jurnalistik.co.id – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melepas 2.914 mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) periode Juli–Agustus 2026 untuk diterjunkan ke 28 kabupaten di Jawa.
Acara pelepasan berlangsung pada Selasa (7/7/2026) di Gedung Auditorium UNS Solo, Jawa Tengah, dan dihadiri Rektor UNS Solo, Hartono, serta Bupati Sragen, Sigit Pamungkas.
Dalam sambutannya, Hartono menyampaikan bahwa penempatan mahasiswa KKN tahun ini paling banyak dialokasikan ke Kabupaten Sragen. Ia menyebut, “Kita tahun ini menerjunkan jumlah mahasiswa terbanyak di Kabupaten Sragen,” kata Hartono seusai melepas mahasiswa KKN.
KKN untuk menguatkan program pemerintah daerah
Hartono menjelaskan, alasan konsentrasi penempatan ke Sragen berkaitan dengan upaya membantu menyukseskan agenda pemerintah daerah setempat. Menurutnya, kerja KKN diharapkan turut mendukung program yang sedang berjalan di wilayah tersebut.
Pemkab Sragen, kata Hartono, tengah fokus mengentaskan stunting, program dandan omah (RTLH), serta pengurangan angka iliterasi atau ketidakmampuan membaca dan menulis/buta huruf. “Jadi memang kami komunikasi intens dengan Bapak Bupati dan Sekda. Jadi untuk istilahnya meningkatkan kerja sama. Salah satunya mengoptimalisasi mahasiswa KKN di Kabupaten Sragen,” ungkap dia.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara kampus dan pemda. Mahasiswa KKN, lanjut Hartono, tidak diposisikan sekadar menjalankan agenda akademik, tetapi diarahkan agar berkontribusi secara nyata terhadap kebutuhan program di masyarakat.
Rektor UNS Solo meminta agar seluruh mahasiswa memandang KKN sebagai ruang belajar langsung di lingkungan sosial desa. “Tidak hanya sekadar bagian tugas akademik. Tapi bagaimana mahasiswa itu bisa belajar langsung di kehidupan bermasyarakat,” paparnya.
Berita Terkait
Sekitar 300 mahasiswa UNS di Sragen
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyatakan Pemkab Sragen menerima dukungan untuk berbagai program yang sedang dijalankan. Ia menyebut bahwa sekitar 300 mahasiswa UNS melaksanakan KKN di Kabupaten Sragen.
Mahasiswa tersebut, kata Sigit, disebar ke berbagai wilayah dan bergerak bersama mahasiswa KKN dari kampus lain yang juga ditempatkan di Sragen. “Di Kabupaten Sragen sendiri ada program dandan omah, program pengentasan stunting, dan program untuk pengurangan angka iliterasi,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Sigit berharap mahasiswa KKN mampu bersinergi dalam mendukung program pemerintah daerah. Ia menambahkan, “Di Sragen ada 300-an mahasiswa yang diterjunkan UNS dan ini berbarengan dengan berbagai kampus lain di Indonesia yang juga KKN di Sragen,” imbuh Sigit.
Dengan penempatan terbesar di Sragen serta fokus pada agenda stunting, dandan omah (RTLH), dan pengurangan angka iliterasi, pelepasan KKN periode Juli–Agustus 2026 ini diharapkan menjadi jembatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam melibatkan mahasiswa secara langsung di masyarakat.
Sebanyak 2.914 mahasiswa yang diberangkatkan dalam program kuliah kerja nyata (KKN) periode Juli–Agustus 2026 tersebut akan diterjunkan ke 28 kabupaten di Jawa. Dari keseluruhan penempatan itu, Kabupaten Sragen menjadi wilayah dengan porsi terbesar, sehingga diharapkan mahasiswa dapat ikut menguatkan pelaksanaan program yang memang sedang menjadi fokus pemda setempat.
Pemkab Sragen menempatkan sejumlah prioritas dalam upaya meningkatkan kondisi masyarakat, mulai dari langkah pengentasan stunting, program dandan omah (RTLH), hingga upaya menurunkan angka ketidakmampuan membaca dan menulis atau buta huruf. Dalam pandangan Rektor UNS Solo, penempatan mahasiswa diarahkan agar kontribusinya selaras dengan agenda tersebut, sekaligus memperkuat kerja sama yang selama ini dijalin antara kampus dan pemerintah daerah.
Di sisi lain, Bupati Sragen menegaskan bahwa sekitar 300 mahasiswa UNS diterjunkan dan disebar ke berbagai wilayah di Kabupaten Sragen. Para mahasiswa juga bekerja berbarengan dengan mahasiswa KKN dari kampus lain yang menjalankan program serupa di lokasi yang sama, sehingga kolaborasi antarkomunitas dan sinergi dukungan terhadap program daerah dapat terbentuk lebih kuat.












