Olahraga

Lionel Scaloni Singgung Tak Ada Tim Favorit Jelas di Piala Dunia 2026

×

Lionel Scaloni Singgung Tak Ada Tim Favorit Jelas di Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kata Pelatih Argentina soal Tim Favorit Juara Piala Dunia 2026

jurnalistik.co.id – Lionel Scaloni memandang Piala Dunia 2026 sebagai edisi yang sangat menantang. Menurut pelatih Argentina itu, sulit menemukan satu tim yang benar-benar tampil sebagai favorit jelas, berbeda dari sejumlah turnamen sebelumnya.

Menjelang pertandingan Argentina melawan Timnas Mesir pada babak 16 besar, Scaloni menilai seluruh tim menghadapi kondisi yang serupa. Ia menegaskan, dinamika kompetisi kali ini membuat persaingan terasa lebih terbuka.

“Saya pikir Piala Dunia ini sangat sulit bagi semua tim. Rasanya tidak ada favorit yang benar-benar menonjol,” ujar Scaloni dalam konferensi pers pada Senin (6/7/2026) waktu setempat, seperti dikutip dari Reuters.

Scaloni menjelaskan bahwa sebelum turnamen dimulai, banyak pihak cenderung memprediksi beberapa tim akan menonjol dan mendominasi. Namun, ketika pertandingan berjalan, kenyataannya tidak sesuai ekspektasi tersebut.

Ia melanjutkan, “Tidak ada tim nasional yang, seperti yang kita lihat sebelum Piala Dunia, benar-benar menjadi favorit yang jelas. Kondisinya juga sangat berbeda dibanding edisi-edisi sebelumnya.”

Tidak ada tim yang ‘menang telak’ sejak awal

Pelatih berusia 48 tahun itu menilai, peta persaingan menjadi lebih rapat sehingga sulit bagi satu tim untuk terus terlihat superior dari pertandingan ke pertandingan. Ia menekankan bahwa penilaian atas kekuatan tim tidak bisa disamakan begitu saja dengan edisi-edisi terdahulu.

Scaloni juga menyoroti bahwa perubahan pola tersebut terlihat saat turnamen memasuki fase-fase krusial. Dengan begitu, tim yang datang sebagai unggulan tetap harus membuktikan performa mereka di lapangan.

Dalam konteks itu, ia menilai Argentina pun mengalami momen yang memperlihatkan betapa ketatnya kompetisi. Salah satu contohnya terjadi ketika timnya nyaris tersingkir dalam duel melawan Cape Verde.

Jadwal padat dan kondisi fisik yang terkuras

Bagi Scaloni, faktor yang berkontribusi terhadap sulitnya turnamen ini salah satunya adalah padatnya kalender pertandingan yang dijalani para pemain sebelum tampil di Piala Dunia. Ia menyebut, tidak sedikit pemain datang ke turnamen dengan kondisi fisik yang sudah menurun.

“Saya memahami sebagian besar pemain sudah menjalani sangat banyak pertandingan. Kaki mereka sudah lelah. Itulah sebabnya level permainan mungkin tidak seperti yang biasa kita lihat,” jelas dia.

Dengan gambaran tersebut, Scaloni melihat bahwa performa tidak lagi selalu bergerak dalam ritme yang identik dengan turnamen pada kondisi ideal. Kelelahan, menurutnya, berpengaruh pada cara tim menjaga tempo dan mengeksekusi peluang.

Ia kemudian menambahkan bahwa tantangan tidak berhenti pada aspek kebugaran. Ada sejumlah hal lain yang turut mempersulit setiap tim untuk menampilkan permainan terbaik.

Perjalanan, cuaca panas, hingga kondisi lapangan

Scaloni menyoroti faktor-faktor seperti perjalanan antarkota, cuaca panas, dan karakter lapangan. Ia juga menyebut rumput serta kondisi bola yang kadang tidak bergerak dengan baik sebagai variabel yang ikut memengaruhi jalannya pertandingan.

“Piala Dunia ini sulit. Perjalanan, cuaca panas, lapangan, rumput, kadang bola tidak bergerak dengan baik. Ada banyak faktor yang membuat tim sulit benar-benar menunjukkan superioritasnya,” ujarnya.

Menurutnya, kombinasi berbagai faktor itu membuat penampilan tim tidak selalu berjalan sesuai rencana awal. Akibatnya, perbedaan kualitas antar tim tidak selalu terlihat secara konsisten di setiap pertandingan.

Dalam situasi seperti itu, Scaloni tampak ingin menegaskan bahwa hasil yang muncul bisa menjadi cerminan dari adaptasi setiap tim terhadap kondisi pertandingan. Bukan semata-mata soal keunggulan di atas kertas sebelum kick-off.

Argentina: menang empat kali, tapi tetap ada ruang perbaikan

Meski menilai kualitas permainan banyak tim menurun, Scaloni menyatakan ia tetap puas dengan langkah Argentina sejauh ini. La Albiceleste, menurutnya, mampu menyapu bersih empat pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026.

Namun, ia juga mengakui bahwa perjalanan itu tidak berjalan mulus sepenuhnya. Pada babak 32 besar, Argentina sempat dibuat kerepotan oleh Cape Verde sebelum akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 3-2 melalui perpanjangan waktu.

“Kami memenangkan empat pertandingan dan saya pikir itu alasan untuk merasa puas. Selalu ada hal yang bisa diperbaiki, bahkan ketika Anda menang,” kata Scaloni.

Ucapannya menegaskan bahwa kemenangan tidak otomatis menutup evaluasi. Scaloni menempatkan kemenangan sebagai modal, sekaligus mengingatkan bahwa tim tetap harus merapikan aspek-aspek yang masih bisa ditingkatkan.

Dengan pandangan itu, pertandingan Argentina menghadapi Timnas Mesir di babak 16 besar akan menjadi bagian dari kelanjutan tantangan yang ia gambarkan sejak awal. Menurut Scaloni, turnamen yang sangat sulit ini menuntut ketahanan, adaptasi, dan konsistensi—bukan sekadar percaya pada prediksi sebelum kompetisi dimulai.