangani Gli Azzurri.

FIGC, melalui Presiden Giovanni Malago, disebut siap memberikan kelonggaran dari sisi finansial demi mendatangkan Guardiola. Artinya, tawaran yang diajukan bukan sekadar wacana awal, melainkan membuka ruang negosiasi agar karier Guardiola bisa berlanjut bersama Italia.

Guardiola sendiri dikenal sebagai pelatih yang berpengalaman dan pernah menempuh jalur panjang di level klub elite Eropa. Usia pelatih asal Spanyol itu disebut 55 tahun, serta rekam jejaknya menjadi salah satu alasan Italia melirik namanya untuk mengisi posisi pelatih timnas.

Italia mencari pengganti setelah keputusan Gennaro Gattuso

Timnas Italia tengah mencari pelatih baru menyusul pengunduran diri Gennaro Gattuso pada April lalu. Pergantian pelatih ini datang tidak lama setelah Italia kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia.

Kegagalan tersebut membuat juara dunia empat kali itu absen di ajang terbesar sepak bola untuk ketiga kali secara beruntun. Kondisi itu mendorong FIGC mempercepat langkah pencarian sosok yang dianggap mampu membangkitkan performa tim.

Dalam prosesnya, FIGC tidak hanya membicarakan satu nama. Direktur Teknik Italia, Paolo Maldini, sebelumnya mengungkapkan bahwa federasi lebih dulu menghubungi Carlo Ancelotti sebelum melanjutkan pembicaraan dengan Guardiola.

Dengan penolakan Guardiola, FIGC kini perlu melanjutkan pencarian pelatih pengganti. Malago dan jajaran federasi dihadapkan pada pekerjaan lanjutan untuk memastikan arah pembinaan timnas tetap berjalan dan visi jangka pendek bisa tersusun kembali.

Rekam jejak Guardiola yang membuat Italia mendekat

Ketertarikan Italia kepada Guardiola tidak terlepas dari capaian pelatih tersebut selama membesut klub-klubnya. Guardiola mengakhiri masa baktinya bersama Manchester City pada akhir musim lalu setelah bekerja selama sekitar 10 tahun.

Selama periode tersebut, Guardiola mempersembahkan enam gelar Liga Inggris, termasuk empat trofi beruntun. Selain dominasi di kompetisi domestik, ia juga meraih tiga Piala FA dan lima Piala Liga.

Di Eropa, Guardiola juga membawa Manchester City menjuarai Liga Champions. Pencapaian tersebut menjadikan gaya dan manajemen timnya sering dipandang sebagai rujukan saat sebuah klub atau negara membutuhkan stabilitas taktik serta konsistensi hasil.

Sebelum menangani Manchester City pada 2016, Guardiola menikmati masa sukses bersama Barcelona. Bersama klub asal Catalonia itu, ia meraih dua trofi Liga Champions dan tiga gelar Liga Spanyol.

Setelah meninggalkan Barcelona, Guardiola melanjutkan karier kepelatihan di Bayern Muenchen. Di Jerman, ia mengantar Bayern meraih tiga gelar Bundesliga secara berturut-turut.

Rangkaian prestasi tersebut membuat Guardiola menjadi kandidat yang menarik untuk proyek timnas, terutama ketika FIGC membutuhkan sosok berpengalaman mengelola skuad dan membangun sistem permainan. Namun, pembahasan yang sempat berlangsung dengan federasi tidak berujung pada kesepakatan.

Penolakan Guardiola lantas mengubah dinamika pencarian pelatih. Italia harus menata ulang daftar kandidat, mempertimbangkan kembali opsi yang telah dibidik, termasuk keputusan FIGC yang sebelumnya sempat mengarah pada Carlo Ancelotti sebelum berdiskusi lebih jauh dengan Guardiola.

Dengan kondisi tim yang tengah mencari perubahan setelah kegagalan di Piala Dunia, waktu menjadi faktor penting bagi FIGC. Ke depannya, federasi diharapkan segera menunjuk pelatih baru agar persiapan timnas bisa berjalan dengan rencana yang jelas dan terukur.