Otomotif

Lepas Bidik Serah Terima Unit Perdana di GIIAS 2026

×

Lepas Bidik Serah Terima Unit Perdana di GIIAS 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Lepas Targetkan Serah Terima Mobil Perdana di GIIAS 2026

jurnalistik.co.id – Lepas menargetkan momen serah terima unit perdana kepada konsumen di Indonesia berlangsung paling cepat pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Perusahaan menempatkan penjadwalan tersebut sebagai langkah awal setelah proses pemesanan dimulai sejak tahun 2025 dan seiring pembangunan jaringan diler di sejumlah kota.

Vice Country Director Lepas Indonesia, Temmy Wiradjaja, menyampaikan bahwa pemesanan kendaraan sebenarnya sudah mulai diterima ketika merek tersebut diperkenalkan kepada publik pada 2025. Ia juga menekankan bahwa respons pasar telah terlihat sejak awal, meski perusahaan belum merinci jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK).

“Sudah ada pemesanan. Memang dari tahun 2025 sejak kami perkenalkan pun, ada beberapa konsumen yang istilahnya saya pesan, saya mau pesan, saya mau unit mobil tersebut,” kata Temmy di Jakarta (26/7/2026).

Menurut Temmy, pihaknya berencana menggelar acara yang berkaitan dengan serah terima di masa penyelenggaraan GIIAS. Ia berharap tahap awal ini bisa berjalan selaras dengan agenda pameran yang biasanya berlangsung pada periode akhir Juli hingga awal Agustus.

“Sudah ada pemesanan mobil dan kami akan segera serah terima. Mudah-mudahan di minggu GIIAS nanti, kami ada event untuk acara itu,” ujarnya.

Dalam rencana tersebut, pengiriman unit kepada konsumen ditargetkan paling cepat saat GIIAS 2026. Perusahaan juga mengaitkan peningkatan jumlah SPK dengan bertambahnya diler yang mulai beroperasi, sehingga akses layanan dan jangkauan ke konsumen menjadi lebih luas.

Temmy menyatakan, “Sudah ada angka, saya seperti biasa mungkin tidak bisa sampaikan secara detail. Tapi kami ada beberapa konsumen yang cukup antusias, dengan bertambahnya diler-diler juga yang sudah beroperasi, ada beberapa SPK yang sudah masuk,”.

Lepas, meski telah menerima pemesanan, belum menetapkan target penjualan atau target SPK untuk waktu dekat. Perusahaan memilih memusatkan perhatian pada penguatan jaringan diler agar layanan kepada konsumen dapat berjalan lebih optimal.

“Jadi target memang kami seperti tadi disampaikan, kami fokus untuk memperluas jaringan, untuk memperluas jangkauan ke konsumen supaya lebih dekat lagi dengan konsumen,” ujar Temmy.

Dalam pendekatan yang dijelaskan Temmy, pengembangan jaringan diler dipandang sebagai cara untuk membuat masyarakat lebih mudah mengenal produk sekaligus mencoba kendaraan secara langsung. Ia menempatkan pengalaman berkendara sebagai faktor penting sebelum perusahaan berbicara lebih jauh mengenai angka penjualan.

“Pertama, harus mencoba pengalaman mengendarai mobil ini terlebih dahulu. Mungkin nanti baru dari situ kita akan bicara ke angka, ke target. Saat ini masih difokuskan untuk meningkatkan pelayanan kapasitas kami di jaringan diler supaya lebih dekat dengan masyarakat,” kata Temmy.

Dengan demikian, serah terima unit perdana yang ditautkan ke GIIAS 2026 menjadi tonggak awal bagi Lepas di pasar Indonesia. Sementara itu, fokus jangka pendek tetap diarahkan pada perluasan jaringan dan kesiapan layanan agar proses pemesanan yang sudah berjalan sejak 2025 dapat diikuti oleh pengalaman konsumen yang lebih terhubung.

Jika rencana tersebut berjalan sesuai jadwal pameran, Lepas menempatkan momentum GIIAS sebagai tahap konkret untuk menyatukan minat konsumen dengan kapasitas layanan di jaringan diler yang terus bertambah.

Lebih lanjut, langkah yang ditempuh perusahaan diposisikan sebagai rangkaian berurutan: setelah merek dikenalkan ke publik pada 2025 dan pemesanan mulai diterima, progres berikutnya adalah menyiapkan ekosistem layanan melalui pembangunan jaringan diler di sejumlah kota. Dari situ, tahapan serah terima unit perdana diarahkan ke momen GIIAS 2026.

Dalam konteks respons pasar, perusahaan menggarisbawahi bahwa minat konsumen sudah muncul sejak periode awal, bahkan ketika rincian surat pemesanan kendaraan belum diuraikan secara spesifik. Temmy juga menyinggung adanya konsumen yang sejak awal menyampaikan keinginan untuk memperoleh unit, dan diiringi bertambahnya diler yang sudah beroperasi sehingga proses administrasi pemesanan berjalan lebih bertaut ke kebutuhan layanan.

Di sisi lain, perusahaan belum memasang target penjualan maupun target SPK dalam waktu dekat. Pilihan itu selaras dengan fokus penguatan jaringan diler agar layanan kepada konsumen dapat berjalan lebih optimal. Dengan perluasan jangkauan, konsumen diharapkan semakin mudah mendapatkan akses informasi dan pendampingan sejak awal sampai tahap serah terima.

Pendekatan tersebut juga tercermin pada cara perusahaan memandang perjalanan konsumen. Temmy menekankan bahwa pengalaman langsung untuk mencoba kendaraan menjadi langkah penting sebelum perusahaan membahas angka dan target lebih jauh. Karena itu, adanya rencana acara yang dikaitkan dengan minggu penyelenggaraan GIIAS diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyatukan ketertarikan konsumen dengan kesiapan layanan di jaringan diler.