Otomotif

Martin dan Ogura Jelaskan Alasan Pindah dari Aprilia ke Tim Pabrikan Yamaha

×

Martin dan Ogura Jelaskan Alasan Pindah dari Aprilia ke Tim Pabrikan Yamaha

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Alasan Jorge Martin dan Ai Ogura Pilih Gabung ke Yamaha

jurnalistik.co.id – Jorge Martin dan Ai Ogura resmi disebut akan membela tim pabrikan Yamaha pada MotoGP musim depan. Keputusan ini sekaligus mengubah peta kekuatan yang selama ini dipengaruhi Aprilia.

Langkah Martin dan Ogura tergolong berani karena Aprilia tengah memimpin klasemen kejuaraan dunia, sementara Yamaha berada di posisi buncit pada klasemen konstruktor. Di saat yang sama, MotoGP musim depan juga memasuki babak baru dengan regulasi mesin 850cc serta pasokan ban dari Pirelli.

Untuk Martin, kepastian pindahnya ke Yamaha tidak serta-merta membuatnya membuka detail proses negosiasi. Ia memilih menekankan bahwa keputusan tersebut berangkat dari kebutuhan karier dan kondisi keluarganya.

“Saya tidak ingin membahasnya terlalu dalam, tetapi saya selalu mengambil keputusan yang saya anggap terbaik untuk diri saya sendiri, keluarga, dan masa depan saya,” ujar Martin, dikutip dari Crash, Jumat (10/7/2026). Martin menambahkan bahwa pilihan ini baginya serupa dengan langkah-langkah sebelumnya ketika ia memutuskan berpindah tim.

Ia menyebut, saat memulai kariernya ia lebih dulu memilih Ducati, kemudian melanjutkan dengan pindah ke Aprilia, dan kini berlabuh ke Yamaha. Meski musim depan berpotensi membuatnya menggunakan nomor start #1 jika menjadi juara dunia tahun ini, Martin mengaku tidak ingin terlalu memikirkan status klasemen saat ini.

Pertimbangan Ogura: kesempatan membalap untuk pabrikan Jepang

Senada, Ogura juga belum bersedia membeberkan rincian kontraknya bersama tim pabrikan Yamaha. Bagi pebalap asal Jepang itu, ia melihat perpindahan ini sebagai sesuatu yang positif untuk dirinya.

“Ada banyak hal yang tidak bisa saya jelaskan di sini. Saya hanya melihat ini sebagai hal yang baik untuk saya, karena itulah saya memutuskannya. Seberapa kuat kami nantinya, itu baru akan kita ketahui di masa depan,” kata Ogura. Ia menyampaikan hal tersebut dengan tetap menjaga fokus pada apa yang akan dibuktikan bersama tim Yamaha ke depan.

Meski begitu, Ogura tidak menutup pengakuan bahwa ada kebanggaan tersendiri saat bisa membela merek Jepang. Apalagi, ia akan naik kelas ke tim utama setelah dua musim menjalani masa pembelajaran bersama tim satelit Trackhouse.

“Sebagai pebalap Jepang, sangat penting untuk bisa membalap bersama tim pabrikan, khususnya untuk merek Jepang. Selain itu, memiliki rekan setim yang kuat seperti Jorge juga sangat penting. Ini akan menjadi hal yang menarik,” ucap Ogura.

Fokus sisa musim: menyelesaikan tanggung jawab di Aprilia dan Trackhouse

Walaupun masa depan keduanya sudah mengarah ke Yamaha, Martin dan Ogura menegaskan fokus utama saat ini adalah menyelesaikan musim dengan maksimal bersama tim yang mereka bela sekarang. Martin menyatakan masih perlu meningkatkan performanya karena ia merasa masih kekurangan kecepatan pada beberapa balapan terakhir.

Ia juga mengaitkan evaluasinya dengan pengamatan terhadap performa para pebalap Trackhouse yang tampil lebih cepat. Dengan kata lain, ia menganggap sisa balapan musim ini sebagai waktu untuk memperbaiki aspek yang masih tertinggal.

Sementara itu, Ogura yang pekan ini akan berlaga di GP Jerman menargetkan hasil yang realistis. Ia memasang target untuk menembus posisi enam besar di Sirkuit Sachsenring, trek yang dinilainya cukup menyulitkan.

Dengan perpindahan besar menuju Yamaha yang telah dikonfirmasi, perhatian kini kembali terkonsentrasi pada bagaimana keduanya menutup musim ini. Baik Martin maupun Ogura tampak memilih menjaga arah, sambil tetap bekerja untuk hasil terbaik di balapan-balapan yang masih tersisa.

Perpindahan Martin dan Ogura juga terjadi saat MotoGP bersiap menghadapi perubahan yang memengaruhi strategi, mulai dari penggunaan mesin 850cc hingga skema pasokan ban Pirelli. Adaptasi terhadap karakter motor dan ban, menurut cara pandang mereka, menjadi bagian dari pekerjaan yang perlu dimatangkan lebih awal lewat pelaksanaan sisa musim.

Di tengah peta persaingan yang ikut bergeser, keduanya sama-sama menahan diri untuk tidak mengurai detail kontrak secara berlebihan, lalu mengarahkan energi pada evaluasi di tim yang sekarang. Martin menilai masih ada aspek kecepatan yang perlu ditingkatkan dari balapan ke balapan terakhir, sedangkan Ogura memilih menetapkan target yang realistis untuk laga berikutnya, termasuk dorongan menembus enam besar di Sachsenring.