Olahraga

Nova Arianto: Timnas U19 Belum Siap Sepenuhnya untuk Kualifikasi Asia

0
×

Nova Arianto: Timnas U19 Belum Siap Sepenuhnya untuk Kualifikasi Asia

Sebarkan artikel ini
Nova Arianto Akui Timnas U19 Belum Siap Sepenuhnya untuk Kualifikasi Asia Bola 14 Juni 2026
Ilustrasi: Nova Arianto Akui Timnas U19 Belum Siap Sepenuhnya untuk Kualifikasi Asia

jurnalistik.co.id – Nova Arianto menilai Timnas U19 Indonesia masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah jelang Kualifikasi Piala Asia U20, meski timnya berhasil mengakhiri ASEAN U19 Championship 2026 dengan hasil positif.

Timnas U19 Indonesia finis ketiga setelah meraih kemenangan atas Kamboja pada laga pamungkas perebutan posisi ketiga Piala AFF U19 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sabtu (13/6/2026) sore.

Dalam evaluasinya, Nova Arianto menyatakan bahwa proses perbaikan akan dilakukan melalui diskusi setelah turnamen berakhir. Ia menegaskan pendekatan yang dipakai tetap berangkat dari evaluasi dan pengamatan selama pertandingan.

Fokus evaluasi fisik dan keputusan di lapangan

Nova Arianto mengungkap bahwa ada aspek yang masih perlu dibenahi, khususnya terkait kondisi fisik pemain. Pelatih asal yang disebut berusia 46 tahun itu menyebut fisik pemain belum siap untuk tampil di kualifikasi nanti.

“Kalau kita bicara kekurangan pastinya secara evaluasi setelah ini kita akan coba berdiskusi lagi dengan pelatih,” ujar mantan asisten pelatih Shin Tae-yong itu.

“Tetapi kalau dari pengamatan saya di masalah physical , fisik pemain yang menurut saya masih belum siap untuk kita tampil di kualifikasi nanti. Karena kita bisa lihat secara performa mereka belum konsisten,” imbuhnya.

Selain fisik, Nova Arianto juga menyoroti pemahaman permainan yang masih harus ditingkatkan. Menurutnya, ada bagian dari pengambilan keputusan di lapangan yang menjadi catatan penting tim.

“Kedua memang masalah decision mereka di lapangan, bagaimana dengan situasi yang berbeda pemain cukup-cukup lama dalam mengambil keputusan dan itu menjadi catatan besar kami dalam masalah physical dan masalah pemahaman bermain,” ujarnya lagi.

Ia memandang bahwa kendala-kendala tersebut muncul dalam konteks situasi yang berbeda-beda selama pertandingan, sehingga penguatan pemahaman permainan dan kecepatan keputusan menjadi bagian dari PR tim.

Mental jadi modal berharga

Tengah mengakui masih adanya kekurangan, Nova Arianto melihat satu aspek yang menurutnya paling menjanjikan dari perjalanan tim di turnamen ini, yaitu mental bertanding pemain.

Menurutnya, pemain mampu menunjukkan karakter kuat sepanjang turnamen meski menghadapi lawan-lawan yang tidak mudah. Nova Arianto juga menilai sisi positif itu layak untuk terus dikembangkan sebelum memasuki babak kualifikasi.

“Sekali lagi, saya sangat bersyukur sisi positifnya adalah dari mental bermain yang menurut saya sangat luar biasa,” kata Nova Arianto.

“Harapannya itu bisa terus kita kembangkan dan di saat kualifikasi kita sudah siap secara fisik, secara teknik, maupun secara taktik, maupun secara mental,” imbuhnya.

Dengan demikian, tim tidak hanya berfokus pada pembenahan aspek fisik dan cara mengambil keputusan, tetapi juga menjaga momentum mental yang sudah tampak sepanjang turnamen.

Jam terbang dan uji coba internasional jadi kebutuhan

Setelah menjalani ASEAN U19 Championship 2026, Nova Arianto menilai pengalaman bermain di level internasional menjadi faktor penting bagi perkembangan pemain muda Indonesia. Ia menekankan kebutuhan untuk mendapatkan lawan yang berkualitas sebelum menghadapi Kualifikasi Piala Asia U20.

Nova Arianto berharap tim dapat memperoleh uji coba internasional sebagai bagian dari persiapan menjelang kualifikasi. Ia menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan bersama PSSI dan juga pihak yang disebutnya setelah turnamen berakhir.

“Setelah ini kita akan melakukan evaluasi bersama dengan PSSI, bersama dengan Pak Erick Tohir, karena setelah ini kita di bawah Tim Nasional Senior, jadi setelah ini kita akan melakukan evaluasi,” ujar pelatih pelatih berusia 46 tahun itu.

Ia juga menyebut jam terbang sebagai catatan besar yang perlu dikejar. Nova Arianto menilai perbedaan level pertandingan internasional dan di Indonesia menjadi alasan mengapa uji coba berkualitas perlu diprioritaskan.

“Memang catatan besar kami adalah pemain butuh jam terbang. Karena jam terbang bermain di level internasional sangat berbeda di Indonesia dan harapannya kami bisa mendapatkan uji coba internasional bisa mendapatkan lawan-lawan yang kualitasnya sangat baik,” sambungnya.

Selain uji coba, program pemusatan latihan juga menjadi opsi untuk meningkatkan fondasi fisik pemain. Nova Arianto menyatakan tim akan fokus membentuk kondisi fisik sebagai dasar persiapan.

“Menurut saya menjadi catatan sangat-sangat besar buat saya. Jadi kita akan fokus dengan bagaimana membentuk secara fondasi fisik pemain dan itu akan kita lakukan,” kata Nova Arianto.

Ia berharap seluruh program berjalan sesuai keinginan dan proses uji coba dapat diperoleh sebagaimana yang diharapkan tim. “Semoga semua training camp bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita mau dan uji coba bisa kita dapatkan sesuai dengan harapan kami,” pungkasnya.