jurnalistik.co.id –
Juara Olimpiade cabang figure skating, Alysa Liu, memastikan dirinya tidak akan berlaga pada musim 2026-27. Pengumuman itu disampaikan melalui unggahan di media sosial, sekaligus menegaskan bahwa ia memilih mengambil jeda dari kompetisi untuk memfokuskan penyempurnaan teknik.
Liu, yang berusia 21 tahun, meraih pencapaian bersejarah pada Olimpiade Februari lalu di Milano Cortina Games. Ia menjadi perempuan Amerika Serikat pertama sejak 2002 yang menjuarai nomor putri single, sekaligus turut membantu tim Amerika Serikat meraih medali emas pada nomor beregu.
Jeda untuk kalibrasi ulang teknik dan gaya
Dalam unggahannya, Liu menyatakan bahwa keputusan untuk absen merupakan langkah terencana agar ia dapat mengembangkan “artistry” dan skating-nya. Ia menulis, “I always want to challenge myself in new ways, so my artistry & skating can evolve. It’s important to me that my sport reflects my personal growth,”
Ia juga menambahkan alasan praktis di balik jeda tersebut. Liu menegaskan rencananya untuk menyesuaikan berbagai aspek jelang musim berikutnya, dengan kutipan: “I’m gonna take the time to recalibrate, fine-tune things & whatnot. So fear not, I’ll be back, & in the meantime I’ll be rooting for my teammates near & far.”
Dengan keputusan ini, Liu akan melewatkan Kejuaraan Dunia Maret mendatang di Finlandia. Ia tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga menempatkan perubahan gaya dan pendekatan kompetitif sebagai bagian dari proses pengembangan diri.
“Masuk akal” secara logika, emosi, dan fisik
Berita Terkait
Selain pernyataan melalui media sosial, Liu juga berbicara dalam wawancara terpisah dengan broadcaster AS, NBC. Dalam wawancara tersebut, ia menyampaikan, “Logically and emotionally and physically, this just makes the most sense.”
Liu mengakui bahwa absennya berarti ia akan melewatkan atmosfer persaingan internasional, termasuk kehadiran para pesaing dari berbagai negara. Ia mengatakan, “I will miss seeing the international competitors at all the international (competitions), but there will be more, so it’s fine.”
Pernyataan itu sekaligus memberi gambaran bahwa jeda bukanlah penarikan diri tanpa arah, melainkan pilihan untuk kembali dengan bentuk performa yang lebih siap. Ia menempatkan jeda sebagai waktu untuk penataan ulang sebelum kembali menghadapi kalender kompetisi.
Bukan jeda pertama dalam perjalanan karier
Keputusan Liu untuk absen pada musim 2026-27 juga bukan yang pertama kali dilakukan dalam perjalanan kariernya. Ia dikenal sebagai figur yang sejak lama melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan perkembangan, baik dari sisi teknik maupun cara mengelola tantangan baru.
Liu pernah menjadi anak prodigy dan menorehkan rekor sebagai juara AS termuda pada 2019 saat berusia 13 tahun. Namun, perjalanan kariernya sempat mengalami jeda lain ketika ia mengumumkan pensiun dari cabang olahraga pada 2022, saat usianya baru 16 tahun.
Setelah periode tersebut, Liu melakukan comeback yang kemudian menjadi sorotan. Ia kembali dengan torehan yang menonjol, termasuk menjadi juara dunia pada tahun comeback-nya, sebelum akhirnya mencapai puncak karier melalui gelar Olimpiade.
Dengan latar itu, jeda kali ini terasa sebagai kelanjutan dari pola keputusan yang ia ambil sepanjang karier: memetakan waktu untuk memperbaiki elemen permainan, menantang diri dengan pendekatan baru, lalu kembali ketika dianggap siap.
Musim 2026-27 kini akan menjadi panggung bagi atlet lain untuk mengisi ketiadaan Liu di nomor-nomor utama. Bagi Liu sendiri, fokus utamanya adalah memastikan bahwa proses “recalibrate” dan “fine-tune” yang ia sebutkan dalam unggahannya bisa berdampak langsung pada performa berikutnya, termasuk saat ia kembali bersaing setelah melewati Kejuaraan Dunia Maret di Finlandia.












