jurnalistik.co.id – Komputer Colossus—yang selama puluhan tahun berada di balik kerahasiaan pemerintah Inggris—kini resmi memperoleh pengakuan sebagai IEEE Milestone. Penghargaan tersebut dijadwalkan diberikan pada 29 September 2026 di Bletchley Park, Inggris, markas pemecah sandi militer pada masa Perang Dunia II.
Secara luas, Colossus diyakini ikut mempersingkat durasi Perang Dunia II dan menyelamatkan jutaan nyawa manusia, khususnya lewat kontribusinya membongkar sandi rahasia militer Jerman. Mesin ini disebut sebagai komputer digital elektronik terprogram skala besar pertama di dunia, dan pada era perang mampu beroperasi penuh.
Dari sisi rekayasa, Colossus dirancang pada 1943 oleh insinyur Inggris Tommy Flowers. Bentuknya berupa mesin raksasa dengan ribuan tabung vakum, yang ditempatkan secara diam-diam di Bletchley Park agar mendukung pekerjaan pemecahan kode tanpa menarik perhatian pihak lawan.
Tugas utama Colossus berfokus pada pemecahan sistem enkripsi Lorenz yang dikenal sangat rumit. Dalam konteks sejarah kriptografi, sandi Lorenz dipaparkan jauh lebih kompleks dibandingkan Enigma, serta dipakai untuk mengirim pesan strategi militer tingkat tinggi oleh pemimpin militer Jerman, termasuk Adolf Hitler.
Keunggulan Colossus terkait kecepatan operasionalnya dalam membaca pita kertas. Berkat kemampuan tersebut, pasukan Sekutu bisa menyadap serta mengetahui pola strategi pergerakan pasukan Jerman. Informasi intelijen yang dihasilkan dari komputer ini disebut-sebut sukses menyelamatkan puluhan ribu nyawa dan memperpendek durasi perang di Eropa secara signifikan.
Meski kontribusinya besar, nama Colossus tidak sepopuler mesin pemecah kode yang diasosiasikan dengan Alan Turing. Salah satu penyebab utama adalah status kerahasiaan tingkat tinggi yang melingkupi keberadaan mesin tersebut pada masa itu.
Setelah Perang Dunia II berakhir, pemerintah Inggris memerintahkan agar seluruh unit Colossus dibongkar dan dihancurkan. Kebijakan ini dijelaskan bertujuan agar teknologi canggih tersebut tidak jatuh ke tangan musuh pada fase awal Perang Dingin. Di saat yang sama, Tommy Flowers beserta tim insinyurnya juga dilarang keras membicarakan pekerjaan mereka kepada siapa pun.
Berita Terkait
Jejak publik Colossus kemudian baru muncul jauh setelah masa perang. Keberadaannya mulai dibocorkan kepada publik pada era 1970-an, sementara dokumen teknisnya baru benar-benar dibuka pada awal dekade 2000-an.
Dari mesin rahasia ke pengakuan IEEE
Kini, setelah 82 tahun, sejarah Colossus ditetapkan secara resmi melalui pengakuan IEEE Milestone. Plakat penghargaan telah dipasang di Bletchley Park untuk menghormati para insinyur yang bekerja di balik layar selama era krisis sandi berlangsung.
Pengukuran tersebut juga diposisikan sebagai penanda bahwa rancangan Colossus menjadi fondasi penting bagi era komputasi elektronik modern yang dapat dinikmati saat ini. Pengakuan ini dikaitkan dengan laporan IEEE Spectrum, yang merangkum konteks teknis dan historis penantian panjang pengesahan tersebut.
Bagi penggemar sejarah teknologi yang ingin melihat wujudnya tanpa harus mengandalkan gambaran terbatas, replika Colossus kini tersedia untuk dilihat langsung. Mesin replika tersebut dibangun ulang dengan komponen yang sangat akurat dan dipamerkan di The National Museum of Computing, Inggris.
Di balik mesin, ada pula nama-nama yang menjalankan operasional di Bletchley Park, seperti Dorothy Du Boisson dan Elsie Booker. Mereka bekerja dengan Colossus sebagai komputer digital elektronik program skala besar pertama di dunia, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemecahan sandi yang menentukan pada masa Perang Dunia II.
Melalui pengakuan IEEE Milestone, kisah Colossus kembali ditempatkan pada tempatnya: bukan hanya sebagai alat perang, melainkan sebagai tonggak perkembangan komputasi elektronik. Pengakuan yang datang terlambat ini pada akhirnya mempertebal pemahaman bahwa kemajuan teknologi sering tumbuh dari pekerjaan yang sempat disembunyikan demi kepentingan keamanan.










