jurnalistik.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit Toyota Alphard milik Bupati Lombok Barat nonaktif, Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Penyitaan dilakukan dalam penggeledahan pada Kamis (23/7/2026).
Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mobil itu diamankan dari rumah Ahmad Zaini dan saat ini dititipkan di Mako Brimob, Lombok Barat. KPK menyebut langkah penyitaan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian proses hukum terkait dugaan suap, benturan kepentingan, dan gratifikasi.
Budi menyampaikan, “Salah satu yang dilakukan penyitaan dalam kegiatan ini yaitu 1 unit mobil Toyota Alphard, yang diduga diterima Bupati LAZ dari ALG (Alvonsus Gani) selaku pihak swasta, terkait proyek-proyek di PT AMGM,” sebagaimana dikutip dalam rilis pemberitaan.
Ia menambahkan bahwa penggeledahan dilakukan untuk mencari alat bukti tambahan setelah KPK menetapkan Ahmad Zaini serta dua pihak swasta sebagai tersangka. Dengan demikian, mobil tersebut diposisikan sebagai salah satu item yang diduga terkait dengan rangkaian perkara yang sedang ditangani KPK.
KPK mengamankan Alphard dari lokasi penggeledahan, namun untuk spesifikasi teknisnya, informasi yang beredar didasarkan pada tampilan eksterior mobil. Berdasarkan foto yang terlihat, kendaraan itu diduga merupakan Toyota Alphard generasi ketiga berkode AH30 versi facelift yang dipasarkan di Indonesia pada periode 2018 hingga 2023.
Beberapa ciri yang disebut mengarah pada model facelift tersebut antara lain gril depan berukuran besar dengan bilah krom vertikal khas versi facelift, lampu depan LED dengan desain terbaru, serta pelek dual-tone berukuran 17 inci yang umum digunakan pada varian 2.5 G. Meski begitu, informasi tahun produksi tidak bisa dipastikan hanya dari tampilan luar karena periode produksi 2018 hingga 2022 memiliki desain eksterior yang nyaris identik.
Untuk memastikan tahun pembuatan dan varian yang tepat, diperlukan identitas kendaraan seperti nomor rangka (VIN) atau data pada STNK. Dengan keterangan resmi tersebut, barulah spesifikasi detail bisa dikunci secara lebih akurat, bukan sekadar perkiraan dari bentuk bodi.
Berita Terkait
Kisaran harga saat diperkenalkan dan di pasar bekas
Pada awal penjualan, Toyota Alphard 2.5 G facelift dibanderol sekitar Rp 1,05 miliar hingga Rp 1,2 miliar, bergantung tahun produksi serta penyesuaian harga. Sementara itu, di pasar mobil bekas pada 2026, kisarannya disebut mulai dari Rp 750 jutaan.
Rinciannya, Alphard 2.5 G 2018 berada di kisaran Rp 750 juta–Rp 850 juta, Alphard 2.5 G 2019 sekitar Rp 800 juta–Rp 900 juta, Alphard 2.5 G 2020 kira-kira Rp 900 juta–Rp 1 miliar, serta Alphard 2.5 G untuk rentang 2021–2022 berada pada kisaran Rp 975 juta–Rp 1,15 miliar.
Spesifikasi Toyota Alphard 2.5 G facelift (AH30)
Alphard 2.5 G facelift (AH30) menggunakan mesin bensin 2AR-FE berkapasitas 2.494 cc dengan konfigurasi empat silinder segaris (inline) DOHC Dual VVT-i. Mesin ini disebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 180 PS atau sekitar 177 Tk pada 6.000 rpm, serta torsi puncak 235 Nm pada 4.100 rpm.
Daya disalurkan ke roda depan melalui transmisi CVT. Untuk kebutuhan bahan bakar, kendaraan menggunakan bensin dengan nilai oktan minimal RON 92, dan ditopang tangki berkapasitas 75 liter.
Dari sisi ukuran, MPV premium ini memiliki panjang 4.945 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.895 mm, dengan jarak sumbu roda 3.000 mm. Ground clearance tercatat 160 mm.
Rangkaian kaki-kaki memakai suspensi MacPherson Strut di bagian depan dan Double Wishbone di bagian belakang. Sistem pengereman juga disebut menggunakan cakram berventilasi pada keempat roda.












