Olahraga

England vs Kanada Tuntas 26-26, Red Roses Akhiri Rekor 39 Menang Beruntun

×

England vs Kanada Tuntas 26-26, Red Roses Akhiri Rekor 39 Menang Beruntun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: England 26-26 Canada: Red Roses' 39-game winning run ends with thrilling draw

jurnalistik.co.id – England dan Kanada berbagi angka setelah laga sengit di Sandy Park, Exeter, yang berakhir 26-26. Hasil ini sekaligus menghentikan rentetan kemenangan Red Roses yang sebelumnya mencapai 39 laga beruntun.

Di hadapan 14.573 penonton, kedua tim sama-sama menampilkan duel terbuka dengan jual-beli ancaman sepanjang pertandingan. Inggris sempat memimpin, namun Kanada terus menjaga ritme dan pada akhirnya membuat skor imbang yang menegangkan sampai peluit akhir.

Bagi England, pertandingan ini menjadi momen penghentian dominasi mereka atas Kanada. Sebelumnya, mereka selalu menang dalam 13 pertemuan terakhir, sekaligus mengakhiri rekor kandang sempurna Inggris melawan Kanada. Sementara itu, Kanada juga mencatatkan langkah penting karena menjadi tim pertama yang mampu menghindari kekalahan saat menghadapi England sejak New Zealand menaklukkan mereka pada final Piala Dunia 2022.

Dengan hasil seri ini, skuad yang ditangani John Mitchell kini tidak terkalahkan dalam 40 laga uji coba. Di sisi lain, Red Roses harus menerima kenyataan bahwa kemenangan beruntun mereka berhenti di laga paling dekat—di laga yang tempo dan tensinya terus naik sejak awal.

Drama tarik-ulur sejak menit-menit awal

Dalam 25 menit pertama, laga berjalan berkejaran. England dua kali harus mengejar ketertinggalan, setelah Kanada lebih dulu mencatatkan angka lewat try Lizzie Gibson dan DaLeaka Menin. Upaya Kanada kemudian dijawab England melalui try Claudia Moloney-MacDonald dan Hannah Botterman.

Catatan penting terjadi sebelum England benar-benar mengambil kendali. Try Moloney-MacDonald sempat dianulir, tetapi ia kembali menjadi ancaman dan pada menit ke-32 memantapkan keunggulan pertama England. Gol tersebut lahir dari laju Sadia Kabeya yang menusuk ke area berbahaya, sebelum Moloney-MacDonald menyelesaikannya.

Menjelang akhir babak pertama, Kanada merespons dengan kecepatan serupa. Menin mencetak try tepat di momen jelang turun minum—menyusup dari jarak dekat untuk membuat skor kembali seimbang. Inggris sempat terlihat akan mengendalikan jalannya laga, tetapi Kanada berhasil menahan tekanan dan menyamakan kedudukan sebelum jeda.

Selain itu, Kanada juga sempat memiliki peluang yang nyaris berujung menjadi angka namun gagal karena keputusan forward pass. Asia Hogan-Rochester menjalankan aksi individu yang menjanjikan, namun try tersebut tidak disahkan.

Memasuki babak kedua, England sempat bertahan dari tekanan yang datang bertubi-tubi pada awal paruh kedua. Terdapat periode ketika Kanada menjaga intensitas selama sekitar 10 menit, sebelum pertarungan kembali melebar dan kedua tim mulai saling bertukar try.

Di fase berikutnya, Bryony Field menjadi sosok yang mengembalikan keunggulan tuan rumah melalui try yang ia cetak. Kanada kemudian tidak tinggal diam dan kembali menekan lewat momen menegangkan di dekat gawang.

Olivia Apps mencatatkan try di bawah tiang setelah melakukan lari yang bergerak dari sisi sayap kiri. Aksi tersebut berawal dari Sophie de Goede yang memotori serangan melalui jalur kiri, lalu memberikan ruang untuk Apps menyelesaikannya.

Final yang kacau namun tetap rapat

Saat pertandingan masuk 10 menit terakhir, tensi meningkat menjadi lebih kacau. England tampak punya peluang besar untuk mencuri kemenangan, tetapi beberapa momen krusial gagal berujung skor.

Di salah satu peluang, bola sempat ditahan hingga England tidak bisa meloloskan bola melewati garis. Namun, kekecewaan itu berlanjut ketika terjadi pergantian penguasaan tepat di depan gawang—sebuah momen yang membuat Kanada tetap hidup dalam laga dan memberi mereka jalan untuk mempertahankan hasil imbang.

Di ujung laga, Kanada juga terbantu oleh kerja keras ketika bertahan menghadapi tekanan terus-menerus. Meski Inggris berupaya memastikan kemenangan, Kanada berhasil melewati detik-detik akhir dan menyegel skor 26-26.

Secara keseluruhan, Inggris menyelesaikan pertandingan dengan 4 try yang ditopang dua nama pencetak utama. Claudia Moloney-MacDonald mencetak 2 try, disusul Hannah Botterman dan Bryony Field. Dari sisi poin tambahan, Harrison menambah 3 konversi.

Kanada juga meraih 4 try dengan kontribusi Lizzie Gibson dan DaLeaka Menin yang menyumbang 2 try. Untuk konversi, De Goede mencatatkan 3 keberhasilan.

Line-up England: Kildunne; Breach, Jones (capt), Rowland, Moloney-MacDonald; Harrison, L Packer; Botterman, Field, Muir, Talling, Ives Campion, Burton, Kabeya, Matthews. Pengganti: Campbell, Carson, Bern, Burns, Feaunati, M Packer, Robinson, Aitchison.

Line-up Kanada: Gallagher; Hogan-Rochester, Symonds, Tessier, Williams; Perry, Apps; Nelson, Idowu, Menin, De Goede (capt), Royer, Smith, Omokhuale, Gibson. Pengganti: Boag, McDonald, Rempel, Forteza, Buisa, Senft, Pelletier, Bauder.

Wasit pertandingan adalah Clara Munarini (Italia), dengan asisten wasit Aurelie Groizeleau (Prancis) dan Alexandra Ferre (Prancis). TMO ditangani Matteo Liperini (Italia).