Olahraga

Antonelli Kuasai Monza: Menyalip George Russell setelah Start dari P22-Grid Ke-19

×

Antonelli Kuasai Monza: Menyalip George Russell setelah Start dari P22-Grid Ke-19

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Italian Grand Prix result: Kimi Antonelli passes George Russell for stunning Monza win from 19th on grid

jurnalistik.co.id – Kimi Antonelli tampil sebagai pahlawan baru di Monza setelah merebut kemenangan dramatis pada Grand Prix Italia. Ia start dari posisi ke-19 di grid, lalu mengubah jalannya balapan menjadi panggung yang benar-benar meledak di momen yang menentukan.

Antonelli akhirnya menyalip George Russell, yang berangkat dari posisi kedua, tepat ketika balapan memasuki empat lap terakhir. Insiden dan ritme strategi yang berubah-ubah membuat duel di barisan depan terus bergeser, namun hasil akhirnya tetap berpihak pada Mercedes dengan cara yang sulit dilupakan.

Dengan kemenangan tersebut, Antonelli sekaligus memperpanjang keunggulan klasemen ke 66 poin. Tambahan poin itu terasa semakin spesial karena keberhasilan datang dari posisi start yang jauh lebih tertinggal daripada biasanya pada balapan sebesar Monza.

Keberanian Antonelli juga tercermin dari catatan historis yang menyertai performanya. Ia menjadi pembalap Italia pertama yang meraih kemenangan di Monza sejak Ludovico Scarfiotti pada 1966, sebuah jeda panjang yang akhirnya dipatahkan.

Rangkaian momentum Antonelli bergerak sejak awal. Ia menunjukkan kemampuan untuk menjaga laju dan menekan lawan sampai akhirnya menempel Russell cukup dekat. Sejak 16 lap pertama, Antonelli sudah berada dalam posisi yang membuat kemenangan tetap menjadi kemungkinan nyata, bukan sekadar impian sesaat.

Russell sendiri menjalani balapan dengan tekanan yang jelas. Ia tahu bahwa hasil di kandang Mercedes menjadi kesempatan untuk mengejar keterkaitan poin dengan Antonelli, sehingga setiap perubahan kondisi di trek punya nilai strategis besar.

Di tengah perlombaan, Antonelli terlihat mampu memenangi balapan dengan berbagai skenario, sebelum sebuah keputusan strategi mengubah peta persaingan. Ia memilih masuk untuk mengganti ban baru di bawah virtual safety car pada pertengahan balapan.

Langkah itu sempat membuat jarak terasa menjadi isu. Namun, alih-alih kehilangan kendali, Antonelli berhasil memangkas ketertinggalan yang sebelumnya mencapai 15 detik hingga akhirnya kembali menyamakan kondisi. Saat momen itu menguap, duel dua rekan setim kembali terbuka lebar.

Pada tahap selanjutnya, Antonelli tidak sekadar mendekat, melainkan benar-benar mengukir jalan untuk melewati Russell. Penyalipan terjadi dengan waktu yang tepat, saat balapan tinggal menyisakan empat lap, sehingga Russell tidak lagi punya ruang untuk merespons dengan efektif.

Secara statistik, kemenangan Antonelli juga menorehkan tempat istimewa. Ia menjadi pembalap yang berada dari posisi start paling jauh kedua yang berhasil meraih kemenangan grand prix setelah John Watson, yang menang dari grid posisi ke-22 pada Grand Prix Amerika Serikat 1983.

Gelombang respons juga datang dari tribun. Para pendukung yang biasanya identik dengan Ferrari justru memberikan sambutan meriah kepada Antonelli ketika ia melewati garis finis untuk mengamankan bendera finis. Kemenangan itu terasa seperti pengesahan penuh atas usaha panjang dari pembalap yang mampu mengubah tekanan menjadi eksekusi.

Di podium, Max Verstappen menempati posisi terakhir. Ia berada di depan dua pembalap McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, yang sama-sama menutup jalannya balapan dengan hasil kuat setelah bertarung mengikuti ritme balapan yang penuh variasi.

Sementara itu, balapan Monza juga menyisakan catatan yang mengecewakan untuk beberapa tim lain. Russell mengalami hari yang tidak sesuai harapan, meski ia sudah mencoba memanfaatkan kesempatan untuk mengejar poin melalui dinamika yang berkembang selama balapan.

Bagi Ferrari, tampil di depan publik sendiri juga menjadi pengalaman yang pahit. Lewis Hamilton harus puas finis di posisi keenam, dan Charles Leclerc mengalami insiden sehingga tersingkir lebih awal. Di sisi lain, McLaren menemukan pemulihan yang cukup baik, mengingat perjalanan mereka tetap berujung pada penempatan yang terlihat kompetitif di klasemen akhir.

Keseluruhan Grand Prix Italia di Monza kemudian dirangkum oleh satu hal: Antonelli mampu menyalakan performa yang bertumpu pada kecepatan, ketepatan strategi, dan kemampuan membaca momen. Kemenangan dari start ke-19 bukan hanya kejutan, melainkan sinyal kuat bahwa ia bisa bersaing sampai batas terakhir, bahkan ketika balapan terasa tidak memihak di awal.