Entertainment

Captain Sully, pilot “Miracle on the Hudson”, umumkan Alzheimer: baru didiagnosis dan masih tahap awal

×

Captain Sully, pilot “Miracle on the Hudson”, umumkan Alzheimer: baru didiagnosis dan masih tahap awal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 'Miracle on the Hudson' pilot Captain Sully has Alzheimer's disease

jurnalistik.co.id – Pilot legendaris Captain Chesley “Sully” Sullenberger III mengumumkan bahwa ia baru didiagnosis Alzheimer dan saat ini masih berada pada tahap awal.

Pengumuman itu disampaikan Sullenberger melalui situs pribadinya, setelah ia menulis bahwa diagnosis tersebut membuatnya menghadapi perubahan yang selama ini belum ia bayangkan dengan cara yang sama.

Dalam tulisannya, pria berusia 75 tahun itu menggambarkan bahwa proses awal penyakitnya berarti ia mungkin kesulitan menemukan nama tertentu, lupa pada cerita yang baru saja ia bagikan, serta tidur yang tidak sebaik biasanya.

Ia menuliskan, “For now, this means a name may not come easily to me, I forget a story I have recently told, or I don’t sleep as well, but I am in the beginning of this long journey.”

Menurut Sullenberger, fase awal ini juga membuatnya memandang ulang arti dari “pengabdian”. Ia menyebut diagnosis Alzheimer “has challenged what it means to be of service,” sambil menyatakan bahwa ia menemukan “the answer is to speak up” mengenai penyakit tersebut.

Ia kemudian mengajak publik untuk menghadapi kondisi ini bersama-sama, dengan menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapi Alzheimer.

Ia menulis, “Over the years, when people would ask about the successful outcome of Flight 1549, I would say that ‘courage can be contagious,’ and on that day it helped everyone band together to get everyone off that airplane successfully. Now we need that courage to battle this disease.”

Di bagian penutup pesan yang sama, Sullenberger menegaskan bahwa ia kini menjadi bagian dari komunitas yang lebih luas dan akan bersikap berani secara bersama, dengan kalimat, “I am now part of a larger community with many of you, and we will be courageous together.”

Kenangan “Miracle on the Hudson”

Nama Sullenberger dikenal luas setelah peristiwa “Miracle on the Hudson”, ketika US Airways Flight 1549 mendarat darurat di Sungai Hudson, New York, pada 15 Januari 2009.

Pada saat itu, kedua mesin pesawat mengalami kegagalan setelah pesawat bertabrakan dengan kawanan angsa tak lama setelah lepas landas.

Berita tersebut mencatat bahwa seluruh 155 orang di dalam pesawat selamat, dan respons cepat serta ketenangan Sullenberger kemudian diakui sebagai faktor penting yang membantu mencegah bencana yang lebih besar.

Dalam konteks pengabdiannya selama bertahun-tahun, ia menyebut pengalaman masa lalu itu—ketika masyarakat berkumpul untuk memastikan semua penumpang turun dengan selamat—sebagai pelajaran yang kini ingin ia bawa ke perjuangannya melawan Alzheimer.

Karier penerbangan dan kiprah keselamatan

Sebelum dikenal sebagai pilot penyelamat dalam insiden tersebut, Sullenberger tercatat pernah menjadi pilot pesawat tempur Angkatan Udara AS dari California.

Ia terbang selama 40 tahun sebelum kemudian pensiun sebagai pilot pada tahun berikutnya, yakni 2010.

Setelah pensiun, ia tetap aktif dalam upaya advokasi keselamatan penerbangan, menjadikan pengalaman dan pengetahuannya sebagai bahan dorongan agar prosedur keselamatan semakin kuat.

Perjalanan karier dan pendaratan daruratnya juga kemudian didramatisasi dalam sebuah film berjudul “Sully” pada 2016, yang dibintangi Tom Hanks.

Pesan utama: tidak diam

Meski pengumuman yang ia sampaikan berkaitan dengan kondisi medis yang serius, fokus tulisan Sullenberger bukan pada keluhan, melainkan pada keberanian untuk berbicara.

Dengan menyatakan bahwa diagnosis Alzheimer menantang cara pandangnya terhadap pengabdian, ia beralih ke ajakan yang lebih luas: ia mengajak orang lain untuk ikut memupuk keberanian ketika menghadapi penyakit, baik secara langsung maupun sebagai bagian dari lingkungan yang lebih dekat.

Ia juga menempatkan dirinya sebagai seseorang yang sedang memulai “perjalanan panjang” yang baru, sambil menunjukkan bahwa pada tahap awal, perubahan yang ia alami mungkin terasa pada hal-hal sehari-hari—seperti kesulitan menyebut nama tertentu atau gangguan tidur.

Melalui pengumuman itu, Sullenberger ingin mengirim pesan bahwa keterusterangan dan dukungan bersama tetap menjadi bagian dari langkah awal menghadapi Alzheimer.