jurnalistik.co.id – Pemimpin Devon County Council, Julian Brazil, menyampaikan kritik tajam terhadap Partai Liberal Demokrat (Lib Dem). Ia mengatakan partai sedang “sleepwalking into irrelevance” di bawah kepemimpinan Sir Ed Davey dan meragukan apakah Davey adalah sosok yang tepat untuk memimpin.
Dalam wawancara dengan BBC, Brazil menilai Lib Dem kekurangan daya dorong politik. Menurutnya, partai “lacking ambition” dan “not saying the things that people can relate to”, sehingga sulit menarik kedekatan publik.
Terkait pertanyaan apakah Sir Ed Davey layak menjadi pemimpin partai, Brazil menyatakan, “I wish he was” namun “all the evidence is no”. Ia tidak menyamakan posisi manajemen partai dengan bukti nyata bahwa arah yang ditempuh bisa membawa Lib Dem ke level berikutnya.
Di sisi lain, juru bicara Lib Dem membantah kritik tersebut. Mereka menyebut partai berada dalam “an incredibly strong position” karena Davey memusatkan perhatian pada “issues that really matter” seperti biaya hidup serta layanan kesehatan.
Juru bicara itu menambahkan bahwa selama kepemimpinan Davey, Lib Dem meraih hasil terbaik dalam satu abad. “Under Ed’s leadership we had our best result for a century, and achieved a record breaking streak of remarkable local election results,” demikian penjelasan mereka, disertai klaim bahwa Lib Dem adalah “the most united party in Westminster”.
Masih menurut pihak Lib Dem, dengan Davey sebagai pemimpin, partai ingin menghentikan Reform dan Konservatif serta “change our country after a decade of failing governments”. Namun, Brazil menilai partai membiarkan kompetitor melaju lebih cepat, dengan mengatakan Lib Dem “allowed other parties to go steaming past us”.
Brazil juga menyampaikan bahwa perubahan internal diperlukan agar partai tidak stagnan. Ia menegaskan “something has to change within the party if we’re going to move to the next level and it’s not happening at the moment”, serta menilai peluang politik sekarang semestinya membuat Lib Dem berada “right in the middle of politics”. Dalam pandangannya, partai justru terasa “peripheral”, karena “we’re lacking ambition” dan “we’re lacking courage of our convictions”.
Ia memaparkan bahwa pesan Lib Dem dinilainya belum menyentuh kebutuhan yang mudah dipahami publik. Brazil menyimpulkan, “We’re not saying the things that people can relate to,” dan menambahkan partai seolah meminta pemilih, “vote for us because we’re not somebody else”.
Berita Terkait
Brazil sendiri menjadi pemimpin Devon County Council pada Mei tahun lalu setelah Lib Dem mengungguli Konservatif untuk menjadi partai terbesar. Meski demikian, mereka tidak menguasai mayoritas penuh. Komentar Brazil juga disebut-sebut berirama dengan pandangan privat sejumlah anggota parlemen Lib Dem saat partai bersiap untuk konferensi tahunannya di Brighton.
Di sela konferensi, South Cotswolds MP Roz Savage menulis esai yang dirilis lebih awal. Ia mempertanyakan, “Why are we as a party struggling for relevance at precisely the moment when so many people feel powerless?” Savage juga mendorong Lib Dem “to rediscover its insurgent spirit” alih-alih menjadi “the polite custodians of a system that leaves people feeling powerless”.
Sir Ed Davey, yang terpilih sebagai pemimpin pada 2020, mengatakan ia berbagi “frustration” sebagian anggota parlemen yang merasa tidak mampu mewujudkan “real change”. Ia mengaitkan kesulitan itu dengan sistem politik Inggris, tetapi tetap menegaskan bahwa Lib Dem mengalami kemajuan dalam pemilihan dewan.
Davey menyatakan, “It’s the most successful period that we’ve had,” seraya menambahkan, “outside elections, in terms of changing the law, which is what my MPs rightly want to do” mereka masih menginginkan lebih. Dalam konferensi Q&A pada Minggu, Davey menanggapi keluhan Brazil, dengan mengatakan, “I have know Julian for many years and he is good councillor”.
Davey menegaskan performa Lib Dem di Devon sebagai contoh, menyebut partai “doing better than it has for decades – six MPs and local councils all across the area” serta “in parts of Devon we are showing how to beat Reform”. Ia menutup penjelasannya dengan, “I’m really proud of what we have been doing in Devon.”
Sir Vince Cable, rekan kabinet koalisi Davey pada masa lalu, juga memberikan dukungan ke pemimpin Lib Dem tersebut. Cable menyebut Davey sebagai “the most successful leader in the party’s history” dan menyatakan, “you can’t argue with success”.
Di pertemuan pinggir konferensi, pollster Luke Tryl juga mengkritik kinerja nasional Lib Dem, menyebut mereka tidak “cutting through nationally” dan membutuhkan pesan yang lebih “more compelling”. Sementara itu, executive director More in Common menilai ada kemungkinan partai menambah kursi di wilayah yang secara tradisional menjadi basis Konservatif; skenario itu, menurutnya, bisa menempatkan Davey pada posisi sebagai calon wakil perdana menteri dalam pemerintahan yang dipimpin Partai Buruh.
Namun, ia juga menekankan risiko besar bagi Lib Dem. Menurutnya, Konservatif bisa mengingatkan pemilih dengan narasi, “if you vote Lib Dem you will get Labour”. Dalam konteks itu, perdebatan soal arah partai—antara tuntutan perubahan internal dan pembelaan atas kemajuan lokal—mencuat menjelang momen politik yang menentukan.












