jurnalistik.co.id – Didier Deschamps akhirnya membuka suara usai Prancis takluk dalam perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Inggris. Ia menilai kekalahan itu tidak datang begitu saja, melainkan berawal dari penampilan yang jauh dari standar pada babak pertama.
Dalam laga yang berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (20/7/2026) pagi WIB, Prancis kalah dengan skor 4-6. Hasil tersebut membuat Les Bleus harus mengakhiri turnamen di posisi keempat, sekaligus menutup perjalanan Deschamps sebagai pelatih timnas setelah 14 tahun memimpin.
Deschamps tidak mencoba mengalihkan tanggung jawab. Ia mengakui bahwa ia merasa bertanggung jawab atas cara timnya memulai pertandingan dan membaca fase awal yang dinilai tidak berjalan sesuai rencana.
Menurut pengakuannya, Prancis harus menerima kenyataan pahit karena pada 45 menit pertama mereka tertinggal 0-4. Deschamps menyebut babak pembuka itu sebagai sesuatu yang tidak pantas terjadi, terutama di laga penentuan seperti perebutan peringkat ketiga.
“Ini adalah kekalahan. Kami tertinggal 0-4 dan menjalani babak pertama yang tidak bisa diterima,” kata Deschamps.
Inggris tampil efektif sejak awal. Declan Rice mencetak gol pada menit ke-3, lalu Ezri Konsa menambah keunggulan di menit ke-19. Setelah itu, Bukayo Saka melengkapi rentetan gol Inggris dengan dua gol pada menit ke-37 dan 45+1.
Situasi itu membuat Prancis harus bekerja keras sejak turun minum. Deschamps menegaskan bahwa respons timnya justru lebih baik setelah jeda, meski tidak cukup untuk membalikkan keadaan sepenuhnya.
“Kami bereaksi dan menunjukkan hal-hal yang selama ini menjadi kekuatan kami. Kami bahkan memiliki dua peluang untuk membuat skor menjadi 4-4,” ujarnya.
Ia juga menyebut ada momen ketika Prancis sempat memiliki kesempatan menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Namun, menurut penilaian Deschamps, kendala muncul ketika timnya terlalu terburu-buru mendorong permainan ke arah depan.
“Namun kami terlalu banyak mendorong permainan ke depan,” lanjutnya.
Berita Terkait
Dengan demikian, kegagalan Prancis mengejar ketertinggalan tidak hanya dipandang sebagai masalah performa sesaat. Bagi Deschamps, itu adalah akibat dari kesalahan yang ia pikul sebagai pelatih, khususnya dalam persiapan dan penyesuaian pada babak pertama.
Ia menilai bahwa timnya sesungguhnya mampu menampilkan permainan yang lebih baik, tetapi hal itu tidak terlihat sejak awal pertandingan. Karena itulah ia secara langsung menyebut kesalahan yang terjadi di babak pembuka.
“Itulah permainan yang sebenarnya bisa kami tampilkan, tetapi kami tidak melakukannya sejak awal. Itu kesalahan saya karena saya tidak melakukan apa yang diperlukan pada babak pertama,” tutur Deschamps.
Meski tidak berhasil meraih medali perunggu, Deschamps tetap memberi penilaian positif terhadap perjalanan Prancis selama Piala Dunia 2026. Ia menyatakan bahwa turnamen ini membawa banyak hal yang dapat dibawa ke tahap berikutnya, sekaligus menjadi rangkaian proses yang tidak sepenuhnya gagal.
Ia mengingat bahwa sejak Prancis datang ke Amerika Utara, tim memasang target untuk menjadi juara dunia untuk kali ketiga. Akan tetapi, langkah mereka terhenti setelah kalah 0-2 dari Spanyol di semifinal, sebelum akhirnya menghadapi Inggris dalam pertandingan penentuan posisi ketiga.
“Tentu akan jauh lebih baik jika kami bisa finis di peringkat ketiga. Kami datang ke sini dengan ambisi yang sangat besar. Kami melakukan banyak hal positif selama turnamen ini,” ucap Deschamps.
Di pertandingan melawan Inggris, Prancis menunjukkan daya juang lewat upaya mengejar. Pada babak kedua, Kylian Mbappe mencetak dua gol, sedangkan Bradley Barcola dan Ousmane Dembele turut menambah perolehan tim.
Meski demikian, Inggris tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir. Timnas Inggris menambah dua gol lagi melalui penalti yang dieksekusi oleh Saka dan Jude Bellingham, sehingga memastikan kemenangan 6-4 atas Prancis.
Bagi Deschamps, pertandingan tersebut menjadi pengingat yang pahit mengenai pentingnya konsistensi sejak menit awal. Ia menegaskan bahwa tim bisa menampilkan kekuatan yang selama ini menjadi ciri, tetapi Prancis harus menghindari kesalahan pada fase paling krusial agar tidak menghadapi jarak mengejar yang terlalu jauh.
Dengan berakhirnya laga ini, perjalanan Prancis di Piala Dunia 2026 pun mencapai penutupnya. Namun, di balik kekecewaan karena gagal finis ketiga, Deschamps tetap melihat pengalaman turnamen sebagai bagian dari proses tim yang telah menunjukkan sisi positif sepanjang kompetisi.












