Olahraga

Luke Littler mempertahankan gelar World Matchplay 2026 dan merombak rekor rata-rata Phil Taylor

×

Luke Littler mempertahankan gelar World Matchplay 2026 dan merombak rekor rata-rata Phil Taylor

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: World Matchplay darts 2026 results: Luke Littler defends title and smashes Phil Taylor's average record

jurnalistik.co.id – Luke Littler menegaskan dirinya sebagai raja baru World Matchplay 2026. Di Blackpool, ia sukses mempertahankan gelar dengan kemenangan meyakinkan atas Gerwyn Price melalui skor akhir 18-9.

Keberhasilan ini membuat Littler menjadi sosok ketiga yang mampu meraih kemenangan beruntun di turnamen tersebut. Statusnya juga semakin kokoh karena ia tampil sebagai peringkat satu dunia selama pekan kompetisi.

Final yang dikendalikan sejak awal

Littler melangkah ke partai puncak sebagai favorit utama. Di momen krusial, ia mencetak finish 167 pada leg keempat untuk membuka keunggulan lebih cepat, yang kemudian mengantarkannya memimpin pada mini-session pertama dengan hasil 4-1.

Ritme permainan Littler terus berlanjut setelah itu. Ia membesarkan margin menjadi 8-2 sambil mempertahankan rata-rata permainan yang tinggi, tercatat 114.74 pada periode tersebut.

Pada fase ini, catatan yang ia sentuh terasa dekat. Taylor sebelumnya pernah membukukan rekor rata-rata 114.99 dalam pertandingan Matchplay mana pun, dan angka Littler membuatnya berada dalam jangkauan untuk menyamai capaian itu.

Memasuki dua sesi berikutnya, performa Littler sedikit melandai. Namun ia tetap mampu mengunci kedua sesi dengan skor 3-2, sehingga posisinya tetap kokoh menuju akhir pertandingan.

Ketika pertandingan tinggal menentukan satu langkah, Littler kembali menunjukkan ketajaman. Ia melakukan 148 checkout yang brilian untuk membawa dirinya hanya selangkah lagi dari kemenangan, sekaligus menjadi leg dengan ton-plus ke enam di final tersebut.

Setelah itu, ia tidak memberi ruang bagi Price untuk membalikkan keadaan. Dengan konsistensi pada leg-leg penentunya, Littler akhirnya memastikan kemenangan dan menambah gelar ranking keempat untuk kalender tahun ini.

Rekor rata-rata turnamen dan final

Kemenangan Littler bukan sekadar soal skor. Ia juga menorehkan rekor rata-rata yang mempertegas dominansinya sepanjang turnamen.

Secara keseluruhan, ia menyelesaikan pekan dengan rata-rata 111.04. Angka ini melampaui catatan Phil Taylor yang pernah bertahan sebagai rekor 106.31 pada 2010.

Puncaknya terjadi ketika pertandingan final berlangsung. Littler mencatat rata-rata 111.53 di partai puncak, sekaligus membuat rekor final baru. Ia melewati pencapaian Taylor sebelumnya, yakni rata-rata 111.23 saat final melawan Adrian Lewis pada 2013.

Di sisi lain, Price tetap mampu bersaing di beberapa fase meski akhirnya kalah telak. Ia rata-rata 104.97 pada final, menandai bahwa meski tersendat, ia tetap memberikan perlawanan yang terukur.

Dampak bagi klasemen PDC

Gelar World Matchplay 2026 juga membawa konsekuensi besar pada perburuan peringkat. Littler mengantongi hadiah uang sebesar ÂŁ225,000 atas kemenangan turnamen.

Dengan tambahan tersebut, total poin/pendapatan peringkatnya dalam order of merit dua tahun PDC kini mencapai ÂŁ3,143,500. Selisihnya terhadap Luke Humphries di posisi kedua disebut sebesar ÂŁ2.13m.

Littler juga berbagi refleksi setelah pertandingan. Ia mengatakan, “It’s been a crazy week, one of the best weeks of my life with the darts I’ve played,” lalu menambahkan bahwa meski statistik terlihat mudah, kenyataannya tampil di panggung dengan ketatnya permainan tidaklah sederhana.

Bagi Price, hasil pekan ini tetap membawa dampak positif. Ia tidak hanya mencatat penampilan yang kuat, tetapi juga naik ke urutan keempat dalam order of merit. Ia sekaligus merebut kembali status Welsh number one dari Jonny Clayton.

Catatan 167, 180, dan rekor turnamen

Di luar rata-rata, final ini juga diwarnai penampilan bernilai tinggi. Saat Littler mengunci dominasi, ia juga menyumbang 12 kali 180 pada final, sebuah capaian yang menjadi rekor baru untuk turnamen tersebut.

Total 180 yang dibukukan sepanjang turnamen itu mencapai 66. Angka ini melampaui jumlah yang ia catat pada tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, pertandingan menunjukkan perpaduan antara ketepatan finishing dan kestabilan rata-rata yang jarang muncul dalam skala final sebesar World Matchplay. Littler keluar sebagai pemenang dengan cara yang meyakinkan—dan yang lebih penting, ia menulis ulang tolok ukur baru melalui rekor rata-rata turnamen serta rekor rata-rata final.