Hukum & Kriminal

Melki Laka Lena Desak Pengusutan Tuntas Kematian dr Icha: Semua Pihak Harus Diperiksa

×

Melki Laka Lena Desak Pengusutan Tuntas Kematian dr Icha: Semua Pihak Harus Diperiksa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gubernur NTT Minta Kasus Meninggalnya dr Icha Diusut Tuntas: Semua Harus Diperiksa

jurnalistik.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyatakan dukungannya terhadap penyelidikan kasus meninggalnya dr Eliza Priscila Utami Pakaenoni, yang dikenal sebagai dr Icha. Ia meminta proses pengusutan dilakukan secara tuntas dan memastikan seluruh pihak yang terlibat diperiksa.

Melki menekankan bahwa penyelidikan perlu berjalan menyeluruh agar berbagai fakta yang melatarbelakangi peristiwa tersebut dapat terungkap. Menurutnya, pengusutan yang tidak menyisakan ruang bagi pengecualian menjadi hal yang penting dalam perkara ini.

Dalam keterangan yang disampaikan saat melayat, Melki mengungkapkan bahwa ia telah mengetahui persoalan yang dihadapi dr Icha sejak awal. Ia menyampaikan informasi itu diterimanya tidak lama setelah insiden penanganan pasien gigitan ular berbisa di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Melki menjelaskan bahwa informasi awal tersebut pertama kali disampaikan oleh dr Trimaharani, dokter spesialis toksikologi yang menjadi tempat konsultasi dr Icha saat menangani pasien gigitan ular berbisa. Dari komunikasi itu, Melki memahami bahwa dr Icha tengah menghadapi persoalan serius di TTU setelah menangani kasus tersebut.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga. Sejak awal dr Trimaharani, yang merupakan ahli bisa ular, sudah menghubungi saya,” ujar Melki, saat melayat di rumah duka, Minggu (28/6/2026).

Melki juga menyebutkan bahwa dalam komunikasi tersebut, dr Trimaharani menyampaikan kondisi yang dialami dr Icha di TTU setelah menangani pasien gigitan ular berbisa. Ia mengaitkan pengetahuan awal ini dengan upaya yang kemudian ia lakukan untuk membantu komunikasi di antara pihak-pihak yang berselisih.

Merespons laporan itu, Melki mengatakan ia telah meminta Bupati TTU dan Ketua DPRD TTU untuk membantu membangun komunikasi antara pihak-pihak yang berselisih. Selain itu, ia turut menghubungi pihak-pihak yang disebut bermasalah agar persoalan dapat diselesaikan dengan baik-baik.

Melki menyatakan bahwa ia sempat mendorong pertemuan langsung dengan tujuan merampungkan masalah secara damai dan tidak memperpanjang konflik. Ia juga menyampaikan bahwa proses tersebut akan ia kawal.

“Saya sempat menghubungi teman-teman yang bermasalah itu supaya segera bertemu dengan dr Icha, ngobrol baik-baik, selesaikan persoalan ini dan tidak perlu diperpanjang. Kita kawal prosesnya,” katanya.

Namun, Melki mengaku tidak menyangka bahwa persoalan yang diupayakan selesai itu justru terus berlanjut hingga akhirnya berujung pada meninggalnya dr Icha. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap penyelidikan menjadi langkah lanjutan yang diperlukan ketika peristiwa tersebut telah terjadi.

Dukungan untuk proses hukum

Melki menegaskan dukungannya terhadap langkah kepolisian dalam mengusut kasus meninggal dr Icha. Ia menyatakan seluruh pihak yang diduga berkaitan dengan perkara itu harus diproses sesuai ketentuan hukum, tanpa adanya pengecualian.

Dalam penegasannya, Melki menyampaikan, “Semua tanpa kecuali, kita biarkan proses hukum berjalan. Saya setuju. Saya juga sudah melihat pernyataan Ibu Kapolres TTU,” ujarnya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa ia mendukung agar proses berjalan mengikuti prosedur yang berlaku.

Ia meyakini proses penyelidikan akan membuka secara terang berbagai fakta yang melatarbelakangi peristiwa tersebut. Melki juga berharap pengusutan dapat menuntaskan bagian-bagian yang masih tertutup sehingga pihak-pihak yang harus bertanggung jawab dapat diketahui.

Melki menambahkan bahwa surat yang ditinggalkan dr Icha dapat menjadi salah satu petunjuk dalam penyelidikan. Ia memandang dokumen tersebut sebagai bagian yang layak diperhatikan untuk memperjelas rangkaian kejadian.

Dengan demikian, Melki menempatkan pengusutan tuntas sebagai jalan untuk memastikan pemeriksaan berjalan objektif dan menyentuh seluruh aspek yang relevan dalam perkara. Ia juga menilai dukungan dan pengawalan yang ia lakukan sejak awal tidak mengubah kebutuhan akan proses hukum yang tetap harus dijalankan.

Di akhir keterangannya, fokus utama yang disampaikan tetap sama: pengusutan menyeluruh, pemeriksaan semua pihak yang diduga berkaitan, serta pembiaran proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Melki berharap penyelidikan dapat menghasilkan pemaparan fakta yang lengkap atas peristiwa yang menimpa dr Icha.