Olahraga

Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Partai Final Piala Dunia 2026, Tim Mana yang Lebih Unggulan?

×

Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Partai Final Piala Dunia 2026, Tim Mana yang Lebih Unggulan?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Prediksi Skor Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Siapa Lebih Diunggulkan?

jurnalistik.co.id – Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina di MetLife Stadium, New Jersey, pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Pertemuan ini mempertemukan tim Eropa yang sangat disiplin dengan skuad Amerika Selatan yang dikenal tajam di depan.

Spanyol datang dengan target mempersembahkan gelar kedua sepanjang sejarah. Sementara itu, Argentina berupaya menorehkan catatan berbeda, menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia.

Spanyol tampil sebagai salah satu tim paling solid sepanjang turnamen. Tim asuhan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu gol selama perhelatan Piala Dunia 2026.

Gol tunggal itu tercipta saat Spanyol menghadapi Belgia di babak perempat final, dan bersarang ke gawang Unai Simon. Di fase lain, performa defensif Spanyol makin menguat melalui rangkaian clean sheet yang panjang.

La Roja mencatat enam clean sheet secara beruntun, sebuah rekor baru dalam sejarah Piala Dunia putra. Di semifinal, mereka juga melangkah dengan meyakinkan saat menyingkirkan Prancis melalui kemenangan 2-0.

Hasil 2-0 tersebut diraih lewat gol penalti Mikel Oyarzabal dan penyelesaian Pedro Porro. Kemenangan itu sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan Spanyol menjadi 37 pertandingan di semua kompetisi sejak Maret 2024.

Sejauh metrik kualitas peluang lawan, Spanyol juga terlihat sulit ditembus. Rata-rata expected goals (xG) tim lawan Spanyol hanya mencapai 0,31 per pertandingan, menggarisbawahi rapinya organisasi bertahan yang mereka bangun.

Meski Lamine Yamal menjadi nama yang paling sering menimbulkan sorotan lewat aksi individu, kekuatan Spanyol pada dasarnya lebih luas dari itu. Pengaturan permainan, disiplin ketika bertahan, dan kemampuan mengontrol ritme menjadi fondasi yang terus mereka pertahankan.

Argentina: mental juara dan lini depan paling produktif

Argentina memasuki laga puncak dengan modal yang berbeda. Menurut catatan di fase akhir turnamen, mereka tidak sekuat Spanyol dalam menjaga keadaan tanpa kebobolan.

Dalam lima pertandingan terakhir, Argentina gagal mencatat clean sheet. Mereka juga selalu kebobolan pada setiap laga fase gugur yang mereka jalani, sehingga pertandingan melawan Spanyol berpotensi menguji kestabilan pertahanan mereka sejak menit awal.

Namun, di sisi lain, Argentina membawa senjata paling menonjol dalam produktivitas serangan. La Albiceleste mencatat total 19 gol di turnamen ini, jumlah terbanyak dibanding peserta lainnya.

Selain banyaknya gol yang tercipta, pola konsistensinya juga menonjol. Argentina selalu mampu mengemas sedikitnya dua gol dalam setiap pertandingan sepanjang turnamen.

Di jantung permainan, Lionel Messi tetap menjadi pusat yang menentukan. Kapten berusia 39 tahun itu mencatat delapan gol dan empat assist selama turnamen, termasuk dua assist ketika Argentina membalikkan keadaan dan mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal.

Dalam laga melawan Inggris, Argentina sempat tertinggal lebih dulu, lalu kembali pada masa injury time. Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez menjadi pencetak gol yang membuat skor berbalik menjadi kemenangan untuk Argentina.

Wasit yang memimpin laga juga menjadi bagian dari sorotan menjelang final. Dalam semifinal Argentina vs Inggris, Ismael Elfath memberikan kartu kuning kepada Elliot Anderson.

Dengan perbedaan karakter permainan yang sangat jelas, duel final ini seperti mempertemukan dua wajah Piala Dunia 2026: Spanyol yang menonjol lewat kestabilan pertahanan dan kontrol pertandingan, serta Argentina yang mengandalkan daya gedor dan produksi gol yang tidak pernah berhenti.

Di sisi lain, catatan defensif Spanyol yang hanya kebobolan satu gol sepanjang perhelatan menjadi cermin betapa rapinya pengamanan mereka sejak fase awal sampai fase gugur. Di saat yang sama, angka xG lawan yang rendah—hanya 0,31 per pertandingan—menggambarkan bahwa peluang Argentina tidak datang dengan mudah, sehingga upaya menembus blok pertahanan Spanyol akan jadi tantangan tersendiri sejak awal laga.

Bagi Argentina, meski rentang tanpa clean sheet di lima pertandingan terakhir, mereka tetap menunjukkan kemampuan menggerakkan serangan dengan produktivitas yang konsisten. Dengan total 19 gol dan pola selalu minimal dua gol dalam setiap pertandingan turnamen, La Albiceleste punya daya untuk merespons jalannya permainan, termasuk saat kompetisi memasuki fase krusial seperti semifinal yang berakhir lewat perlawanan setelah tertinggal lebih dulu.