jurnalistik.co.id – Pedro Acosta resmi mengarahkan langkahnya ke Ducati mulai MotoGP 2027, sekaligus menjelaskan pertimbangan yang membawanya meninggalkan KTM. Ia menilai waktu yang dimiliki untuk mengejar motor berlevel juara tidak lagi cukup jika harus menunggu perkembangan RC16 terus berjalan.
Acosta, pebalap asal Spanyol yang kini berusia 22 tahun, mengaku keputusan tersebut bukan diambil dalam suasana tiba-tiba. Hubungan dengan manajemen KTM tetap terjaga baik, tetapi target olahraga yang ia bawa sejak awal membesarkan kecepatan kerja sama dengan tim pabrikan justru belum terpenuhi.
Target yang belum terwujud sejak awal
Menurut Acosta, sejak berada di keluarga KTM sebagai tim pabrikan, fokus utamanya adalah mendapatkan motor yang mampu membawanya bertarung memperebutkan gelar dunia. Ia menilai, harapan tersebut belum datang sebagaimana yang ia inginkan ketika menandatangani kontrak.
“Hal-hal seperti ini memang terjadi. Saya sudah mengatakan ketika menandatangani kontrak dengan tim pabrikan, satu-satunya yang saya inginkan adalah motor untuk menjadi juara dunia. Jelas motor itu belum datang,” ujarnya dikutip dari Motorsport, Selasa (28/7/2026).
Dalam penilaian pebalap tersebut, ia sudah terlalu lama berada dalam proses yang belum menghasilkan hasil akhir yang sesuai dengan kebutuhan kariernya. Karena itulah, kesempatan untuk berpindah ke Ducati dianggap datang pada waktu yang tepat dan tidak ingin disia-siakan.
“Sejujurnya, saya sudah tidak punya waktu lagi untuk disia-siakan. Saya mendapatkan banyak pengalaman di KTM, tetapi saya juga merasa bahwa (Ducati) adalah tantangan yang saya butuhkan dalam karier saya,” katanya.
Perjalanan cepat bersama KTM
Berita Terkait
Kisah Acosta dengan KTM dimulai sejak akhir 2020. Saat itu, ia masuk ke keluarga pabrikan setelah menjuarai Red Bull Rookies Cup, lalu kariernya melaju dengan ritme yang cepat hingga menembus kelas MotoGP.
Ia menanjak dari gelar juara dunia di Moto3 dan Moto2 sebelum promosi ke MotoGP bersama Tech3 pada 2024. Pada musim MotoGP 2025, Acosta tampil impresif dan finis di posisi keempat klasemen, yang kemudian membawanya mendapat promosi ke tim pabrikan KTM.
Namun, pengalaman yang ia kumpulkan tetap dihadapkan pada persoalan yang sama: perubahan pada kemampuan motor yang ia pakai belum dirasakan cukup untuk langsung mengubah peluang menjadi perebutan gelar. Ia tidak menyembunyikan bahwa harapan awal mengenai motor juara menjadi standar yang ia pegang dari awal kerja sama.
Persaingan era 850 cc dan penilaian performa
Acosta kemudian menerima tawaran Ducati untuk menjadi rekan setim Marc Marquez pada era baru MotoGP bermesin 850 cc yang dimulai pada 2027. Baginya, era tersebut menjadi panggung penting, sehingga ia memilih menguji tantangan baru ketika peluang itu terbuka.
Dalam konteks perkembangan KTM, Acosta mengakui RC16 terus menunjukkan peningkatan, terutama dalam menjaga performa ban sepanjang balapan. Meski begitu, menurutnya, performa RC16 masih berada di bawah Ducati GP26 dan Aprilia RS-GP, baik dalam catatan waktu satu putaran maupun kecepatan saat balapan.
Hal tersebut tercermin dari hasil yang diraih Acosta selama menjalani musim-semusim bersama KTM. Meski ia termasuk salah satu pebalap paling konsisten di grid, ia belum berhasil meraih kemenangan di grand prix.
Selain performa motor, Acosta juga menyoroti kondisi yang lebih luas terkait kemenangan MotoGP oleh KTM. Ia menyebut KTM juga belum memenangi balapan utama sejak Miguel Oliveira menjadi juara MotoGP Thailand 2022, yang berlangsung dalam kondisi hujan.
Dengan latar itulah, perpindahan ke Ducati bukan sekadar perubahan tim. Bagi Acosta, langkah tersebut menjadi cara untuk mengejar kebutuhan paling mendasar dalam kariernya: kendaraan yang mampu mendekatkannya pada target juara dunia, terutama ketika MotoGP memasuki babak dengan regulasi baru.












