Hukum & Kriminal

Keluarga Guru PPPK Korban Meninggal di Mes Polres Pessel Sumbar Tunggu Laporan Autopsi Organ Dalam

×

Keluarga Guru PPPK Korban Meninggal di Mes Polres Pessel Sumbar Tunggu Laporan Autopsi Organ Dalam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Keluarga Guru PPPK yang Tewas di Mes Polres Pessel Sumbar Tunggu Hasil Autopsi Organ Dalam

jurnalistik.co.id – Keluarga IPP (32), guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang ditemukan meninggal dunia di Mes Polres Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, masih menunggu hasil autopsi organ dalam guna mengungkap penyebab kematiannya secara pasti.

Hingga saat ini, pihak keluarga belum memperoleh hasil autopsi yang utuh karena sejumlah sampel organ dalam korban harus menjalani uji laboratorium lanjutan di Pekanbaru, Riau.

Pada proses yang berjalan, pemeriksaan awal telah dilakukan, namun kesimpulan yang dibutuhkan belum bisa ditetapkan hanya dari pemeriksaan tersebut.

Autopsi awal dilakukan di RS Bhayangkara Padang

Kuasa hukum keluarga korban, Rodi Candra, menjelaskan bahwa proses autopsi awal sebenarnya telah dilakukan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang pada Sabtu (27/6/2026).

Rodi mengatakan, pemeriksaan fisik luar yang telah dilakukan belum mampu menyimpulkan penyebab kematian IPP.

Rodi menyebut alasan pemindahan sampel karena pemeriksaan lanjutan tidak bisa dilakukan di RS Bhayangkara Padang. Ia mengatakan, “Pemeriksaan lebih lanjut ini tidak bisa dilakukan di RS Bhayangkara Padang, sehingga sampel medisnya harus dibawa ke Pekanbaru,” saat dihubungi.

Menurut keterangan tim medis, sampel yang dibawa ke Pekanbaru merupakan bagian dari organ dalam korban, dan hasil uji laboratorium tersebut diperkirakan baru keluar serta diterima pihak keluarga pada pekan depan.

Menanti laboratorium, keluarga belum bisa memastikan dugaan tindak pidana

Selama hasil pemeriksaan laboratorium belum terbit, misteri di balik kematian guru PPPK tersebut belum dapat dipastikan, terutama terkait ada atau tidaknya indikasi tindak pidana sebelum korban wafat.

Rodi menjelaskan bahwa meski tanda kekerasan tidak ditemukan secara fisik di luar tubuh, tetap ada kemungkinan indikasi lain yang muncul dari pemeriksaan lanjutan. Ia menegaskan, “Jika tanda kekerasan tidak ditemukan secara fisik (luar), bisa saja ada indikasi lain sebelum meninggal, seperti dugaan penyekapan atau hal lainnya,”.

Dengan menunggu hasil autopsi organ dalam, keluarga berharap penjelasan yang selama ini masih menjadi pertanyaan dapat diperoleh melalui pemeriksaan medis yang lebih spesifik.

Harapan kasus terungkap lewat pemeriksaan menyeluruh

Pihak keluarga menaruh harapan besar pada hasil autopsi organ dalam yang diperiksa di Pekanbaru.

Dari pemeriksaan medis yang lebih rinci, keluarga berharap titik terang mengenai penyebab kematian IPP dapat segera teridentifikasi, termasuk melalui pemeriksaan pada area gigi, struktur tulang rahang, dan organ dalam.

“Pada intinya, pihak keluarga sangat berharap agar kasus ini bisa diungkap secara terang benderang oleh pihak kepolisian,” kata Rodi.

Setelah rangkaian proses visum dan autopsi di RS Bhayangkara Padang selesai, jenazah IPP kemudian telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Jenazah korban pun telah dimakamkan di kampung halamannya, Bungo Pasang, Pesisir Selatan, pada Senin (29/6/2026).

Rangkaian pemeriksaan yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa fokus awal berada pada penilaian fisik luar, namun pendekatan tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab pertanyaan utama keluarga. Karena itu, keterangan lanjutan tetap sangat bergantung pada hasil analisis laboratorium.

Kuasa hukum juga menegaskan bahwa ketidakadaan tanda kekerasan pada pemeriksaan luar tidak otomatis menutup kemungkinan adanya temuan lain pada pemeriksaan menyeluruh. Proses lanjutan diharapkan dapat memperlihatkan kondisi yang tidak tampak hanya dari pengamatan permukaan.

Menurut informasi yang disampaikan, sampel yang dibawa ke Pekanbaru merupakan bagian organ dalam korban. Dengan mekanisme uji laboratorium tersebut, keluarga baru dapat menerima hasil dan penjelasan lanjutan pada pekan depan, sehingga untuk sementara dugaan belum dapat ditetapkan secara pasti.

Keluarga berharap, setelah seluruh tahapan visum dan autopsi rampung, pihak kepolisian dapat menyampaikan penjelasan yang utuh terkait penyebab kematian IPP. Harapan itu mencakup pemeriksaan pada bagian-bagian spesifik, mulai dari area gigi dan struktur tulang rahang hingga evaluasi organ dalam.