jurnalistik.co.id – Katie Taylor dan Flora Pili menjalani timbang badan terakhir menjelang laga penentu keunggulan kelas light-welterweight yang akan berlangsung di Croke Park, Sabtu ini. Acara timbang badan di Trinity College, Dublin, menjadi momen penutup rangkaian hari-hari pertandingan untuk Taylor serta batu ujian besar bagi Pili.
Taylor tampil dengan reputasi yang nyaris tak tergoyahkan dalam urusan masuk batas. Petinju berusia 40 tahun itu menegaskan konsistensinya dengan tidak pernah sekali pun gagal menimbang sepanjang karier profesionalnya yang sudah berjalan 26 laga.
Di Trinity College, Taylor dan Pili sama-sama melewati penimbangan di bawah batas light-welterweight. Keduanya tercatat berada “just under the 10st (63.5kg) limit”, sehingga laga tetap berjalan sesuai kelas yang diperebutkan.
Menurut informasi yang menyertai acara, bobot yang diumumkan pada penimbangan itu seolah menjadi formalitas. Sebab, 80.000 tiket untuk laga tak tersangkalkan tersebut di Croke Park sudah terjual lebih dulu, dan antusiasme untuk melihat proses timbang badan pada Jumat juga tampak sangat tinggi.
Trinity College sendiri memiliki latar sejarah yang kuat. Institusi yang berdiri pada 1592 atas prakarsa Ratu Elizabeth I itu menjadi lokasi yang sarat simbol, terutama karena perempuan baru diizinkan menempuh studi di Trinity College sejak 1975—sementara Taylor dikenal sebagai figur yang berulang kali mematahkan batas baik di dalam maupun luar ring.
Dalam kesempatan ini, Taylor datang dengan dukungan yang dekat. Ia berada dengan ibunya, Bridgit, di antara kerumunan, dan dalam beberapa momen Taylor terlihat menahan emosi saat rangkaian komunikasi terakhirnya digelar.
Pada acara timbang badan, nuansa perayaan juga terasa dari penampilan musik tradisional. Violin menyuguhkan lagu rakyat Irlandia “ÓrĂł, sĂ© do bheatha ‘bhaile’ [Ă“rĂł – you are welcome home]”, sementara Taylor menerima sambutan hangat dari para pendukung yang telah mengikuti perjalanannya sejak ia meraih medali emas Olimpiade pada 2012.
Pili datang sebagai penantang yang tidak mencari-cari keramahan tanpa tujuan. Petinju asal Prancis berusia 29 tahun itu menunjukkan sikap percaya diri ketika menjejak timbangan, dengan catatan 12 kemenangan yang membangun peluang untuk mengganggu peta persaingan dan membuka kemungkinan “major upset”.
Bagi Pili, malam Sabtu adalah momen terbesar yang belum pernah ia alami. Ia berdiri di hadapan tantangan yang besar, tetapi ia juga berusaha memanfaatkan kesempatan untuk melompat ke level teratas dalam lanskap tinju profesional.
Berita Terkait
Di tengah proses resmi yang berlangsung dengan senyum dan jabat tangan, Taylor berusaha menegaskan bahwa fokusnya tidak luntur. Menjelang akhir kariernya sebagai petinju profesional, Taylor menyampaikan kegembiraan sekaligus kesadarannya bahwa hari pertandingan tinggal menghitung waktu.
“I’m so excited. I’ve been saying all week how I grateful I am for this opportunity. I’ve been dreaming of this for the last few years and now it’s just one day away. It’s just one day away from ending my career in my dream venue of Croke Park,” tutur Taylor kepada kerumunan setelah pertarungan tatap muka terakhir.
Ia melanjutkan dengan menekankan rasa terkejut sekaligus antisipasi terhadap dukungan yang datang. “All these amazing people are here today and I’m blown away. I can’t wait to step in there and I want to put in a performance worthy of everyone’s support.”
Taylor juga menyampaikan terima kasih atas perjalanan panjang yang ia lalui di level internasional dan profesional. “You have carried me through the Rio Olympics, London Olympics and throughout my professional career. Thank you.”
Selepas upacara timbang badan, suasana perlahan beralih dari seremonial menuju konsentrasi tempur. Buzz yang sudah meningkat sepanjang pekan diyakini akan memuncak saat kedua petinju berjalan menuju ring pada sekitar 22:00 BST, dengan perkiraan ringwalk antara 22:00 dan 22:30.
Meski momen ini terasa megah karena menjadi panggung penutup karier Taylor, prioritas utama tetap satu: perebutan sabuk kelas light-welterweight tak tersangkalkan. Taylor menegaskan bahwa pikirannya sudah berada di dalam fokus pertandingan, bukan pada perayaan semata.
“My mind is very much focused on the fight,” kata Taylor. Ia menambahkan bahwa lawan yang ia hadapi adalah “tough challenger”, namun ia juga menempatkan pengalaman menghadapi duel-duel berat sebagai dasar untuk menjadikan pertarungan terakhirnya tidak berbeda.
“I have a tough challenger in front of me but I’ve built a reputation of taking tough fights – why treat my last fight any differently? Tomorrow is going to be an amazing celebration. I’m super proud to represent this amazing country. Let’s go one more time.”
Dengan penimbangan yang memastikan keduanya berada di bawah batas 10st (63.5kg), laga di Croke Park kini tinggal menunggu detik eksekusi. Taylor membawa sejarah konsistensi berat badan dan status dua bobot sebagai juara tak tersangkalkan, sementara Pili membawa rekam 12 kemenangan dan peluang untuk menorehkan kejutan besar.
Pertarungan ini juga dijadwalkan untuk disiarkan melalui rangkaian liputan radio di Inggris. Radio 5 Sports Extra memulai dari 19:00 BST, lalu 5 Live mengudara mulai 22:00 BST, mengiringi waktu masuk ring untuk duel utama.












