jurnalistik.co.id – Kylian Mbappe kembali menorehkan rekor di Piala Dunia 2026. Dua golnya ke gawang Inggris pada laga perebutan peringkat ketiga membuat penyerang Perancis itu memimpin daftar top skor sepanjang sejarah turnamen.
Capaian tersebut memperpanjang kisah Mbappe sebagai salah satu mesin gol paling konsisten di ajang paling bergengsi sepak bola dunia. Perancis bertemu Inggris pada partai perebutan tempat ketiga yang berlangsung pada 19 Juli 2026, dan Mbappe tampil sebagai pembeda.
Gol-gol yang dicetaknya pada pertandingan itu menggenapi total 22 gol dari 22 penampilan di Piala Dunia. Dengan angka tersebut, Mbappe melampaui rekor sebelumnya yang tercatat atas nama Lionel Messi.
Yang membuat pencapaian Mbappe semakin menonjol adalah efisiensinya. Ia memerlukan 22 laga untuk mengumpulkan 22 gol, sedangkan Messi mencapai jumlah yang sama setelah menjalani 32 pertandingan di Piala Dunia.
Mbappe kini berstatus pemain Real Madrid, tetapi ketajamannya tetap menjadi faktor utama saat Perancis tampil di Piala Dunia. Sejak debutnya pada turnamen 2018, ia rata-rata membukukan satu gol per laga.
Di edisi-edisi yang ia jalani setelah debut, performa Mbappe tidak sekadar naik sesekali, melainkan terjaga sebagai andalan. Dalam tiga edisi terakhir, yakni 2018, 2022, dan 2026, ia terus menjadi figur penting di lini depan Les Bleus.
Di Piala Dunia 2018, Mbappe ikut membawa Perancis menjuarai turnamen. Ia juga sempat dua kali melangkah sampai partai puncak sebelum akhirnya menutup Piala Dunia 2026 di posisi keempat.
Penampilan Perancis pada 2026 tetap menghadirkan sorotan, meski perjalanan mereka berakhir tanpa trofi. Di fase-fase penentu, kontribusi Mbappe kembali terasa lewat gol yang langsung mengubah arah jalannya pertandingan.
Dua golnya melawan Inggris juga berdampak langsung pada persaingan top skor Piala Dunia 2026. Mbappe kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak turnamen dengan koleksi 10 gol.
Berita Terkait
- Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Partai Final Piala Dunia 2026, Tim Mana yang Lebih Unggulan?
- Mbappe Sebut Rekor Golnya Bisa Terancam, Messi Diprediksi Cetak Gol di Final Piala Dunia 2026
- Didier Deschamps Akui Kesalahan Usai Prancis Takluk 4-6 dari Inggris dan Gagal Menang di Perebutan Peringkat Ketiga
Meski begitu, kompetisi belum sepenuhnya selesai bagi para penantang. Lionel Messi masih berpeluang menempel dalam perebutan adidas Golden Boot karena Argentina akan menjalani laga final Piala Dunia 2026.
Hingga saat artikel ini disusun, Messi telah mengemas delapan gol bersama Argentina. Selisih dua gol itu membuka ruang bagi kapten Argentina untuk memangkas jarak sekaligus kembali bersaing di puncak klasemen top skor.
Di final nanti, Argentina akan menghadapi Spanyol. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Messi untuk menambah gol, bukan hanya untuk memperkecil defisit dari Mbappe, tetapi juga untuk menjaga peluang meraih gelar pencetak gol terbanyak.
Dengan satu pertandingan tersisa, jalannya perebutan top skor bisa berubah cepat. Sementara Mbappe sudah mengunci status sebagai top skor sepanjang masa, Messi masih bisa menuliskan babak baru dalam persaingan angka gol turnamen 2026.
Upaya Messi tidak datang dari ruang kosong. Sebelum turnamen ini, ia juga pernah menorehkan catatan sejarah ketika melewati rekor gol Piala Dunia milik Miroslav Klose.
Catatan itu menunjukkan bahwa Messi dan Mbappe sama-sama memiliki ritme yang mampu mengubah statistik turnamen dalam waktu relatif singkat. Namun, kali ini, Mbappe unggul dari sisi jumlah laga yang dibutuhkan untuk mencapai total golnya.
Angka 22 gol dalam 22 laga menjadi penanda betapa Mbappe menjaga konsistensi sepanjang perjalanan Perancis di Piala Dunia. Ia juga memastikan pencapaian itu datang dari momen yang krusial, ketika Perancis membutuhkan hasil di laga perebutan tempat ketiga.
Dengan sisa satu pertandingan untuk finalis, perhatian kini bergeser pada apakah Messi mampu mengejar Mbappe di papan top skor 2026. Meski begitu, rekor top skor sepanjang sejarah sudah berada dalam genggaman Mbappe.
Pencapaian Mbappe tersebut sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu tokoh utama sepak bola modern di level turnamen. Rekor yang ia kunci di Piala Dunia 2026 memperlihatkan bahwa produktivitasnya bukan hasil kebetulan, melainkan pola yang terbentuk dari tahun ke tahun.












