jurnalistik.co.id – Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF) membuka peluang tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah India memutuskan mundur. Prosesnya kini masuk tahap pembicaraan dengan FIFA.
Langkah tersebut terkait pengumuman dari Presiden Federasi Sepak Bola India (AIFF), Kalyan Chaubey. Ia menyatakan India tidak akan mengambil bagian dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
Chaubey mengaitkan keputusan tersebut dengan komitmen India untuk menjalani laga uji coba menghadapi Brasil. Pernyataan itu disampaikan Rabu (12/8/2026) malam, dan dikutip dari Times of India: “Kami tidak dapat berpartisipasi dalam FIFA ASEAN Cup karena komitmen kami dengan federasi sepak bola Brasil,” ujar Presiden AIFF, Kalyan Chaubey.
Menurut Chaubey, federasi telah menjelaskan rencana tersebut kepada FIFA. Ia menambahkan, “Kami telah memberi tahu FIFA, dan para pejabat terkait memahami alasan mengapa kami terpaksa mengambil keputusan ini,” jelas Chaubey.
India semula dirancang menjadi lawan Timnas Indonesia di Grup A bersama Singapura dan Malaysia. Setelah mundur, skema lawan itu berubah.
Laga uji coba India vs Brasil disebut akan berlangsung di Kolkata pada 3 Oktober mendatang. Jadwal tersebut disebut bertabrakan dengan penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.
Situasi itu kemudian memunculkan spekulasi pengganti pada slot yang ditinggalkan India. Salah satu negara yang disebut siap menggantikan adalah Bangladesh.
Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF) disebut telah memulai pembicaraan formal dengan FIFA. BFF kemudian menunggu keputusan akhir dari badan pengatur sepak bola dunia tersebut.
Wakil Presiden BFF, Fahad Karim, menjelaskan diskusi dengan FIFA sedang berlangsung. Ia menyebut tim juga mulai menyiapkan rencana terkait keikutsertaan turnamen.
Karim menyampaikan kutipan yang disampaikan dalam pembahasan: “FIFA ingin mengetahui rencana kami untuk jendela transfer September dan apakah kami siap bermain di Piala ASEAN,” kata Karim. Ia juga menambahkan, “Kami telah merinci rencana kami kepada FIFA. Diskusi mengenai keikutsertaan di Piala ASEAN telah dimulai.”
Dari kutipan tersebut, FIFA tidak hanya menanyakan rencana jendela transfer, tetapi juga kesiapan BFF untuk bermain di Piala ASEAN.
Berita Terkait
Dalam lanjutan penjelasannya, Karim menyebut BFF masih menunggu keputusan FIFA. “Kami sekarang secara resmi menunggu keputusan FIFA. Namun, kami telah memulai persiapan untuk berpartisipasi dalam turnamen ini,” sambungnya.
Federasi menunggu keputusan FIFA sebelum menentukan langkah lanjutan yang diperlukan untuk implementasi di lapangan.
Proses di internal BFF juga digambarkan berjalan cepat. Anggota Komite Pengembangan BFF, Sayeed Hassan Kanan, menyebut federasi mengambil langkah setelah menerima panggilan telepon mendesak pada Jumat (14/8/2026).
Kanan menjelaskan bahwa komunikasi itu datang secara mendadak. “Begitu undangan tiba hari ini (Jumat), presiden kami tiba-tiba menelepon dalam keadaan darurat,” kata Kanan.
Dalam laporan yang sama disebutkan adanya upacara penandatanganan nota kesepahaman ASEAN-FIFA dalam pengembangan sepak bola. Pembahasan keikutsertaan ini juga terkait konteks kerja sama kawasan tersebut.
Acara tersebut menghadirkan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Penandatanganan nota kesepahaman ASEAN-FIFA digelar di KTT ASEAN ke-47, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26 Oktober 2025.
Kemunduran India pada jadwal turnamen turut mengubah dinamika rencana peserta untuk edisi 2026. Dengan adanya perubahan slot tersebut, BFF berada pada fase pembahasan dengan FIFA.
Sampai keputusan resmi FIFA diumumkan, BFF terus menyiapkan rencana yang diminta. Statusnya masih menunggu hasil akhir, sementara persiapan internal sudah mulai dilakukan.
Dalam pembahasan lanjutan, BFF menempatkan persiapan sebagai bagian dari respons terhadap kebutuhan FIFA, termasuk bagaimana rencana penguatan tim bisa selaras dengan jendela transfer September dan kebutuhan kompetisi di ASEAN.
Karim menegaskan, komunikasi tersebut membuat federasi tidak hanya menunggu kabar, tetapi juga mulai menyusun langkah praktis yang diperlukan bila akhirnya dipastikan menjadi peserta. Proses persiapan itu berjalan paralel sambil menunggu konfirmasi resmi.
Di sisi internal, koordinasi BFF dipercepat setelah muncul panggilan telepon yang sifatnya mendesak, sehingga presiden federasi langsung menghubungi dalam waktu yang relatif singkat. Langkah cepat ini diarahkan untuk menjaga agar rencana yang dibutuhkan dapat disampaikan tanpa terlambat.
Konteks kerja sama kawasan juga menjadi latar yang ikut dibahas, seiring keberadaan nota kesepahaman ASEAN-FIFA yang ditandatangani pada KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur. Dengan kerangka itu, pembahasan keikutsertaan BFF ditempatkan dalam diskusi pengembangan sepak bola di tingkat kawasan.












