Olahraga

Jelang Final Piala Dunia, Pemain Rugby Inggris Pindah Hotel di Buenos Aires

×

Jelang Final Piala Dunia, Pemain Rugby Inggris Pindah Hotel di Buenos Aires

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Argentina v England: Tourists move Buenos Aires base to avoid World Cup party

jurnalistik.co.id – Menjelang partai final Piala Dunia yang menentukan perjalanan akhir musim panas mereka, tim rugby Inggris melakukan penyesuaian penting di Buenos Aires. Langkah ini diambil untuk menjaga jadwal kepulangan mereka ke London tetap berjalan semestinya, setelah potensi perayaan besar muncul di kota tersebut.

Pada Sabtu, tim asuhan Steve Borthwick akan bertanding melawan Argentina di Santiago del Estero pada pukul 20:10 BST. Lokasinya sekitar 600 mil arah barat laut dari ibu kota, dan pertandingan tersebut menjadi laga penutup tur musim panas bagi Inggris.

Setelah pertandingan di Santiago del Estero, skuad dijadwalkan kembali ke Buenos Aires pada Minggu. Keberangkatan penerbangan menuju London dilakukan pada Senin, sehingga perubahan akomodasi dianggap krusial bila perayaan publik berlangsung lebih ramai dari perkiraan.

Alasan perubahan tersebut berkaitan langsung dengan kemungkinan pesta World Cup di Buenos Aires. Bila Argentina mampu mengalahkan Spanyol pada final yang berlangsung Minggu, atmosfer di sekitar pusat kota diyakini dapat berubah menjadi keramaian berskala besar yang berpotensi mengganggu kenyamanan rombongan.

Selama beberapa pekan terakhir, Borthwick dan para pemain menjalani jadwal perjalanan yang padat, berpindah dari Johannesburg ke Liverpool, lalu ke Buenos Aires, sebelum rangkaian kegiatan berlanjut ke tempat lain. Dalam periode tersebut, mereka menempati hotel yang lokasinya tidak jauh dari Plaza de la Republica, alun-alun yang berada tepat dengan Monumen Obelisk di tengahnya.

Alun-alun itu menjadi salah satu titik keramaian yang terus menarik perhatian setelah laga-laga besar Argentina. BBC Sport mencatat bahwa sekitar lima juta orang turun ke jalan saat Argentina merayakan kemenangan Piala Dunia di Qatar empat tahun lalu. Empat tahun kemudian, malam menjelang hari Rabu juga dipadati kerumunan, ketika ribuan orang pesta hingga larut untuk merayakan kemenangan semifinal 2-1 atas Inggris.

Menjelang kepulangan, tim kini memilih untuk tinggal di hotel yang lebih dekat dengan Buenos Aires internasional, berada di wilayah pinggiran selatan, pada Minggu malam. Perubahan ini menjadi bagian dari upaya agar jadwal Senin pagi saat penerbangan menuju London tidak terseret keramaian yang muncul di area hotel lama.

Steve Borthwick menjelaskan langsung situasinya setelah pertandingan semifinal. Ia menyampaikan, “I wouldn’t suggest that everybody got a great night’s sleep last night – there were still fireworks going off at 4am this morning.”

Borthwick menambahkan detail penanganan dari pihak tim, “Most of us were on the other side of the hotel and earplugs were issued to everybody, so we were prepared.” Ia juga bercerita tentang suasana yang masih terlihat menjelang malam usai. Menurutnya, “I went up to the hotel terrace that overlooks the street fairly late and there were still a load of players just watching it and just taking it in.”

Bagi Borthwick, momen tersebut menjadi tontonan yang menunjukkan kuatnya atmosfer perjalanan. Ia menambahkan, “People jumping up and down for hours in the streets. Fireworks going off. It was something to see.” Ia mengakui bahwa semua orang berharap Inggris menang, tetapi juga melihat pengalaman tur sebagai bagian dari perjalanan. Pernyataannya ditutup dengan, “We’d obviously all wanted England to win but one of the experiences of touring is seeing a spectacle like that in a different part of the world.”

Suasana kota dan momen menjelang laga

Beberapa pemain juga terlihat menjadi bagian dari gesekan maupun respons massa di Plaza de la Republica. Di jam-jam sebelum pertandingan semifinal Rabu, Henry Pollock sempat menambah kebisingan setelah muncul video yang memperlihatkan aksi provokatif dari pemain berusia 21 tahun tersebut kepada pendukung yang berkumpul untuk pertandingan.

Insiden itu terjadi ketika Inggris tiba kembali dari sesi latihan ke hotel mereka dengan bus. Rekaman memperlihatkan Pollock memberi gestur kepada penonton dari jendela bagian atas, termasuk “giving them a thumbs down, sticking out his tongue and waving and shushing.”

Respon dari pendukung Argentina juga datang dengan cara mereka sendiri. Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa satu orang melakukan tindakan berupa “one punching the bus windows,” tepat saat kerumunan bereaksi terhadap aksi Pollock.

Borthwick kemudian menilai karakter Pollock sebagai sesuatu yang beresonansi dengan dinamika tim. Ia mengatakan, “Henry’s full of character,” lalu menambahkan pandangan bahwa tim memang menginginkan unsur tersebut bukan sebagai ornamen, melainkan sebagai bagian dari cara bermain dan budaya skuad. Pernyataannya berbunyi, “We want character in our game and we want character in our squad.”

Lebih lanjut, ia menyebut bagaimana keberagaman kepribadian hadir di tim. “This squad really embraces what he brings. It takes all kinds of different personalities and we’ve got some players who wouldn’t do that and then you’ve got Henry who would go and do that. We embrace it.”

Dalam penilaiannya, Borthwick juga menekankan konteks yang ia anggap positif. Ia mengatakan, “I think it was done in good nature and it came from a very good place.”

Dari sisi rekor pertemuan, Inggris memasuki laga ini dengan catatan yang kuat. Mereka telah memenangkan sembilan dari sepuluh pertemuan terakhir melawan “Pumas.” Catatan itu termasuk kedua Tes ketika Inggris menjalani tur tanpa kehadiran British and Irish Lions pada musim panas lalu.

Menjelang pertandingan terakhir mereka, Inggris mencatat kemenangan 27-23 atas Argentina di Twickenham melalui Allianz Stadium. Setelah laga tersebut, Felipe Contepomi selaku pelatih Argentina disebut terlibat dalam konfrontasi dengan Tom Curry, flanker Inggris, di terowongan stadion.

Untuk pertandingan berikutnya, Inggris menetapkan pilihan skuad dengan mempertahankan starting XV yang sama seperti saat mereka mengalahkan Fiji 73-8 pekan lalu. Sementara itu, Argentina membawa sejumlah pemain yang berbasis di Inggris, termasuk Santiago Carreras (Bath), Matias Moroni (Bristol), dan Guido Petti (Harlequins) yang tampil di lini belakang dan area lini kedua.

Susunan pemain Argentina disebutkan sebagai berikut: “Argentina; S Carreras; Delguy, Moroni, Piccardo, M Carreras; Albornoz, Garcia; Vivas, Montoya (capt), Rapetti, Petti, Alemanno, Grondona, Kremer, Oviedo. Replacements : Ruiz, Wenger, Delgado, Elias, Matera, Moro, Benitez Cruz, Cinti.”

Dengan perpaduan antara rekor pertemuan, susunan pemain, dan perhatian pada dinamika keramaian kota, perubahan hotel di Buenos Aires menjadi penanda bahwa Inggris tidak hanya memikirkan strategi pertandingan. Mereka juga menyiapkan kondisi di luar lapangan—agar perjalanan dari laga Sabtu ke penerbangan Senin dapat dijalankan dengan lebih tertib.