Nasional

Houthis tewaskan tiga orang dalam serangan mematikan pertama sejak perang Iran dimulai: laporan

×

Houthis tewaskan tiga orang dalam serangan mematikan pertama sejak perang Iran dimulai: laporan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Houthis kill three in first deadly attack since start of Iran war - reports

jurnalistik.co.id – Kelompok Houthi dilaporkan melancarkan serangan mematikan di Laut Merah yang menewaskan tiga orang. Kejadian ini disebut menjadi serangan paling fatal pertama terhadap kapal sejak konflik AS–Israel terhadap Iran dimulai.

Menurut laporan yang dihimpun media, sebuah kapal kargo kecil terkena proyektil di kawasan selatan pelabuhan Mocha, Yaman. Insiden tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim (Maritime Trade Operations Centre) milik Inggris menyampaikan bahwa serangan terjadi di sekitar wilayah tersebut. Pernyataan resmi lembaga itu menjadi rujukan awal untuk kronologi kejadian.

Houthi disebut bersekutu dengan Iran dan mendapat dukungan penuh dari Teheran. Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok ini memang meningkatkan aktivitas terhadap pelayaran di kawasan.

Serangan terhadap jalur pengiriman mulai diumumkan sejak bulan lalu. Saat itu, Houthi menyatakan adanya blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi.

Konflik di wilayah tersebut diketahui terus berlangsung sejak akhir Februari. Dinamikanya sempat diwarnai gencatan senjata yang dianggap tidak berjalan mulus hingga akhirnya mengarah pada proses penyelesaian yang gagal.

Lonjakan ketegangan regional juga tercermin dari rangkaian serangan lain yang ditujukan ke kepentingan maritim Arab Saudi. Selain menyerang kapal tangker di Laut Merah, kelompok ini juga dilaporkan menarget fasilitas minyak.

Situasi di kawasan makin kompleks karena, pada saat yang sama, Iran menutup Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur air vital yang digunakan untuk pengiriman sekitar seperlima minyak serta gas alam cair (LNG) dunia.

Serangan di Laut Merah ini datang setelah jeda panjang dalam perang saudara Yaman runtuh. Traktat damai yang berlangsung bertahun-tahun antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi—dan diakui secara internasional—dilaporkan berakhir pada bulan lalu.

Dalam penelusuran BBC Verify, gambar yang beredar di media sosial disebut menunjukkan kapal kargo yang mengalami kerusakan. Kapal itu berada di Selat Bab al-Mandab, yang merupakan pintu masuk ke Laut Merah dari arah pantai Yaman.

Laporan media Yaman kemudian mengaitkan korban tewas dengan kru kapal. Disebutkan dua di antara yang meninggal merupakan anggota awak, termasuk seorang warga Pakistan dan seorang warga Indonesia.

Setelah insiden tersebut, sebuah kapal milik pemerintah Yaman disebut berangkat untuk membantu. Namun, saat proses bantuan berlangsung, kapal itu juga dilaporkan terkena tembakan.

Akibat insiden lanjutan tersebut, disebut ada korban tambahan. Identitas kewarganegaraan korban tambahan tidak disebutkan dalam laporan.

Gambar yang diperiksa juga memperlihatkan bahwa kapal tersebut memiliki nama Tihamah. Berdasarkan data pelacakan kapal dari MarineTraffic, kapal itu disebut berada di Laut Merah dekat Warner Point.

MarineTraffic juga menyebut kapal tersebut berlayar dengan bendera Tanzania. Detail ini menjadi bagian dari upaya verifikasi identitas kapal yang terlibat dalam insiden.

Foto-foto kerusakan kapal diketahui dibagikan oleh kantor berita Mehr yang dikategorikan sebagai semi-resmi Iran. BBC Verify menyatakan bahwa materi visual tersebut sudah diverifikasi sebagai gambar terbaru.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda bahwa foto tersebut merupakan hasil generasi kecerdasan buatan. Dengan demikian, keakuratan visual diklaim lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga saat laporan ini disusun, informasi mengenai waktu pasti, jenis proyektil, dan rincian prosedur keamanan kapal masih menjadi bagian dari konteks yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Namun, keterangan lembaga maritim dan laporan media lokal telah membentuk gambaran awal tentang serangan.

Dengan korban yang dilaporkan berjumlah tiga orang, insiden ini menambah daftar dampak langsung pada aktivitas pelayaran di Laut Merah. Serangan semacam ini juga berpotensi memperbesar risiko keselamatan bagi kapal-kapal yang melintas di jalur tersebut.

Ketegangan yang sedang berlangsung antara aktor-aktor regional terus menjadi latar penting dari insiden ini. Perkembangan terbaru juga menunjukkan bahwa konflik di daratan dan persaingan di jalur laut saling berkaitan dalam memengaruhi stabilitas kawasan.