jurnalistik.co.id – Kylian Mbappe menyampaikan pandangannya jelang partai puncak Piala Dunia 2026, setelah menjalani laga perebutan tempat ketiga kontra Inggris. Penyerang timnas Prancis itu menegaskan keyakinannya bahwa Lionel Messi akan kembali mencatatkan gol di final.
Menurut Mbappe, Argentina akan menghadapi Spanyol pada laga penentuan gelar di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Pernyataan itu ia sampaikan tak lama setelah dua golnya membantu Prancis mengakhiri turnamen dengan hasil di peringkat keempat.
“Leo Messi selalu mencetak gol. Besok, di final melawan Spanyol, dia pasti akan mencetak gol,” kata Mbappe seperti dikutip dari Maxifoot.
Keyakinan tersebut muncul setelah Mbappe mencetak dua gol ke gawang Inggris pada pertandingan perebutan tempat ketiga yang digelar Minggu (19/7/2026) dini hari WIB. Gol-golnya ikut menentukan posisi akhir Prancis di turnamen, meski timnya tetap harus menerima kekalahan dengan skor 4-6.
Tambahan dua gol tersebut juga membawa Mbappe menyentuh pencapaian individual yang sangat menonjol di ajang ini. Ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 22 gol dari 22 pertandingan.
Namun, Mbappe mengatakan dirinya tidak sedang membahas rekor tersebut sebagai topik utama. Ia justru mengarahkan sorotannya pada pertandingan final, khususnya sosok Messi yang ia nilai punya pola konsisten mencetak gol.
Di Piala Dunia 2026 sendiri, Mbappe memimpin daftar top skor dengan 10 gol. Ia unggul dua gol dari Messi yang telah mengemas delapan gol sebelum final melawan Spanyol.
Meski berada di puncak produktivitas, Mbappe menilai makna gol-golnya jauh lebih luas daripada urusan catatan rekor. Ia menempatkan kontribusinya untuk tim sebagai fokus, dan mengaitkan pencapaian personal dengan dampaknya terhadap posisi di sejarah turnamen.
“Saya hanya berusaha membantu tim mencetak gol. Ketika Anda mencetak banyak gol di Piala Dunia, tentu itu mengangkat posisi Anda dalam sejarah,” ujar Mbappe.
Berita Terkait
Mbappe juga menegaskan bahwa keberhasilan memecahkan rekor gol tidak otomatis menghapus rasa kecewa. Ia mengaku lebih memilih berada di partai puncak ketimbang meraih pencapaian personal sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
“Saya sebenarnya lebih memilih tidak menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dan bermain di final besok.”
Ungkapan itu memperlihatkan bahwa tujuan Prancis pada turnamen sebenarnya belum sepenuhnya terpenuhi. Mbappe menyebut catatan rekor tetap memiliki nilai untuk warisan karier, tetapi keadaan saat ini tidak membuatnya menaruh hal itu di prioritas terdepan.
“Rekor ini memang baik untuk warisan karier saya. Saat pensiun nanti saya bisa mengatakan bahwa saya pernah menjadi salah satu pemain yang mencatatkannya. Namun, saat ini hal tersebut bukan hal pertama yang ada di pikiran saya,” kata Mbappe.
Dengan demikian, narasi yang dibawa Mbappe menjelang final tidak berhenti pada angka dan pencapaian individu. Ia lebih menekankan dinamika pertandingan final, di mana Argentina akan diperhadapkan pada Spanyol dan Messi mendapat ekspektasi untuk kembali mencetak gol.
Bagi Prancis, rangkaian laga Piala Dunia 2026 berakhir di peringkat keempat setelah kalah 4-6 dari Inggris. Sementara itu, perhatian kini bergeser ke final pada 20 Juli 2026, ketika Messi menjadi pusat prediksi Mbappe dan duel Spanyol versus Argentina akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara.
Menjelang laga penentuan juara, Mbappe memandang partai final sebagai panggung utama yang akan menjadi pembuktian lanjutan bagi Argentina dan Spanyol. Ia juga menekankan bahwa prediksinya terhadap Messi berangkat dari pola permainan yang dinilai selalu bermuara pada gol.
Meski produktivitasnya melonjak sepanjang turnamen, Mbappe tidak menjadikan catatan pribadi sebagai ukuran paling penting saat ini. Baginya, yang lebih menentukan adalah bagaimana Prancis menutup perjalanan dengan motivasi berbeda, lalu memberi fokus penuh pada pertandingan puncak yang akan digelar Senin (20/7/2026) dini hari.
Ia pun menempatkan konteks dari laga perebutan tempat ketiga sebagai bagian dari perjalanan yang belum selesai. Gol-golnya membantu Prancis mencapai posisi akhir yang baik, tetapi hasil 4-6 atas Inggris tetap menyisakan rasa kurang puas—sehingga perhatian kini sepenuhnya diarahkan pada duel perebutan gelar dan ekspektasi terhadap Messi.












