jurnalistik.co.id – Jude Bellingham tampil sebagai pembeda saat Timnas Inggris mengalahkan Prancis 6-4 pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Gol yang dicetaknya pada menit ke-90+8 sekaligus menutup rangkaian pesta sepuluh gol di Miami.
Pertandingan berlangsung di Miami Stadium, Miami, pada Minggu (19/7/2026) pagi WIB. Inggris akhirnya meraih kemenangan dengan skor yang membuat laga berjalan dramatis sejak awal hingga detik-detik akhir.
Dalam laga tersebut, Bellingham memulai dari bangku cadangan. Ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-79, lalu memberi dampak cepat yang langsung terasa di fase akhir pertandingan.
Gol penutup Bellingham berawal dari serangan balik cepat. Ia membawa bola dari area tengah menuju kotak penalti Prancis, melewati salah satu pemain bertahan, kemudian melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang.
Dengan tambahan satu gol itu, Bellingham mencatatkan pencapaian besar bersama Inggris. Ia menjadi pemain Inggris pertama yang mampu mengoleksi tujuh gol dalam satu edisi Piala Dunia 2026.
Pencapaian tersebut sekaligus melewati rekor sebelumnya yang pernah ditorehkan dua pemain timnas Inggris. Gary Lineker dan Harry Kane sama-sama mengemas enam gol dalam satu turnamen, sebelum rekor itu akhirnya terlampaui oleh Bellingham.
Lineker mencatatkan enam gol pada Piala Dunia 1986 di Meksiko. Sementara itu, Kane mengulang pencapaian enam gol pada Piala Dunia 2018, lalu kembali mengulang jumlah yang sama pada edisi 2026.
Selain menjadi penentu kemenangan, gol Bellingham turut mengunci catatan statistiknya sebagai salah satu pencetak gol tersubur Inggris di kompetisi besar. Jumlah tujuh gol yang dikoleksinya juga menyamai rekor Alan Shearer dan Harry Kane sebagai pemain Inggris dengan torehan gol terbanyak di turnamen internasional utama.
Berita Terkait
Shearer pernah mencatatkan tujuh gol di Euro 2000. Kane juga mencapai jumlah yang sama pada Euro 2024.
Sepanjang Piala Dunia 2026, kontribusi Bellingham menjadi faktor penting bagi perjalanan Inggris hingga akhirnya mengamankan peringkat ketiga. Golnya pada masa injury time memastikan The Three Lions tidak kehilangan kendali atas laga.
Menariknya, menjelang gol-gol penutup, Inggris sempat mendapatkan kesempatan lewat tendangan penalti pada menit ke-87. Banyak pihak memperkirakan Bellingham akan menjadi eksekutor untuk menambah koleksi golnya, namun ia justru memberikan kesempatan kepada Bukayo Saka.
Berawal dari pergantian pemain pada menit ke-79 dan berakhir dengan gol pada 90+8, penampilan Bellingham memperlihatkan kemampuan mengubah momentum dalam waktu singkat. Pada akhirnya, Inggris tetap keluar sebagai pemenang dengan skor akhir Prancis vs Inggris 4-6.
Sejak berada di bangku cadangan, Bellingham memang baru benar-benar mengambil alih peran saat laga memasuki fase paling menentukan. Ia masuk pada menit ke-79, lalu dalam sisa waktu yang tidak panjang, Inggris merasakan dorongan ekstra di depan. Golnya di 90+8 menjadi penanda akhir dari rangkaian gol beruntun yang membuat pertandingan di Miami terasa terus berayun hingga hampir berhenti hanya untuk kemudian kembali meledak.
Menariknya, catatan personal Bellingham itu tidak berdiri sendirian, melainkan memotong jejak dua nama besar yang sebelumnya sama-sama menjadi rujukan standar bagi torehan terbanyak di turnamen. Sebelum ia mencatat tujuh gol dalam satu edisi Piala Dunia 2026, Gary Lineker dan Harry Kane pernah mengoleksi enam gol sebagai pencapaian tertinggi yang berulang—dengan Lineker pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, sedangkan Kane mengulangnya pada Piala Dunia 2018 dan kembali pada edisi 2026.
Dengan tambahan tujuh gol tersebut, Bellingham juga ikut menyamai pola rekor yang pernah lahir dari panggung-panggung besar Eropa. Alan Shearer pernah mencapai angka yang sama saat Euro 2000, sementara Harry Kane menggapai jumlah tujuh gol pada Euro 2024. Kesamaan angka itu mempertegas bahwa Bellingham bukan hanya menjadi penentu di satu pertandingan, melainkan masuk ke daftar pemain dengan torehan gol paling membekas ketika tampil di kompetisi kelas utama.
Di momen-momen menjelang akhir, Inggris juga sempat memperoleh kesempatan tambahan melalui tendangan penalti pada menit ke-87. Namun, alih-alih memilih Bellingham sebagai eksekutor, kesempatan itu justru diberikan kepada Bukayo Saka. Keputusan tersebut tidak mengubah arah pertandingan: gol penutup Bellingham di masa injury time tetap menjadi kunci untuk memastikan Inggris menyelesaikan laga dengan skor akhir Prancis vs Inggris 4-6 dan mengunci target peringkat ketiga.












