Olahraga

Tyson Fury Menang Tenang atas Mariusz Wach di Thailand, Jaga Jalan Menuju Laga Anthony Joshua

×

Tyson Fury Menang Tenang atas Mariusz Wach di Thailand, Jaga Jalan Menuju Laga Anthony Joshua

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tyson Fury vs Mariusz Wach: Briton wins low-key warm-up to keep Anthony Joshua fight on track

jurnalistik.co.id – Tyson Fury menjalani laga pemanasan yang nyaris tanpa sorotan berlebihan saat melawan Mariusz Wach di Thailand. Hasilnya, juara kelas berat asal Inggris itu menang dengan cara yang relatif meyakinkan untuk menjaga jadwal duel besar melawan Anthony Joshua tetap berada di jalur yang diharapkan.

Fury, 37 tahun, tampil dominan sepanjang tujuh ronde di Max Muay Thai Stadium, Pattaya, di hadapan tidak lebih dari 1.500 penonton. Wach, yang berusia 46 tahun, pada akhirnya menyerah dengan menghentikan pertandingan setelah ronde kedelapan baru dimulai.

Kemenangan ini menjadi catatan kemenangan ke-36 dalam karier Fury. Dengan cara berhenti yang cepat setelah dominasi lama, langkahnya semakin dekat menuju pertemuan sesama petinju Inggris, Anthony Joshua.

Peluang duel Fury vs Joshua tetap menguat karena Joshua juga tengah menyiapkan comeback. Pada Sabtu, Joshua dijadwalkan bertarung melawan petinju asal Albania, Kristian Prenga, di Arab Saudi.

Setelah laga, Fury menyampaikan pernyataan yang menegaskan bahwa fokus berikutnya tetap diarahkan kepada Joshua. “Saya melewati ujian saya malam ini. Mari kita lihat apakah dia bisa melaluinya.”

Sejumlah pihak sebelumnya menilai Fury akan langsung terbang menuju Jeddah untuk menyaksikan jalannya laga Joshua. Mereka juga berharap kedua petinju bisa mengumumkan showdown yang sudah lama dinanti setelah Joshua menyelesaikan pertarungannya di ring.

Namun, Fury memilih memberi isyarat bahwa ia tidak akan pergi ke Jeddah dan lebih dahulu kembali ke kehidupan pribadinya. “Saya harus berhadapan dengan istri saya. Saya harus menyetrika saat saya pulang. Saya sudah pergi enam dari tujuh bulan terakhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Saya tidak akan ke Jeddah, saya pulang ke istri dan anak-anak saya. Saya akan mengatur ulang diri dan berharap pertarungan besar itu bisa ditandatangani minggu depan.”

Sementara itu, pertanyaan mengenai lokasi duel all-British ini masih menggantung. Eddie Hearn menyebut kontrak Joshua mengharuskan laga berlangsung di Inggris, tetapi beredar kabar industri yang mengisyaratkan kemungkinan venue di Amerika.

Fury sendiri menanggapi spekulasi tempat dengan nada yang membuka banyak opsi. “Kita akan pergi ke mana pun kita akan pergi. Siapa tahu? Bisa saja di Vegas, New York, Irlandia, atau London. Siapa tahu di mana pertarungannya,” kata Fury.

Berbeda dengan laga-laga besar yang biasanya dibangun melalui liputan siaran luas, duel Fury vs Wach tidak disiarkan langsung lewat televisi maupun radio. Pertandingan tersebut justru akan menjadi bagian dari musim ketiga acara realitas Netflix, berjudul “At Home With The Furys”.

Di Pattaya, rangkaian acara berjalan dengan cara yang lebih tradisional. Arena terlebih dahulu menjalankan program pertandingan Muay Thai reguler, sebelum kru membongkar kanvas dan menyiapkan ring untuk kartu tinju Fury.

Fury sempat mengaitkan suasana laga dengan legenda-laga pertandingan besar sebelumnya. “Kita semua pernah mendengar ‘Thriller in Manila’, kita juga pernah mendengar ‘Rumble in the Jungle’, dan kita juga pernah mendengar pertarungan ala Pattaya,” ujarnya.

Nuansa pertandingan ini juga terasa berbeda dari kebiasaan modern yang dibanjiri penonton global. Di dalam venue, hanya sebagian kecil jurnalis dan kanal YouTube yang hadir, namun unggahan di media sosial tetap membuat informasi beredar cepat di luar lokasi.

Berdasarkan pembaruan dari tempat pertandingan, Fury sempat terlihat mengendalikan ronde-ronde awal. Di saat yang sama, salah satu klip yang beredar di X menunjukkan Wach mampu menyambung pukulan tangan kanan pada ronde kedua.

Beberapa video lain memperlihatkan kursi yang tampak kosong. Kontras itu menonjol bagi petinju yang sebelumnya mampu memadati Wembley Stadium dengan 96.000 penonton dan membawa 64.500 penonton ke Tottenham Hotspur Stadium.

Selain momen-momen pertarungan, klip juga menampilkan Fury yang, pada ronde kelima, berulang kali mengandalkan uppercut jarak dekat untuk menentukan tempo. Ada juga klaim dari seorang reporter bahwa Fury sempat berhenti untuk mencium Wach di tengah jalannya ronde keenam.

Namun, ketika Wach dan sudutnya mulai merasakan tekanan yang terus berlanjut, pertandingan berubah arah. Wach pada akhirnya ditarik dari pertarungan karena tidak sanggup menahan tiga ronde berikutnya yang berisi serangkaian tekanan lanjutan dari Fury.

Kemenangan ini sekaligus menjadi penanda penting bagi Fury, karena ini menjadi kemenangan berhenti pertamanya setelah sebelumnya ia mengalahkan Derek Chisora pada 2022. Dengan demikian, ia memantapkan langkahnya untuk tetap bertahan di rute duel besar dengan Joshua.

Dalam konteks industri tontonan, laga yang tidak disiarkan langsung ini juga menegaskan bagaimana lanskap tinju sedang bergeser. Pertemuan Fury dan Joshua diperkirakan akan hadir di Netflix, yang disebut memiliki lebih dari 325 juta pelanggan di seluruh dunia.

Netflix juga tercatat pernah mendulang sukses besar dari konten tinju. Kisah paling menonjol datang saat Jake Paul melawan mantan juara kelas berat Mike Tyson pada November 2024, yang diperkirakan menarik sekitar 125 juta penonton secara global.

Di kartu yang sama, Katie Taylor juga meraih kemenangan atas Amanda Serrano. Pertarungan tersebut disebut menarik sekitar 74 juta penonton langsung di seluruh dunia.

Jangkauan platform untuk olahraga tempur terus melebar. Kemenangan Terence Crawford atas Saul “Canelo” Alvarez disebut menarik sekitar 41,4 juta penonton, sementara pertarungan Joshua melawan Paul pada Desember membawa 33 juta penonton.

Netflix juga telah masuk ke ajang MMA. Laga Ronda Rousey melawan Gina Carano dilaporkan mencapai puncak sekitar 17 juta penonton di seluruh dunia, dan disebut sebagai rekor tontonan untuk cabang olahraga tersebut.

Dengan kondisi Fury yang bertarung tanpa siaran langsung dan tetap menjadi bagian dari rangkaian konten Netflix, terlihat jelas bahwa fokus penonton tidak hanya tertuju pada duel di ring. Cerita yang menyertainya, termasuk rekaman di belakang layar, semakin menjadi bagian penting dari cara pertarungan dikemas dan dikonsumsi.

Pada akhirnya, malam di Pattaya mengukuhkan bahwa Fury terus bergerak untuk menjaga arah duel besar. Sementara Joshua menyiapkan pertarungan comeback melawan Kristian Prenga, Fury telah menyelesaikan “ujiannya”, dan tinggal menunggu kesepakatan berikutnya agar duel yang dinanti bisa resmi dipastikan.