jurnalistik.co.id – JAKARTA â Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menggelar apel kesiapan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) VVIP untuk rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026. Apel itu menjadi penanda kesiapan personel dan alutsista yang akan dikerahkan.
Dalam kegiatan di Lapangan Hitam Mako Paspampres, Senin (10/8/2026), Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha memimpin apel gelar kesiapan. Ribuan personel beserta alat utama sistem persenjataan (alutsista) disebut siap mengawal jalannya agenda.
Apel tersebut diselenggarakan untuk memastikan kesiapan sejumlah 1.147 personel serta alutsista canggih. Selain itu, agenda itu juga diarahkan agar seluruh unsur pengamanan VVIPâmulai dari personel, materiil, hingga sistem dan perangkat operasionalâberfungsi secara optimal.
Arah pengamanan: preventif dan proaktif
Menurut Mayjen Edwin, pengamanan VVIP harus dilakukan secara preventif dan proaktif. Ia menekankan perlunya mengantisipasi kemungkinan ancaman sejak dini agar rangkaian kegiatan kenegaraan berjalan dengan aman.
âBagi Paspampres, keberhasilan bukan hanya ketika kita berhasil melumpuhkan ancaman, tetapi ketika ancaman itu sama sekali tidak pernah memiliki kesempatan untuk muncul. Itulah hakikat tugas pengamanan VVIP yang sesungguhnya,â kata Edwin dalam keterangannya.
Edwin juga menjelaskan bahwa keberhasilan pengamanan Paspampres sering kali tidak tampak di hadapan masyarakat. Ia menilai, justru situasi yang tidak terlihat itu menjadi tempat profesionalisme diuji.
âNamun justru di situlah profesionalisme Paspampres diuji. Kita bekerja dalam senyap, penuh kewaspadaan, dengan ketelitian, kecepatan, disiplin, dan koordinasi yang solid,â sambungnya.
Di sisi lain, ia meminta seluruh personel menjaga keimanan dan ketakwaan. Selain aspek spiritual, persiapan juga diarahkan pada kemampuan fisik, mental, serta teknis agar pelaksanaan tugas di lapangan berjalan terukur.
Edwin berpesan agar personel meningkatkan kewaspadaan dan melaksanakan tugas secara profesional. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan, sikap tegas, santun, serta humanis dalam setiap langkah pengamanan.
Berita Terkait
- Tito Karnavian dan Nusron Wahid Resmi Teken SEB Integrasi Data BPHTB untuk Layanan Pertanahan
- Integrasi Layanan Informasi Publik Diluncurkan Pertamina, Dorong Keterbukaan dan Mutu Layanan Informasi
- Sjafrie Sjamsoeddin Dianugerahi Brevet Kehormatan Korps Marinir usai Meninjau Latihan Terintegrasi TNI 2026
âJadikan setiap langkah pengabdian sebagai kehormatan kita untuk menjaga keselamatan VVIP, menjaga, dan mengawal kehormatan dan martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia.â
Ia menambahkan, pengamanan rangkaian HUT ke-81 RI dipandang sebagai tugas sekaligus amanah mulia. Tanggung jawab tersebut dinilai berkaitan langsung dengan martabat institusi, keselamatan VVIP, serta pengawalan kehormatan bangsa dan negara.
Ribuan personel mengawal agenda HUT ke-81
Setelah apel kesiapan, Paspampres akan menurunkan personel untuk mengawal sejumlah kegiatan dalam rangkaian hari peringatan. Penugasan itu mencakup agenda yang berlangsung pada pertengahan Agustus sesuai jadwal kegiatan kenegaraan.
Sebanyak 151 personel akan mengawal Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) pada 14 Agustus. Sementara itu, 277 personel disiagakan untuk mengamankan Sidang DPR/MPR pada 15 Agustus.
Dengan penjadwalan pengamanan tersebut, apel gelar kesiapan VVIP di Mako Paspampres dimaksudkan memastikan setiap tahapan berjalan dengan koordinasi yang solid. Melalui kesiapan personel dan alutsista, Paspampres menargetkan pengawalan kegiatan berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali.
Rangkaian arahan yang disampaikan Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha menutup apel dengan penegasan bahwa ketelitian, disiplin, dan kesiapsiagaan menjadi fondasi utama. Di saat yang sama, profesionalisme pengamanan di lapangan diharapkan tetap menjaga kehormatan dan martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Mayjen Edwin juga menggarisbawahi bahwa kesiapan tidak berhenti pada kesiagaan di saat apel. Persiapan harus terus dijaga sebagai rangkaian pekerjaan yang terukur, mulai dari pengarahan, kesiapan penguasaan tugas, hingga kesiapan respons di lapangan ketika situasi berubah.
Ia menegaskan, pengamanan VVIP menuntut koordinasi yang rapi di antara seluruh unsur, termasuk keselarasan antara personel, materiil, serta perangkat operasional. Dengan begitu, setiap proses pengawalan dapat berlangsung sinkron dan tetap menjaga ketertiban, sehingga kegiatan kenegaraan berjalan aman dan terkendali.
Edwin juga mengingatkan agar seluruh personel menempatkan kedisiplinan sebagai kebiasaan dalam pelaksanaan tugas, disertai sikap tegas yang tetap santun dan humanis. Pada saat yang sama, dorongan menjaga keimanan dan ketakwaan menjadi bagian dari fondasi mental, agar kesiapan fisik, kesiapan pikiran, serta ketelitian teknis dapat dipertahankan sepanjang rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.










