Olahraga

Open Championship 2026 di Royal Birkdale: Dan Brown memimpin jebakan skor Inggris, Tommy Fleetwood mulai dengan mantap

×

Open Championship 2026 di Royal Birkdale: Dan Brown memimpin jebakan skor Inggris, Tommy Fleetwood mulai dengan mantap

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: The Open Championship 2026: Dan Brown leads decent English showing at Royal Birkdale, with Tommy Fleetwood also making solid start

jurnalistik.co.id – Harapan “It’s Coming Home” akhir pekan ini masih terbuka, menyusul padamnya impian Inggris di Piala Dunia pada Rabu. Momentum itu kemudian memberi panggung kepada para pegolf terbaik Inggris untuk tampil di Royal Birkdale dan mengangkat suasana di tribun. Open Championship edisi ke-154 sudah memasuki fase awal, dan catatan hari pertama langsung memperlihatkan adanya alasan untuk berharap. Tak ada pegolf Inggris yang meraih gelar The Open dalam 34 tahun terakhir, sejak Sir Nick Faldo menang di Muirfield. Jika menoleh pada kemenangan yang terjadi di tanah Inggris, rentang tersebut kembali panjang: Tony Jacklin terakhir kali menjadi pemenang di Royal Lytham & St Annes pada 1969. Pada gelombang awal ini, Dan Brown menjadi nama yang paling menonjol dalam barisan Inggris. Pegolf berusia 31 tahun asal Yorkshire itu membukukan empat-under 66 saat putaran pertama bergulir, menempatkannya tepat di belakang pemuncak. Di papan skor awal, Brown tercatat berada di posisi dua bersama Im Sung-jae yang juga membukukan angka yang sama-sama kuat—sebuah indikator bahwa dirinya langsung menguasai ritme permainan sejak awal kompetisi. Brown memanfaatkan kondisi lapangan yang memungkinkan skor-skor tinggi lebih “terbaca” pada bagian-bagian awal di lapangan Merseyside. Meski baru berjalan hari Kamis, ia sudah menunjukkan arah permainan yang jelas. Ia menegaskan, “It's only Thursday but hopefully I'm in a sort of similar area on the leaderboard come Sunday,” sebuah pernyataan yang sekaligus menggambarkan keyakinannya untuk tetap berada di dekat puncak hingga akhir pekan. Pemimpin sementara adalah Jackson Suber dari Amerika dengan skor lima-under 67. Suber berada satu langkah di depan Brown, sementara sejumlah nama lain menempel dalam paket persaingan. Daftar peringkat putaran pertama yang paling cepat terbaca antara lain berisi D Brown (Eng) -4, Im Sung-jae (Kor) -4, dan beberapa pegolf lain yang berada di -3 seperti T Detry (Bel), R MacIntyre (Sco), F Molinari (Ita), A Smalley (US), dan deretan nama lainnya. Langkah Tommy Fleetwood juga menjadi sorotan tersendiri, terutama karena statusnya sebagai “local hero” dari Southport yang jaraknya relatif dekat dengan lokasi turnamen. Pada saat Royal Birkdale terakhir menjadi tuan rumah Open pada 2017, Fleetwood memulai dengan putaran enam-over. Tahun ini ia datang dengan tekad memperbaiki catatan tersebut, dan ia meresponsnya dengan solid: Fleetwood membukukan satu-under 69. Dengan hasil itu, Fleetwood kini punya ruang untuk membangun momentum pada tiga hari berikutnya. Turnamen semacam The Open memang jarang memberi “diskon” bagi pemain yang melorot terlalu jauh di awal, sehingga cara Fleetwood menutup putaran pertamanya memberi sinyal bahwa ia berniat memperpanjang peluangnya sampai ke fase akhir. Di sisi Inggris yang lain, ada enam pegolf yang juga mencatat skor di bawah par. Mereka adalah Jordan Smith, Matt Wallace, Laurie Canter, Alex Fitzpatrick, Matthew Southgate, dan Tyrrell Hatton. Kekuatan kedalaman pemain dalam tim tuan rumah ini penting, sebab persaingan memaksa setiap orang untuk menjaga konsistensi agar lolos ke pemotongan (cut) untuk melanjutkan permainan hari berikutnya. Namun tidak semua nama Inggris berjalan mulus sepanjang akhir putaran. Alex Fitzpatrick, yang sebelum turnamen termasuk salah satu kandidat unggulan, harus menutup putaran pertamanya dengan dua-over. Ia mengalami kesulitan setelah kondisi malam hari berubah menjadi lebih menantang, dengan lapangan yang lebih kencang dan lebih padat. Sementara itu, Rory McIlroy dari Irlandia Utara merasakan pergulatan yang serupa ketika angin menguat dan permainan berlangsung di hari yang sangat panas. Ia bermain bersama rekan setim di Ryder Cup, dan pada akhirnya mengakhiri putaran dengan 72. McIlroy tetap menyertakan satu birdie pada hole terakhir (hole 18), tetapi tetap belum cukup untuk mengimbangi skor-skor terbaik yang lebih awal tercatat. Kedua nama—Fitzpatrick dan McIlroy—terpantau berada tujuh pukulan di belakang Suber. Itu berarti, agar mereka bisa tetap berada dalam jarak yang relevan untuk akhir pekan, keduanya membutuhkan peningkatan signifikan pada putaran berikutnya. Mereka juga akan memulai permainan Jumat dengan situasi yang diharapkan lebih “jinak”, sehingga peluang menggeser posisi masih ada. Yang membuat Suber semakin menarik untuk diikuti adalah konteks latar belakangnya. Pegolf berusia 26 tahun itu sebelumnya bahkan belum pernah datang ke Eropa sebelum tiba untuk The Open. Dari total 27 hole yang sudah ia mainkan di turnamen ini, semuanya ia jalani di Birkdale selama pekan tersebut—sebuah fakta yang menambah nilai kejutan atas posisi puncaknya setelah putaran pertama. Di papan tengah, Robert MacIntyre dari Skotlandia berada dua pukulan di belakang Suber. Ia masuk dalam kelompok besar dengan tiga-under, dan di kelompok tersebut juga ada nama-nama besar yang biasa menentukan jalannya turnamen. Di antaranya adalah peraih dua gelar mayor, Bryson DeChambeau, serta veteran Italia Francesco Molinari. Dengan kondisi awal seperti ini, peluang Inggris untuk kembali menorehkan sejarah terasa lebih nyata—setidaknya dari cara para pemain memulai kompetisi. Di saat “It’s Coming Home” tetap jadi cerita yang menggantung, Royal Birkdale kini menjadi panggung tempat permainan jarak dekat, ketenangan membaca lapangan, dan disiplin mengelola skor akan menentukan siapa yang bertahan hingga Minggu.