Nasional

Zudan Arif Sampaikan Pesan untuk ASN: “Pengabdian Sunyi, Bangsa yang Tumbuh”

×

Zudan Arif Sampaikan Pesan untuk ASN: “Pengabdian Sunyi, Bangsa yang Tumbuh”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pesan Kepala BKN Zudan Arif untuk ASN: Pengabdian Sunyi, Bangsa yang Tumbuh

jurnalistik.co.id – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan pesan khusus kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia. Ia mengajak para ASN untuk terus menjaga dedikasi pelayanan publik, agar negara tetap benar-benar hadir bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Zudan melalui akun resmi Instagram BKN, @bkngoidofficial, pada Minggu (19/7/2026). Unggahan itu berjudul “Pengabdian Sunyi, Bangsa yang Tumbuh”.

Di dalam pesannya, Zudan menekankan bahwa peran ASN berjalan dari ruang-ruang yang sering tidak terlihat, tetapi menentukan layanan yang diterima warga setiap hari. Ia menggarisbawahi bahwa tugas-tugas pelayanan dilakukan secara senyap untuk memastikan tujuan negara tetap berjalan di lapangan.

“Melalui pesan ini, Kepala BKN Prof. Zudan mengajak kita untuk menyadari bahwa mulai dari ruang kelas, puskesmas, laboratorium, kantor pelayanan, hingga lapangan, jutaan ASN bekerja dalam senyap demi memastikan negara terus hadir untuk masyarakat,” tulis Zudan.

Zudan juga mengingatkan bahwa tidak semua pekerjaan ASN kemudian disorot seperti panggung pertunjukan. Menurutnya, denyut sebuah bangsa justru dijaga di tempat-tempat yang tenang: ketika layanan diberikan, laporan ditelaah, dan ketelitian dibangun dari pekerjaan harian.

Dalam unggahan itu, Zudan menegaskan pentingnya proses di balik layanan. Ia menyebut ruang kelas yang sunyi, meja pelayanan, hingga setiap laporan yang diteliti dengan saksama sebagai bagian dari kontribusi yang menjaga keberlangsungan kehidupan publik.

Ia kemudian menautkan pesan tersebut pada ragam profesi yang menjalankan pelayanan. Zudan menyebut guru, bidan, Satpol PP, peneliti, perawat, dokter, dan sejumlah peran lain yang bekerja melayani sesuai bidangnya.

Zudan menekankan bahwa jumlah ASN bukan sekadar angka administratif, melainkan wujud cara mencintai Indonesia. Ia menulis bahwa 6,7 juta ASN adalah 6,7 juta cara mencintai Indonesia.

“Melangkahlah, Allah SWT meridhoi setiap karya yang tulus untuk negeri,” tulis Zudan.

Seruan serupa juga datang dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menyampaikan pesan kepada seluruh ASN melalui surat yang ditulis tangan.

Surat itu ditulis Rini di atas empat lembar kertas menggunakan tinta berwarna hijau. Setelah ditulis, surat tersebut kemudian diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @menpanrb, pada Sabtu (18/7/2026).

Rini menulis pesan dengan nada yang langsung menyapa ASN sebagai bagian dari sesama manusia yang mengemban amanah besar. Ia menyampaikan rasa hormat serta terima kasih atas pekerjaan yang dilakukan setiap hari dalam melayani masyarakat.

“Untuk seluruh ASN yang saya cintai dan banggakan. Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh ASN yang setiap hari terus bekerja melayani masyarakat,” tulis Rini, dikutip dari Kompas.com.

Dalam surat tersebut, Rini menempatkan pelayanan publik sebagai tindakan yang terus berjalan meski kadang tidak selalu mendapat perhatian. Ia menegaskan bahwa pekerjaan ASN merupakan bagian dari tanggung jawab besar yang dijalankan dalam keseharian.

Unggahan BKN menampilkan Zudan saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026). Dari konteks itu, pesan yang disampaikan menguatkan kembali bahwa tugas ASN menempati posisi strategis dalam menjaga layanan, mulai dari sektor pendidikan hingga kesehatan serta urusan pelayanan lainnya.

Pada akhirnya, pesan Zudan dan Rini sama-sama mengarah pada satu titik: pengabdian ASN tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi dari proses kerja yang dijalankan dengan ketulusan dan ketelitian. Di ruang-ruang layanan yang sering tidak ramai sorotan, negara tetap dibentuk oleh mereka yang bekerja, memeriksa, dan melayani masyarakat.

Dengan menempatkan “pengabdian sunyi” sebagai tema, kedua pesan tersebut berupaya meneguhkan kembali semangat pelayanan publik. Dedikasi ASN, menurut narasi dalam surat dan unggahan tersebut, adalah fondasi agar harapan masyarakat terhadap layanan negara dapat terus terwujud setiap hari.