Teknologi

Nothing Batalkan Penerus CMF Phone 2 Pro, Harga RAM dan Penyimpanan Melonjak karena Booming AI

×

Nothing Batalkan Penerus CMF Phone 2 Pro, Harga RAM dan Penyimpanan Melonjak karena Booming AI

Sebarkan artikel ini
Vendor Smartphone Ini Batal Rilis HP Baru karena Harga RAM Naik Gila-gilaan Tekno 23 Juni 2026
Ilustrasi: Vendor Smartphone Ini Batal Rilis HP Baru karena Harga RAM Naik Gila-gilaan

jurnalistik.co.id – Nothing dikabarkan membatalkan rencana penerus ponsel murahnya, CMF Phone 2 Pro. Pembatalan itu dikaitkan dengan lonjakan harga memori, baik RAM maupun penyimpanan, yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh salah satu pendiri Nothing, Akis Evangelidis, melalui unggahan di platform X pada Jumat (19/6/2026). Dalam pernyataannya, Evangelidis menyebut perusahaan sempat mengembangkan suksesor CMF Phone 2 Pro yang meluncur pada 2025 lalu.

Namun, proyek penerus itu akhirnya dihentikan karena biaya komponen terus meningkat. Kondisi tersebut membuat Nothing sulit menghadirkan peningkatan spesifikasi tanpa harus menaikkan harga secara signifikan.

“Kami sedang mengembangkan penerusnya, tetapi dengan harga memori seperti sekarang, kami tidak bisa membuat ponsel yang benar-benar terasa lebih baik dengan harga yang masih masuk akal untuk lini CMF,” tulis Evangelidis.

CMF Phone 2 Pro sendiri dikenal sebagai salah satu smartphone terjangkau dengan desain yang mencolok khas Nothing. Saat diluncurkan, perangkat ini dibanderol sekitar 279 dollar AS, dan faktor harga tersebut menjadi salah satu fondasi utama daya tarik lini CMF.

Lonjakan harga RAM dan penyimpanan disebut menjadi penyebab utama dibatalkannya rencana penerus tersebut. Dalam sekitar 18 bulan terakhir, harga berbagai jenis memori dilaporkan melonjak tajam, sehingga biaya produksi perangkat konsumen ikut terdorong naik.

Masalah tidak hanya terbatas pada RAM. Harga media penyimpanan berbasis flash yang digunakan pada smartphone juga mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan industri teknologi, seperti yang disebut dalam laporan yang dirujuk Mashable.

Fenomena ini terjadi di tengah maraknya investasi kecerdasan buatan (AI) oleh sejumlah perusahaan teknologi besar. Amazon, Microsoft, Meta, Alphabet, dan sejumlah pemain lain disebut berlomba membangun pusat data serta infrastruktur AI yang membutuhkan kapasitas memori dalam jumlah sangat besar.

Dari sisi rantai pasok, produsen chip dan pemasok memori dilaporkan memprioritaskan produksi komponen dengan margin tinggi untuk server AI. Akibatnya, perangkat konsumen seperti smartphone ikut menghadapi tekanan pasokan dan harga karena sumber daya industri lebih banyak terserap untuk kebutuhan infrastruktur.

Tekanan pada pasar smartphone kelas bawah

Pembatalan suksesor CMF Phone 2 Pro juga dipandang sebagai sinyal bahwa segmen smartphone murah mulai menghadapi beban yang semakin berat. Sejumlah analis memperkirakan harga smartphone, tablet, hingga komputer pribadi berpotensi terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, seiring biaya komponen yang belum menunjukkan penurunan berarti.

Bagi produsen, tantangannya adalah bagaimana mempertahankan margin keuntungan tanpa mengorbankan kepantasan harga jual. Pilihan yang tersedia cenderung menuntut keputusan sulit: menaikkan harga perangkat atau mengurangi tingkat peningkatan spesifikasi dibanding generasi sebelumnya.

Sampai saat berita ini disusun, Nothing belum mengungkap apakah mereka akan mengganti proyek penerus CMF Phone 2 Pro dengan perangkat lain. Perusahaan juga belum menyatakan apakah langkah selanjutnya akan menunggu kondisi pasar memori kembali stabil.

Jika melihat langsung alurnya, pembatalan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan mengikuti pola yang sama: biaya komponen naik, lalu ruang untuk melakukan peningkatan tanpa menaikkan harga menjadi sempit. Dengan kata lain, inovasi spesifikasi pada perangkat kelas terjangkau sangat bergantung pada stabilitas biaya RAM dan penyimpanan, yang dalam periode ini justru dilaporkan terus meningkat.

Situasi tersebut membuat produsen smartphone memerlukan strategi yang lebih hati-hati saat menyusun generasi berikutnya. Daripada menambah fitur secara agresif, opsi yang mungkin lebih realistis adalah menyesuaikan besaran upgrade agar tetap berada di rentang harga yang selama ini menjadi ciri lini CMF. Tekanan ini pun selaras dengan gambaran bahwa permintaan memori di ekosistem AI mendorong prioritas produksi komponen server, sehingga perangkat konsumen ikut merasakan efek lanjutan.

Di sisi lain, ketidakpastian tetap ada karena Nothing belum menjelaskan langkah pengganti yang akan ditempuh. Perusahaan juga belum menyampaikan apakah proyek penerus akan menunggu sampai harga memori mereda atau dialihkan ke skema produk lain. Sampai ada konfirmasi lanjutan, pembaca masih perlu melihat apakah pembatasan biaya tersebut akan memengaruhi tempo perilisan lini CMF ke depan.