jurnalistik.co.id – Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo Subianto, masuk daftar tokoh asal Jawa Tengah yang diusulkan untuk menerima gelar pahlawan nasional. Pengusulan tersebut, menurut informasi yang disampaikan, masih terkendala sikap keluarga Prabowo yang disebut belum bersedia mengajukan.
Langkah pengusulan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah, Imam Maskur. Ia menyebut Margono menjadi salah satu dari dua nama yang diajukan ke pemerintah pusat pada periode ini, bersama Kiai Sholeh Darat.
Imam mengatakan, “Ya tahun ini ada dua nama yang diusulkan sebagai pahlawan nasional, yaitu Kiai Sholeh Darat dan Margono Djojohadikusumo, mbahnya Pak Prabowo,”. Dalam kesempatan yang sama, ia menambahkan, “Keluarga presiden belum mau diajukan,”.
Proses diawali dari pengusulan daerah
Menurut Imam, Margono Djojohadikusumo diajukan bersama KH Sholeh Darat dari Kota Semarang. KH Sholeh Darat disebut sebagai ulama yang berperan dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa.
Imam menjelaskan bahwa pengajuan calon pahlawan nasional merupakan agenda tahunan. Kegiatan ini biasanya berkaitan dengan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November.
Meski keluarga Prabowo belum memberikan lampu hijau terhadap pengusulan Margono, Imam menegaskan bahwa proses pengajuan tetap berjalan. Pada tahapan berikutnya, kedua nama yang diusulkan Jateng masih berada dalam proses penilaian di tingkat pemerintah pusat setelah melalui pengajuan dari kelompok masyarakat di daerah asal masing-masing.
Kajian Pemprov Jateng dilakukan sebelum disampaikan
Imam juga menyampaikan bahwa sebelum nama-nama tersebut diserahkan ke pusat, Pemprov Jateng lebih dulu melakukan kajian. Ia menyebut kajian itu dikerjakan oleh tim bentukan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
Berita Terkait
Hasil kajian, menurut Imam, menyatakan Margono Djojohadikusumo dan KH Sholeh Darat layak diajukan sebagai calon pahlawan nasional. Imam merinci arah alur pengajuan dari daerah ke pusat melalui kalimat, “Pengkajian dari daerah lalu kami usulkan ke pusat,”.
Dengan demikian, keputusan akhir mengenai pemberian gelar pahlawan nasional kini berada pada tahap penilaian pemerintah pusat. Proses ini berjalan setelah pengusulan dari daerah dan pertimbangan awal yang disusun melalui kajian Pemprov.
Pengusulan pernah muncul pada 2025
Pengusulan Margono sebagai pahlawan nasional sebelumnya juga pernah disinggung pada 2025. Saat itu, Yayasan Merah Putih Peduli menyinggung sosok Raden Mas Margono Djojohadikusumo sebagai calon pahlawan nasional dalam “Seminar Nasional dan Bedah Buku”.
Acara tersebut berlangsung di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, pada Sabtu (15/2/2025). Dari rangkaian pertemuan tersebut, isu tentang pengusulan Margono kembali mencuat dan kemudian masuk ke agenda pengusulan pada periode berikutnya.
Dengan pengusulan terbaru dari Jawa Tengah, perhatian kini mengarah pada kelanjutan tahap evaluasi di tingkat pusat serta perkembangan terkait sikap keluarga Prabowo yang disebut belum bersedia mengajukan.
Imam Maskur menempatkan pengusulan itu sebagai rangkaian bertahap, mulai dari usulan yang datang dari daerah asal, kemudian dilanjutkan dengan kajian internal di tingkat provinsi. Ia menyebut arah prosesnya tidak berhenti di pengkajian semata, melainkan diteruskan menjadi pengajuan ke pemerintah pusat setelah dinilai layak. Pada konteks ini, dua nama yang diusulkan dari Jawa Tengah disebut masuk dalam daftar yang dibawa pada periode berjalan, sehingga langkah berikutnya berada di tahap penilaian otoritas pusat.
Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa evaluasi awal yang dilakukan Pemprov Jateng menjadi salah satu pintu sebelum nama-nama tersebut dibawa ke pusat. Tim yang dibentuk Gubernur Jateng Ahmad Luthfi disebut bekerja menyusun pertimbangan terhadap kelayakan calon pahlawan nasional. Setelah hasil kajian itu tersedia, barulah tahap penyampaian ke pemerintah pusat dilakukan, mengikuti alur pengusulan yang disiapkan dari daerah masing-masing.
Selain membahas jalannya proses pada periode ini, pemberitaan juga menyinggung kemunculan isu serupa pada 2025. Saat itu, Yayasan Merah Putih Peduli menyinggung Raden Mas Margono Djojohadikusumo sebagai salah satu yang dibahas dalam “Seminar Nasional dan Bedah Buku” di Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, pada Sabtu (15/2/2025). Dengan adanya pengusulan dari Jawa Tengah pada periode berikutnya, isu tersebut kembali muncul dan kini mengikuti tahapan evaluasi di tingkat pemerintah pusat.












