jurnalistik.co.id – Menembus persaingan balap motor tingkat dunia menuntut persiapan yang matang sejak dini. Pebalap WorldSSP Aldi Satya Mahendra menilai, mulai menekuni balap ketika usia sudah menginjak belasan tahun membuat peluang mengejar ketertinggalan di kompetisi modern semakin sulit.
Menurut Aldi, dunia balap profesional sekarang bergerak dengan ritme perkembangan kemampuan yang sangat cepat. Karena itu, langkah awal dinilai perlu dilakukan sedini mungkin agar insting balap dapat terbentuk dengan lebih sempurna.
Dalam kesempatan berbincang di Jakarta pada Sabtu (20/6/2026), Aldi menyebut memulai dari usia yang masih sangat kecil akan memberi keuntungan perkembangan yang nyata. Ia menegaskan pendapatnya dengan kalimat, “Pastinya kalau bisa dimulai dari usia dini karena kalau sudah semakin tua, misal 11-12 tahun, menurut saya sudah telat,” ujar Aldi saat ditemui di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Lebih lanjut, Aldi mengaitkan pengenalan motor sejak dini dengan perbedaan pola pikir dan fokus pada anak yang mulai lebih awal. Ia mengatakan anak-anak yang sudah diperkenalkan dengan motor sejak usia di bawah 10 tahun akan memiliki mentalitas serta fokus yang sangat berbeda.
Perbedaan mindset sejak kecil jadi pembeda utama
Di sudut pandangnya, perbedaan mindset sejak kecil tidak hanya terasa di tahap latihan, tetapi juga muncul ketika para pebalap sudah dewasa dan berkompetisi di level yang lebih tinggi. Ia melihat, anak yang tumbuh dalam lingkungan balap memiliki ketertarikan dan cara pandang yang lebih selaras dengan kebutuhan balap motor.
Untuk menjelaskan perbedaan tersebut, Aldi menyampaikan, “Karena mindset -nya pasti beda sama anak yang start dari umur 7-6 bahkan 5 (tahun). Itu pasti dia interest buat di balap motor sangat beda. Menurut saya kalau bisa start dari umur-umur 5-8 tahun,” kata pebalap berusia 19 tahun tersebut.
Ia kemudian menempatkan rentang usia 5 sampai 8 tahun sebagai fase yang dinilai ideal untuk memulai. Dengan pendekatan itu, Aldi ingin menekankan bahwa pengenalan sedini mungkin bukan sekadar soal waktu, melainkan soal bagaimana minat, insting, dan kebiasaan bertumbuh sejak awal.
Jejak karier Aldi dibangun bertahap sejak usia belia
Pandangan Aldi mengenai pentingnya mulai dari usia dini tidak lepas dari jejak perjalanannya sendiri. Ia mengaku memulai jejak balapnya secara bertahap sejak masih sangat muda, dimulai dari jalur nasional sebelum kemudian melebar ke kompetisi internasional.
Aldi sudah menapakkan kakinya di dunia balap pada taraf nasional pada tahun 2015 saat baru berusia 9 tahun. Ia menyebut modal memulai sejak dini membuat jalur menuju kompetisi internasional terbuka lebih cepat.
Setelah itu, kariernya terus naik ke jenjang berikutnya. Pada 2019, ketika usianya baru 12 tahun, Aldi sudah tampil di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) dengan membela tim Yamaha Racing Indonesia.
Selanjutnya pada tahun 2022, Aldi naik kelas ke kategori Asia Production 250 (AP250) pada usia 15 tahun. Dari sana, ia kemudian melebarkan sayap ke Eropa untuk bertanding di ajang Yamaha Blu Cru European Championship 2023 pada usia 16 tahun.
Pada musim 2022, Aldi juga tercatat tergabung dalam kuartet pebalap Yamaha Racing Indonesia bersama Galang Hendra Pratama, M. Faerozi Toreqottullah, dan Anggi Setiawan. Perjalanan ini memperlihatkan bagaimana pengalaman balapnya dibentuk melalui tahapan kompetisi yang berbeda.
Salah satu momen yang turut menjadi catatan perjalanan Aldi terjadi pada Yamaha R3 bLU cRU European Championship 2023. Pebalap Indonesia itu berhasil memenangi race pertama dan kedua seri kelima yang digelar di Sirkuit Imola, Italia, pada Sabtu (15/7/2023).
Puncaknya datang pada tahun 2024, ketika Aldi sukses mengukir sejarah bagi Indonesia dengan keluar sebagai juara dunia WorldSSP 300 pada usia 17 tahun. Keberhasilan tersebut kemudian membawanya naik kelas ke WorldSSP pada tahun 2025 saat usianya menginjak 18 tahun.
Memasuki musim 2026, Aldi menjadi salah satu pebalap muda yang diperhitungkan di kelas WorldSSP menggunakan motor Yamaha YZF-R9 pada usia yang baru menginjak 19 tahun. Dengan rentang pencapaian yang ia tunjukkan dari usia belia, pendapat Aldi soal idealnya memulai balap pada usia 5 sampai 8 tahun terasa selaras dengan perjalanan karier yang ia jalani.
Secara keseluruhan, Aldi menekankan bahwa memulai lebih cepat memberi ruang bagi anak untuk membangun insting dan kebiasaan balap sejak fondasi terbentuk. Baginya, ketika start sudah berada di fase 11-12 tahun, waktu yang tersisa dinilai tidak lagi cukup untuk mengejar ketertinggalan yang terbawa dinamika kompetisi modern.






![[POPULER OTOMOTIF] Hasil Klasemen MotoGP, Jadwal MotoGP Ceko 2026 Otomotif 22 Juni 2026](https://jurnalistik.co.id/wp-content/uploads/2026/06/6a37121cc440a-180x130.jpeg)


