jurnalistik.co.id – Menjelang akhir Juli 2026, sejumlah harga mobil segmen low sport utility vehicle (LSUV) mengalami penyesuaian. Perubahan banderol ini berlaku pada varian-varian yang dipasarkan, dengan nominal yang berbeda-beda dibandingkan periode awal Juli 2026.
Revisi harga tersebut terpantau dari pembaruan daftar harga terbaru untuk masing-masing model di pasar otomotif domestik. Salah satu yang lebih dulu melakukan penyesuaian adalah Daihatsu pada Terios.
Daihatsu Terios: beberapa varian naik
Pada daftar OTR Jakarta, Daihatsu Terios X MT MC dipasarkan Rp 249.450.000, naik dari Rp 248.050.000. Kenaikan yang sama terlihat pada varian lain di jajaran Terios X, termasuk Terios X AT MC dari Rp 258.450.000 menjadi Rp 259.850.000.
Masih di kelompok Terios, varian Terios R AT MC yang sebelumnya Rp 291.450.000 kini menjadi Rp 292.850.000. Terios R MT juga mengalami penyesuaian, dari Rp 280.950.000 menjadi Rp 282.350.000.
Untuk Terios R AT Custom MC, harga tercatat naik dari Rp 314.250.000 menjadi Rp 315.650.000. Sementara itu, Terios R MT Custom MC dipasarkan Rp 305.150.000 dari sebelumnya Rp 303.750.000.
Adapun beberapa varian yang tertulis dalam daftar meliputi Terios X MT ADS MC (Rp 257.500.000), Terios X AT ADS MC (Rp 267.900.000), serta Terios R AT ADS MC (Rp 298.950.000). Pada bagian tersebut, rincian perubahan dibanding awal Juli tidak dicantumkan pada teks daftar yang sama.
Honda WR-V: kenaikan rata-rata Rp 1 juta
Bergeser ke Honda, WR-V juga mengalami pembaruan harga dengan kenaikan rata-rata sebesar Rp 1 juta. Varian entry level WR-V E CVT yang semula Rp 284.100.000 kini menjadi Rp 285.100.000.
Berikutnya, WR-V RS CVT mengalami penyesuaian dari Rp 297.600.000 menjadi Rp 298.600.000. Adapun WR-V RS CVT with Honda Sensing naik dari Rp 321.100.000 menjadi Rp 322.100.000.
Toyota Rush: penyesuaian bertahap di beberapa tipe
Berita Terkait
Selain Daihatsu dan Honda, Toyota juga merevisi harga Rush jelang akhir Juli 2026. Pada daftar OTR Jakarta, Rush G M/T tercatat naik dari Rp 289.400.000 menjadi Rp 290.100.000.
Rush G A/T kemudian mengalami penyesuaian dari Rp 300.400.000 menjadi Rp 301.100.000. Pada varian yang lebih tinggi, Rush S M/T GR-S berubah dari Rp 304.800.000 menjadi Rp 305.500.000.
Untuk Rush S A/T GR-S, kenaikannya tertulis dari Rp 315.600.000 menjadi Rp 316.300.000. Dengan demikian, beberapa level varian Rush menunjukkan pola kenaikan yang konsisten di sejumlah tipe yang dicantumkan pada daftar.
Suzuki Fronx: beberapa varian melonjak hingga Rp 3 juta
Di lini Suzuki, harga Fronx juga diperbarui. Varian Fronx GL MT tercatat naik dari Rp 261.500.000 menjadi Rp 262.500.000, sedangkan Fronx GL AT mengalami kenaikan lebih besar dari Rp 272.500.000 menjadi Rp 275.500.000.
Pembaruan selanjutnya terlihat pada Fronx GX MT yang bergerak dari Rp 283.900.000 menjadi Rp 286.900.000. Fronx GX AT juga naik dari Rp 302.200.000 menjadi Rp 303.200.000.
Untuk varian di level lebih tinggi, Fronx SGX AT tercatat naik dari Rp 328.300.000 menjadi Rp 329.300.000. Sementara itu, Fronx SGX AT 2 Tone mengalami penyesuaian dari Rp 330.300.000 menjadi Rp 331.300.000.
Secara keseluruhan, pembaruan banderol menjelang akhir Juli 2026 memperlihatkan bahwa penyesuaian harga LSUV terjadi pada banyak varian. Daihatsu Terios, Honda WR-V, Toyota Rush, serta Suzuki Fronx menjadi contoh model yang harga OTR Jakarta-nya tercatat mengalami revisi.
Jika dilihat dari besaran revisinya, Daihatsu Terios pada daftar OTR Jakarta tampak konsisten mengalami penyesuaian pada beberapa varian, dengan kenaikan yang sama-sama masuk pada rentang sekitar Rp 1,4 juta. Sementara itu, Honda WR-V cenderung menunjukkan pola kenaikan sekitar Rp 1 juta di level varian yang disebutkan.
Pada Toyota Rush, penyesuaian yang tercantum juga menunjukkan selisih serupa di tipe-tipe yang disertakan dalam daftar OTR Jakarta, yaitu sekitar Rp 700 ribu dari periode awal Juli 2026. Untuk Suzuki Fronx, variasi kenaikannya lebih beragam: ada yang hanya naik sekitar Rp 1 juta, namun sebagian tipe lain melonjak hingga Rp 3 juta.
Menjelang akhir Juli 2026, pembaruan banderol pada LSUV di pasar domestik terlihat menitikberatkan pada penyesuaian per varian, bukan perubahan satu harga untuk seluruh jajaran. Dengan demikian, pembeli yang menimbang tipe tertentu tetap perlu mencocokkan harga OTR Jakarta berdasarkan nama varian yang tertera pada daftar harga terbaru.












