Olahraga

Brussels Jadi Saksi Amy Hunt: ‘not afraid of anyone’ Usai Finis Kedua di 100 m Final Diamond League 2026

×

Brussels Jadi Saksi Amy Hunt: ‘not afraid of anyone’ Usai Finis Kedua di 100 m Final Diamond League 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Diamond League Final 2026: Amy Hunt 'not afraid of anyone' after second-placed 100m finish

jurnalistik.co.id – Final Diamond League 2026 di Brussels menampilkan momen kuat untuk Amy Hunt. Sprinter asal Inggris itu finis di posisi kedua nomor 100 meter dengan catatan 11,06 detik, sekaligus menegaskan keyakinannya jelang jadwal balapan berikutnya.

Hunt berada di belakang Tina Clayton dari Jamaika yang keluar sebagai juara dengan waktu 10,93 detik. Satu hari setelah menempati peringkat ketiga di nomor 200 meter, Hunt kembali mengukir hasil podium di nomor yang sama-sama menjadi sorotan.

Di belakang Hunt, Sha’Carri Richardson dari Amerika mencatat 11,07 detik dan harus puas di urutan ketiga. Hasil ini sekaligus melanjutkan tren performa Hunt pada fase akhir musim.

Keberhasilan Hunt juga berangkat dari momentum besar setelah sebelumnya memenangkan empat medali emas pada Kejuaraan Eropa di Birmingham. Dengan landasan itu, ia datang ke Brussels dengan kepercayaan diri yang jelas, termasuk saat menjawab pertanyaan tentang mental bertanding.

“I am 24 and on the up and up and up. I am not afraid of the other girls,” kata Hunt. Ia melanjutkan, “I have so much love and respect for them and they are absolute icons but I love the challenge of going head to head with them.”

Hunt juga menggambarkan sensasi bersaing yang membuatnya kembali ke akar kegemarannya berlari. “It takes me back to younger days racing boys in the school playground.”

Selain menonjolkan hasil, Hunt turut membahas rencana kompetisinya setelah Diamond League. Ia menyatakan akan kembali tampil di nomor 100 meter dan 200 meter pada Ultimate Championships edisi perdana di Budapest, yang dimulai pada 11 September.

“To come away with two podiums is no mean feat, and I am the only athlete to double up in the sprints and I came away with a second and a third,” tambah Hunt. Ia menempatkan dua hasil podium tersebut sebagai capaian yang tidak sekadar kebetulan, melainkan buah konsistensi.

Sementara itu, lomba 1500 meter putri di Brussels juga menghadirkan cerita berbeda. Georgia Hunter Bell yang sebelumnya masuk jajaran unggulan prapertandingan justru finis keempat, meski pada tahun ini ia meraih tiga gelar internasional.

Hunter Bell disebut pernah menjuarai world indoor 1500m, Commonwealth Games 800m, dan European 1500m. Namun, dalam final di Brussels ia tidak terlihat cukup dekat untuk menantang tiga besar sejak awal balapan.

Di puncak klasemen, Klaudia Kazimierska dari Polandia meraih kemenangan dengan waktu 3 menit 54,05 detik. Dorcus Ewoi dari Kenya menyusul di posisi kedua, sedangkan Jessica Hull dari Australia mengamankan tempat ketiga.

Hunter Bell menjelaskan performanya dipengaruhi oleh beratnya jadwal yang ia jalani. “I have done three championships so I am starting to feel it in my body,” ujarnya. Ia menambahkan, “I am struggling a little bit, even mentally to get my adrenaline up again week in, week out, but I am really lucky to be racing and to be happy and healthy.”

Ia juga menyebut perlu melakukan pemulihan sebelum tampil pada Ultimate Championships. “I just have to regroup before the Ultimate Championships next week, but I have to be happy with my consistency this season.”

Nomor 800 meter putri pun berlangsung ketat. Audrey Werro dari Swiss keluar sebagai pemenang, namun Femke Broeders-Bol dari Belanda memberikan perlawanan hingga garis akhir. Ketidakhadiran Keely Hodgkinson karena cedera turut memengaruhi komposisi persaingan di arena.

Werro sempat berada dalam jarak yang sangat rapat ketika final straight dimulai. Ia bertahan dengan Broeders-Bol menempel di belakang, lalu tetap mencatat kemenangan di waktu 1:54,75, unggul 0,06 detik dari lawannya.

Werro juga datang dengan statistik impresif sepanjang tahun. Ia telah mencatat peringkat ketiga, keempat, dan kelima waktu tercepat 800 meter dalam sejarah pada musim ini, dan hasil di Brussels memperlihatkan ia mampu mempertahankan performa tersebut di momen krusial.

Di cabang lain, Alison dos Santos dari Brasil serta Masai Russell dari Amerika tampil sebagai pemenang kembali di Brussels. Namun, keduanya tidak bisa memperbaiki waktu yang sebelumnya mereka bukukan di Zurich—padahal pekan lalu, Russell dan dos Santos masing-masing mencatat rekor dunia pada nomor putra 400 meter gawang dan putri 100 meter gawang.