jurnalistik.co.id – Crystal Palace dibuat terdiam saat Manchester City melawat ke Selhurst Park dan menang meyakinkan 4-1. Kemenangan besar itu juga mempertegas bahwa Rayan Cherki enggan menyembunyikan emosi—baik saat senang maupun saat kecewa—sebagaimana terlihat dari cara ia merespons laga di depan televisi.
Phil McNulty menyoroti momen tersebut sebagai “penanda berat” era pasca Pep Guardiola. Cherki ditanya langsung seberapa menikmati pertandingan, namun ia tidak menjawab seperti biasanya. Ia justru melontarkan penilaian yang sangat terus terang terkait penampilannya di babak pertama.
Di samping Cherki saat menunggu penghargaan pemain terbaik, Erling Haaland hanya bisa tertawa mendengar kejujuran sang pemain. Reaksi itu menggambarkan suasana yang sama-sama jujur: Cherki tetap berani mengakui kekurangan, tetapi sekaligus menunjukkan bakatnya lewat kontribusi nyata.
Catatan soal kejenakaan kritik diri Cherki pun tampak langsung terpatahkan. Dalam kemenangan 4-4? (tidak), kemenangan yang dimaksud adalah 4-1, Cherki tampil menonjol dengan dua gol di babak kedua yang mengubah jalannya laga secara menentukan. Ia menegaskan dirinya dalam cara yang sulit diabaikan: bukan sekadar membuat assist, tetapi menghadirkan skor lewat eksekusi individual.
Cherki memang sudah memberi dampak saat masih ditangani Guardiola pada musim sebelumnya. Namun, ada perasaan bahwa sosok yang “meramaikan” permainan setelah didatangkan dari Lyon dengan biaya bargain £30m bisa berbuat lebih besar lagi. Musim perkenalannya menunjukkan angka yang penting: ia mencatat 33 penampilan Premier League, dengan 14 di antaranya dimulai dari bangku cadangan.
Di bawah pelatih baru Enzo Maresca, Cherki tampak punya ruang untuk membuktikan sesuatu di tengah banyaknya sumber daya serangan City. Ia juga datang dari situasi yang relevan: di laga pembuka melawan Bournemouth, Cherki keluar dari bangku cadangan dan turut membantu momen akhir yang kemudian mengunci kemenangan.
Setelah peluit panjang, Cherki terlihat berdiskusi aktif dengan Maresca. Namun, yang membuat pertemuan itu makin berbobot adalah penghormatan yang ia terima setelah kontribusinya terhadap kemenangan tandang ini—mulai dari starter di Selhurst Park hingga performa yang membuat City benar-benar terasa punya dimensi tambahan.
McNulty mengingatkan pula latar yang tidak sepenuhnya mulus bagi Cherki bersama tim nasional Prancis. Ia menjalani Piala Dunia dengan hasil mengecewakan: perannya menciut menjadi pemain pelapis, hanya memulai laga saat menghadapi Inggris di play-off peringkat ketiga-keempat, sebelum ia digantikan saat jeda ketika timnya tertinggal 4-0.
Di luar lapangan, muncul pula video yang memperlihatkan Cherki tampak menunjukkan ketidakpuasan kepada Didier Deschamps. Meski begitu, Maresca memberi konteks yang lebih spesifik tentang karakter pemain tersebut, dengan mengatakan setelah kontribusi Cherki melawan Bournemouth bahwa “if he is not happy he wants to show it”.
Meski kebiasaan Cherki sempat dipandang sulit ditebak, Maresca kali ini justru puas. “He’s happy and I’m happy,” kata Maresca. Menurutnya, “It was not just his performance with the two goals, but his work off the ball.” Ia menambahkan, “He pressed and gave us a complete performance on the ball and off the ball.”
Berita Terkait
Maresca juga menegaskan bahwa hubungan kerja mereka berjalan natural dengan kalimat, “Rayan is Rayan. We know him. He loves football and it makes it so much easier to work with him.” Ia menyebut kualitas yang dimiliki Cherki membantu tim bukan hanya lewat umpan, tapi juga lewat gol: “The quality he has in this moment helps the team, not just with assists but goals.”
Di BBC Match of the Day, pujian itu diperluas, khususnya soal pekerjaan tanpa bola. “His performance off the ball was unbelievable,” tambah Maresca. “Everyone knows his quality but when he works hard off the ball, he was in charge of Adam Wharton. He controlled him. He was very good.”
Langkah yang membuat Wharton “terkendali” menjadi bagian dari alasan City punya minat pada pemain tersebut saat mencoba memperkuat skuad Maresca menjelang penutupan bursa transfer. Tetapi, di laga ini, yang paling mengunci ingatan adalah dua momen jenius individu yang datang di saat-saat krusial.
Momen pertama terjadi sembilan menit setelah babak kedua berjalan, ketika City sudah unggul 1-0 dan Palace berupaya mengejar momentum. Cherki menerima umpan Phil Foden di tepi kotak, lalu melakukan slalom di antara empat pemain Crystal Palace hingga situasinya seperti mematikan perlawanan mereka, sebelum melepaskan penyelesaian kaki kiri yang menjebol gawang Dean Henderson.
Perayaan Cherki pun mendapat perhatian karena menunjukkan sikap penuh percaya diri, menatap ke arah suporter Palace di ujung Holmesdale Road. Ketika Palace kemudian memperkecil ketertinggalan, Cherki kembali menjadi penentu dengan gol kedua: tembakan kaki kanan dari jarak 20 yard yang meluncur naik, melewati Dean Henderson.
Jamie Redknapp dari Sky Sports turut mengomentari jalannya laga dengan nada yang sama-sama memuji. Ia mengatakan, “After Rayan Cherki painted a masterpiece, City started to play and got a real hold of it.” Redknapp menambahkan bahwa “Cherki felt like the difference because his goals came at an important time. He is a genius. The things he can do with a football are absolute genius.”
Redknapp juga membandingkan kemampuan tersebut dengan beberapa nama, menyebut, “There aren’t many Premier League players I’ve seen that can do this on the first goal.” Ia menilai, “Eden Hazard possibly, he was that kind of player. Georgi Kinkladze, there’ll be Manchester City fans from a previous generation who’ll remember him, who could get past people in a telephone box.”
Ia melanjutkan, “Once Cherki is in the box, they are so scared to touch him. It’s absolute genius.” Redknapp menilai Cherki bernilai besar dengan kalimat, “He’s an absolute bargain at £30m and gives you a new dimension. He gives you that ‘X-factor’. He does things differently.” Tentang perayaan gol, Redknapp menyebutnya, “There was a bit of Cantona about him. He’s a beautiful player. With someone like Cherki you’ve got to let him do his thing.”
Meski ada potensi tarik-menarik antara karakter “maverick” Cherki dan tuntutan Maresca, bintang Prancis ini menunjukkan bahwa ia tidak ingin didorong ke pinggiran dalam tumpukan talenta serang City. Hal itu menjadi kabar baik bagi Maresca yang sedang membangun fondasi pasca masa Guardiola.
Dengan performa seperti ini, kemenangan 4-1 di markas Palace tidak hanya menjadi hasil, tetapi juga jawaban lapangan: City tetap punya cara untuk menemukan momen individu yang bisa mengubah pertandingan, dan Cherki—pemain yang berani jujur sekaligus berani mengeksekusi—memperlihatkan bahwa ia bisa menjadi pembeda di era berikutnya.












