jurnalistik.co.id – Pemasangan baliho ucapan ulang tahun ke-65 Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, memunculkan respons kritis dari Partai Gerindra Kota Solo. Kendati dipahami sebagai bentuk apresiasi, kritik diarahkan pada tidak adanya ucapan serupa dari Wali Kota Solo saat Presiden Prabowo Subianto berulang tahun.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengakui adanya kekeliruan. Ia menyampaikan bahwa baliho tersebut merupakan wujud apresiasi, sekaligus menegaskan kesediaannya untuk menerima penilaian dari internal partai.
Respati mengatakan, “Bentuk apresiasi. Pokoknya siap salah, Pak Ketua (Gerindra),” saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Selasa (23/6/2026). Pernyataan itu muncul setelah kritik disampaikan terkait sikap yang dinilai tidak sebanding dengan perlakuan terhadap momen ulang tahun Ketua Umum Gerindra.
Baliho ucapan ulang tahun Jokowi diketahui dipasang di beberapa titik di Solo. Respati menjelaskan, ulang tahun Jokowi dianggap membawa berkah bagi kota tersebut, sehingga warga dan pelaku usaha ikut merasakan dampaknya. Menurutnya, banyak warga dari berbagai wilayah datang untuk mengucapkan selamat.
Ia menambahkan, “Ya beberapa (titik). Kita keberkahan beliau (ulang tahun Jokowi). Hari ini pun Kota Solo tetap mendapatkan berkah,”. Respati juga menyebut pelaku usaha karangan bunga memperoleh banyak pesanan terkait momen ulang tahun tersebut.
Ketika ditanya mengenai keberatan yang disampaikan pihak Gerindra, Respati kembali menegaskan sikapnya. Ia menyatakan, “Kalau masalah yang ada kemarin dari Pak Ketua, pokoknya siap salah, siap salah,”.
Kronologi pemasangan baliho dan kritik Gerindra
Respati menanggapi kritik setelah munculnya kekecewaan dari Partai Gerindra Solo. Baliho yang berisi wajah Jokowi, dengan kemeja putih dan senyum, dipasang di Jalan dr Wahidin, Purwosari, Laweyan, Kota Solo pada Senin (22/6/2026). Di baliho tersebut tertulis “Pemerintah Kota Surakarta mengucapkan 21 Juni 2026 Selamat Ulang Tahun ke-65 Bp. Ir. H. Joko Widodo Presiden ke-7 RI,”.
Menurut pengamatan yang disampaikan Gerindra, pemasangan baliho tersebut dilakukan di tujuh titik lokasi di Solo. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Solo, Ardianto, mengaku menerima laporan mengenai jumlah titik pemasangan tersebut.
Ardianto menyatakan rasa kecewanya atas keputusan itu. Ia menilai pemasangan baliho menggunakan sarana milik Pemkot, sementara ia merasa tidak melihat adanya langkah serupa ketika Presiden Prabowo Subianto berulang tahun.
Ia menjelaskan, “Semua pakai balihonya milik Pemkot Surakarta. Itu kalau analisis saya mungkin Mas Wali memberikan semacam apa ya, surprise atau apa, saya kurang begitu paham juga. Padahal ya saya juga merasa cukup, kecewa juga selaku ketua DPC,” saat ditemui di DPRD Solo pada Senin (22/6/2026).
Ardianto menegaskan bahwa Respati yang merupakan kader Gerindra justru tidak melakukan ucapan serupa saat Prabowo berulang tahun. Ia menyampaikan pertanyaan langsung terkait mengapa tidak ada baliho atau ucapan untuk Prabowo dalam momen yang sama.
Ardianto mengatakan, “Kenapa ketika Pak Prabowo kok tidak ada ucapan? Ini membuat saya juga agak kecewa sedikit dengan apa yang diberikan Mas Wali kepada Pak Jokowi, tetapi kenapa Pak Prabowo tidak ada? Padahal beliau juga menjadi kader Gerindra,”.
Respons tersebut kemudian memunculkan penjelasan dari Respati yang mengaitkan pemasangan baliho dengan pertimbangan apresiasi serta harapan agar Solo tetap memperoleh berkah dari momen tersebut. Meski begitu, polemik tetap berpusat pada kesan perbedaan perlakuan antara ulang tahun Jokowi dan Prabowo, yang dinilai tidak sejalan dengan harapan internal partai.












