jurnalistik.co.id – Latihan Jumat GP Hungaria menyajikan gambaran awal yang jelas: Ferrari menutup sesi dengan finis 1-2, dengan Lewis Hamilton berada di depan Charles Leclerc. Hamilton memimpin rekan setimnya dengan selisih tipis 0,148 detik, sementara Lando Norris dari McLaren harus puas di posisi ketiga, tertinggal 0,499 detik.
Dalam konteks karakter sirkuit yang dikenal tidak terlalu bergantung pada tenaga mesin, hasil itu memang sempat mengundang perhatian besar. Namun, Leclerc memilih berhati-hati dalam membaca jauh arah akhir pekan dari latihan Jumat.
Leclerc menjelaskan bahwa ia merasa nyaman dengan mobil sejak awal sesi. “I felt good with the car and the performance seemed to be there straight away,” ujarnya, sebelum menekankan bahwa transisi dari Jumat menuju Sabtu sering kali mengubah peta kekuatan. Ia menambahkan, “Normally we are on the back foot on Friday so it’s a good thing we have a good Friday but we still need to stay on it and work hard to get better tomorrow.”
Terkait sesi kualifikasi Sabtu, Leclerc menyebut pertandingan akan berjalan ketat. Menurutnya, ia memperkirakan sesi berikutnya akan terasa rapat, sebagaimana ia menyatakan perlunya mempersiapkan “tight” qualifying.
Hamilton sendiri tidak berbicara kepada media pada Jumat. Format komunikasi juga membatasi hanya satu pembalap dari tiap tim yang menjalani wawancara terpusat, sehingga sorotan langsung lebih banyak tertuju pada respons para pembalap yang hadir saat sesi tersebut.
Russell hadir di sekitar zona poin yang kompetitif, namun posisinya tidak seiring hasil Ferrari. George Russell berada di urutan kelima, tertinggal 0,933 detik dari waktu yang ditorehkan pembalap terdepan, dan di belakang Norris.
Russell juga mengaitkan sejumlah catatan lintasan dengan kondisi sirkuit Budapest. Ia menyebut permukaan baru membuat sirkuit menjadi lebih bergetar dan berpengaruh pada ritme pengereman. “They have resurfaced a third of the track and they’ve done a really bad job. It’s really bumpy,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kondisi di tikungan terakhir turut mengubah cara pembalap mencari kecepatan keluar. “The track is braking up in the last corner so people are driving around the middle of the last corner and not hitting the apex,” jelas Russell.
Lebih jauh, Russell menilai pace dasar mobil belum menunjukkan tingkat persaingan yang ia lihat ketika balapan berada di Silverstone dan Spa. Menurutnya, masih ada ruang perbaikan, terlebih karena angin yang berubah-ubah memengaruhi keseimbangan mobil. Ia menutup dengan harapan performa bisa meningkat pada hari berikutnya: “Hopefully tomorrow will be better.”
Untuk Mercedes, hari Jumat tidak berjalan mulus. Kimi Antonelli finis di urutan ke-13 setelah mengalami run yang terganggu dengan ban soft, sedangkan Russell yang menjadi satu-satunya representasi Mercedes di posisi tinggi tetap kalah tempo dibanding para rival terdepan.
Pada sesi lanjutan yang juga menguji simulasi jelang kualifikasi, Antonelli tidak menyelesaikan rencana uji coba. Di sesi kedua, upaya simulasi sempat kandas lebih cepat: putaran pertama gagal setelah Franco Colapinto mengalami kecelakaan di tikungan terakhir, dan upaya kedua ikut berantakan karena Antonelli membuat kesalahan saat masuk ke chicane.
Antonelli, sepanjang latihan Jumat, juga mengeluhkan persoalan pengereman belakang yang cenderung mengunci. Meski begitu, sebelum sesi dipotong, ia sempat selevel dengan Norris pada sektor pertama di kedua putaran yang sempat berjalan.
Berita Terkait
Sementara itu, tim lain juga menghadirkan dinamika teknis. Di belakang Russell, Red Bull menempatkan Isack Hadjar sebagai pembalap keenam, di depan Liam Lawson dari Racing Bulls serta Oscar Piastri dari McLaren. Dua nama lain yang melengkapi daftar sepuluh besar adalah Nico Hulkenberg dan Arvid Lindblad.
Aston Martin menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan karena Fernando Alonso menilai perkembangan mobil mereka setelah debut yang menjanjikan. Ia menyatakan bahwa kendaraan terasa “much better,” setelah serangkaian proses penyegaran yang membuat tim selama ini tertinggal dalam balapan-balpapan sebelumnya.
Walau demikian, posisi Alonso tetap berada di urutan 19 dengan jarak 2,990 detik dari tempo terdepan. Alonso juga mengungkap ada putaran yang sebenarnya lebih cepat—namun 0,4 detik tersebut dianulir karena pelanggaran batas lintasan (track limits). Meski begitu, “his actual lap time marked a major step forward,” sebagaimana perkembangan itu digambarkan sebagai langkah berarti untuk tim yang belakangan berada di belakang dalam beberapa balapan terakhir.
Alonso juga menyinggung suasana kerja di tim menjelang jeda berikutnya. “Obviously this will be the first step. We need to find more performance both on the chassis but also on the engine,” ujarnya. Ia kemudian menambahkan bahwa sirkuit Zandvoort menjadi tes yang dinilai cocok untuk tahap berikutnya dengan mesin baru yang akan digunakan pada balapan setelah Formula 1 menjalani musim panas.
Ia mengaitkan progres ini dengan kecocokan data dan korelasi. “We had what we expected in terms of numbers and correlation, which is obviously very encouraging for the future as well, for next year’s car and the future upgrades into this year,” kata Alonso. Ia menegaskan, meskipun masih ada jalan panjang, langkah saat ini dianggap pondasi untuk rangkaian pengembangan yang lebih baik.
Namun hari Jumat Aston Martin tidak sepenuhnya berjalan mulus. Lance Stroll mengalami insiden ketika mobil berputar pada sesi pertama. Awalnya kerusakan yang tampak mengarah pada masalah suspensi bagian belakang, dan akibat waktunya tidak cukup untuk perbaikan, Stroll tidak dapat melanjutkan pada sesi kedua.
Pedro de la Rosa, perwakilan tim, menjelaskan bahwa masalah tersebut memang terkait suspensi. Ia menyatakan, “It is a suspension failure. We were confident it would not happen in Fernando’s car. That’s why we sent him out.” Ia menambahkan bahwa keterbatasan suku cadang menjadi alasan mobil Stroll tidak bisa dibetulkan tepat waktu. “Because of the lack of spares we couldn’t repair his car on time,” lanjutnya, sebelum menegaskan tidak semua komponen bisa diselesaikan di lokasi yang tersedia.
Jika Ferrari terlihat dominan di latihan, Leclerc tetap mengingat bahwa lompatan performa dari Jumat ke Sabtu adalah hal yang umum terjadi di akhir pekan Grand Prix. “From the Friday to Saturday we see teams making a jump in performance,” kata Leclerc, lalu ia menegaskan bahwa besok tim harus menemukan ritme yang lebih tepat agar tidak tertinggal pada fase berikutnya.
Ia menyebut bahwa jarak yang tampak pada latihan Jumat kemungkinan tidak akan bertahan dalam kondisi yang lebih kompetitif pada kualifikasi. “I don’t expect us to have the gap we have today, we will have to do everything perfect,” ujarnya. Namun, jika sensasi balap tetap tersedia, Leclerc merasa yakin tim bisa bersaing dengan baik pada Q3.
Di sisi McLaren dan Red Bull, hasil latihan Jumat juga memperlihatkan sinyal bahwa perubahan kecil bisa menggeser posisi. Norris berada tepat di belakang Ferrari dengan jarak 0,499 detik, sedangkan Verstappen disebut masih berada di lintasan yang sama dalam persaingan atas, meski pace yang dirasakan Russell tidak senyaman yang ia harapkan di kondisi lintasan tersebut.
Dengan Antonelli yang gagal menyelesaikan simulasi jelang kualifikasi sepenuhnya, serta catatan Russell tentang lintasan yang bumpy dan pengaruh angin, Sabtu akan menjadi ujian berikutnya untuk mengonfirmasi siapa yang benar-benar memiliki kecepatan paling konsisten. Sementara Hamilton tercatat memiliki rekor delapan kemenangan di GP Hungaria, Ferrari kini membawa keunggulan nyata ke latihan berikutnya—dengan Leclerc yang sudah menyiapkan ekspektasi bahwa kualifikasi akan berlangsung ketat.
Bradley Lord dari tim juga menyoroti aspek cengkeraman dan keseimbangan ketika menilai performa pada latihan. “Lack of grip and balance, both drivers had to wind some front wing out,” katanya, sebelum menyebut bahwa pada long runs mobil terlihat lebih konsisten dan mampu bersaing. Ia menambahkan bahwa ketahanan performa tim tampak sebanding dengan Ferrari, Red Bull, dan McLaren.












