jurnalistik.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan ingin mendorong kemajuan kota melalui kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robotik. Ia menyampaikan dorongan itu setelah mempelajari perkembangan teknologi di sejumlah kota besar di Asia.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara Awarding Jakarta Robotic Games 2026 di Balai Kota Jakarta pada Selasa (28/7/2026). Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan bahwa pembelajaran yang ia lakukan tidak berhenti pada teori, melainkan juga mencakup penerapan konsep di lingkungan kota.
Menurut Pramono, kunjungan bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membukakan wawasannya tentang cepatnya perkembangan teknologi. Ia menyebut pemantauan terhadap kecenderungan AI dan robotik, internet of things (IoT), serta konsep smart city di beberapa kota.
Ia kemudian merinci pengalaman kunjungannya dengan menyebut kota-kota yang dipelajari. “Kebetulan bulan lalu saya bersama jajaran Pemerintah Daerah DKI Jakarta pergi ke Shenzhen, kemudian ke Seoul, ke Tokyo, ke Kyoto. Salah satu yang kita pelajari adalah mengenai smart city, mengenai robotik, mengenai artificial intelligence, mengenai internet of things,” ujar Pramono dalam sambutannya.
Bagi Pramono, laju perkembangan teknologi saat ini berjalan sangat cepat. Ia menggambarkan bahwa robot dan AI kini telah menunjukkan kemampuan yang mendekati perilaku manusia dalam berbagai aspek.
“Sekarang ini robot atau artificial intelligence sudah punya rasa. Sudah bisa merasakan pedas atau tidak pedas. Sudah ada lidah yang bisa mengecap itu,” kata dia. Dengan contoh tersebut, ia ingin menekankan bahwa inovasi teknologi tidak lagi terbatas pada fungsi mekanis semata.
Pramono juga menyebut bahwa ia menyaksikan langsung beragam inovasi robotik selama kunjungan tersebut. Ia menyinggung adanya robot yang menggunakan sensor perasa, kulit buatan, sensor peraba (tactile), hingga robot humanoid yang dapat mengekspresikan emosi dan empati.
Ia menilai teknologi seperti itu berpotensi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di masa depan. Karena itu, Jakarta perlu melakukan persiapan agar tidak tertinggal dalam kompetisi penguasaan bidang teknologi.
Berita Terkait
Dalam arah kebijakannya, Pramono menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda. Ia berharap anak-anak dan pemuda dapat memiliki bekal untuk bersaing, sekaligus mampu memanfaatkan inovasi teknologi dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi kota.
Pramono juga menempatkan Jakarta Robotic Games 2026 sebagai ruang yang dapat melahirkan inovator muda. Menurutnya, ajang seperti itu memberi kesempatan bagi peserta untuk menghadirkan solusi atas berbagai problem perkotaan.
Ia mengatakan bahwa masa depan Jakarta berada di tangan anak-anak yang berani berpikir kreatif dan berbeda. “Mereka mempunyai beragam cara pandang untuk melihat bagaimana menyelesaikan persoalan kota ini. Dari kompetisi ini akan lahir para inovator, menjadi problem solving dari berbagai persoalan yang ada di Jakarta, bahkan di Indonesia,” ujarnya.
Di sela acara, Pramono sempat berbincang dengan para pemenang kompetisi. Ia menyebut nama Lintang dan Arjuna sebagai di antara peserta yang ditemuinya.
Ia mengaku terkesan karena para peserta telah mampu menciptakan inovasi robotik sejak usia muda. Baginya, kemampuan tersebut menunjukkan bahwa minat dan kreativitas anak-anak dapat diarahkan untuk menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan kota.
Lebih jauh, Pramono memandang kompetisi robotik sebagai sarana pembelajaran lintas pengalaman. Bagi peserta, tantangan yang dihadapi dalam kompetisi dapat menjadi cara untuk mengasah kemampuan problem solving yang dibutuhkan ketika teknologi diterapkan di kehidupan nyata.
Dari rangkaian pandangannya, dorongan Pramono pada AI dan robotik bukan sekadar soal penguasaan teknologi, melainkan upaya menyiapkan ekosistem kota yang adaptif. Ia mengaitkannya dengan smart city, IoT, serta kesiapan sumber daya manusia sejak dini.
Dengan memadukan pembelajaran dari berbagai kota seperti Shenzhen, Seoul, Tokyo, dan Kyoto, Pramono menegaskan bahwa Jakarta perlu melangkah lebih cepat. Ia berharap langkah tersebut dapat memperkuat posisi kota dalam perkembangan teknologi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.












